Bikin Merinding, Begini Suara Mengerikan saat Medan Magnet Bumi Berbalik Arah
- Penulis : Zein Muhammad
- | Selasa, 22 Sep 2026 21:36 WIB
selalu.id - Medan magnet Bumi ternyata tidak selalu berada dalam kondisi stabil. Sebuah rekaman sains mengungkap suara melemahnya medan magnet Bumi ribuan tahun lalu yang terdengar mengerikan, layaknya gesekan kayu berderit hingga benturan batu keras.
Peristiwa dramatis yang dikenal sebagai Laschamps excursion ini terjadi sekitar 41.000 tahun silam.
Baca Juga: Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan
Saat itu, kekuatan pelindung Bumi merosot drastis hingga tersisa 5 persen dari kondisi normal dan bertahan selama berabad-abad.
Para ilmuwan dari Badan Antariksa Eropa (ESA) merestorasi kejadian tersebut menjadi bentuk audio atau sonifikasi data.
Rekonstruksi suara mengombinasikan data satelit Swarm milik ESA dengan rekaman bukti sejarah magnetik pada batuan dan sedimen laut purba.
"Proses mengubah data menjadi suara ini mirip dengan menyusun musik berdasarkan sebuah partitur. Bedanya, 'partitur' tersebut berasal dari aktivitas Bumi 41.000 tahun lalu," tulis keterangan resmi ESA baru-baru ini.
Medan magnet Bumi terbentuk akibat pergerakan logam cair di bagian inti luar planet. Fungsinya sangat vital, yakni menahan gempuran partikel berenergi tinggi dari Matahari serta sinar kosmik berbahaya.
Ketika Laschamps excursion berlangsung, ketahanan perisai atmosfer ini jebol. Data inti es menunjukkan kadar Berilium-10, isotop yang terbentuk dari hantaman radiasi kosmik, melonjak hingga dua kali lipat.
Baca Juga: Beredar Kabar Pelaku Teror Molotof Pos Polisi di Surabaya Ditangkap
Peneliti memperkirakan transisi pembalikan medan magnet ini memakan waktu sekitar 250 tahun. Kekuatannya sempat merosot mendekati nol sebelum akhirnya mengunci orientasi yang berlawanan selama kurun 440 tahun.
Para ilmuwan mengonfirmasi belum ada indikasi kuat bahwa pembalikan kutub magnetik secara menyeluruh akan terjadi dalam waktu dekat. Kendati demikian, pergeseran geomagnetik terus berlangsung secara alami.
Kutub magnet utara saat ini dilaporkan terus bergerak dari kawasan Kanada menuju Siberia. Di sisi lain, wilayah Anomali Atlantik Selatan terus mengalami perluasan berdasarkan pantauan satelit Swarm sepanjang 2014 hingga 2025.
Profesor Geomagnetisme dari Teknik Universitas Denmark, Chris Finlay, menjelaskan bahwa pelemahan di kawasan Atlantik tersebut bersifat spesifik dan tidak serta-merta menjadi sinyal pembalikan kutub global.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Jombang Makan Dua Korban Jiwa ART, Diduga karena Konsleting Listrik AC
"Perubahannya berbeda di dekat Afrika dibandingkan di dekat Amerika Selatan. Ada dinamika khusus di wilayah ini yang membuat medan magnet melemah lebih intens," kata Finlay.
Senada, peneliti GFZ Potsdam Jerman, Sanja Panovska, menekankan pentingnya pemantauan berkesinambungan atas fenomena ekstrem ini.
Menurutnya, pemahaman mengenai peristiwa masa lalu sangat krusial untuk memprediksi cuaca antariksa dan dampaknya terhadap teknologi serta lingkungan Bumi modern saat ini.
Editor : Zein Muhammad