Selasa, 27 Okt 2026 22:11 WIB

Kos di Surabaya Bisa jadi Data Hunian: Penghuni Dipermudah Pemilik Kos Resah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Jul 2026 10:39 WIB
Ketua Pansus Perda Hunian Layak DPRD Surabaya, Mohammad Saifuddin. 
Ketua Pansus Perda Hunian Layak DPRD Surabaya, Mohammad Saifuddin. 

selalu.id– Kekhawatiran pemilik rumah kos terhadap potensi menjadi sasaran penagihan utang pinjaman online (pinjol) mencuat setelah diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Hunian Layak Kota Surabaya.

Aturan tersebut memberikan hak kepada penghuni kos untuk menggunakan alamat tempat tinggalnya sebagai alamat resmi pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK). Di sisi lain, pemilik kos diwajibkan memberikan surat pernyataan tidak keberatan.

Baca Juga: Pasar Keputran Surabaya Ditargetkan Rampung Oktober 2026, Jika Molor Sanksi Menanti

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran apabila penghuni pindah tanpa memperbarui alamat administrasi, sementara masih memiliki tunggakan pinjaman online, kredit macet, atau persoalan hukum lainnya. Alamat kos dikhawatirkan tetap menjadi tujuan pencarian debt collector maupun pihak lain.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perda Hunian Layak DPRD Surabaya, Mohammad Saifuddin, menilai persoalan pinjaman online merupakan hubungan hukum antara debitur dan lembaga pembiayaan sehingga tidak seharusnya dibebankan kepada pemilik kos.

“Penghuni kos sekarang bisa menggunakan alamat kos sebagai alamat KTP dan KK. Pemilik kos wajib memberikan surat tidak keberatan. Kalau tidak memberikan, nantinya bisa dikenai sanksi,” kata Saifuddin, Minggu (26/7/2026).

Ia menambahkan, pemilik kos harus lebih selektif dalam menerima calon penyewa agar dapat meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Perwali Hunian Layak Segera Terbit usai Temuan Kos 6 Lantai

“Pemilik kos harus melakukan mapping atau screening. Jangan hanya mengambil uang sewanya tetapi tidak mau menerima risiko administrasinya. Kalau memang calon penghuni dianggap bermasalah, ya jangan diterima sejak awal,” ujarnya.

Meski demikian, Saifuddin mengakui aturan teknis mengenai pelaksanaan perda tersebut, termasuk mekanisme pencabutan domisili penghuni yang telah pindah maupun bentuk sanksi bagi pemilik kos yang menolak memberikan izin, masih menunggu Peraturan Wali Kota (Perwali).

Menurutnya, Perwali perlu segera diterbitkan agar memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi semua pihak.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Temukan Masalah, Pembangunan Kos 6 Lantai di Benowo Disetop

“Saya meminta Pemerintah Kota Surabaya segera membuat Perwali. Di Perda hanya diatur secara umum. Soal teknis, termasuk bentuk sanksi administratif seperti apa, itu harus dijelaskan dalam Perwali,” tegasnya.

Perda Hunian Layak sendiri merupakan usulan inisiatif DPRD Surabaya yang mulai dibahas sejak periode 2019–2024 dan disahkan pada 30 Maret 2026. 

Publik kini menunggu aturan turunan yang mengatur secara rinci mekanisme perubahan domisili penghuni, kewajiban memperbarui alamat setelah pindah, serta perlindungan hukum bagi pemilik kos agar tidak terdampak persoalan pinjaman online maupun sengketa administrasi lainnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Waspada Cuaca Ekstrem di Nganjuk Beberapa Hari ke Depan, Ini Imbauan BMKG

Waspadai bencana susulan, mulai dari pohon tumbang, banjir genangan di kawasan perkotaan, hingga ancaman tanah longsor.

Jomblo Merapat, Ini Tips Bahagia dari Psikolog

Banyaknya pasangan di suatu area ternyata tak berdampak langsung pada kebahagiaan warga lajang. Kepuasan hidup mereka relatif stabil.

PLTS Terapung Terbesar ke-2 RI di Malang Siap Aliri Listrik Akhir 2026

Percepatan ini menjadi komitmen PLN NP dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) dan mengawal transisi energi nasional.

Viral BPJS Kesehatan Dikabarkan Mau Dihapus, Ini Faktanya

BPJS Kesehatan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Mitsubishi Pajero Rilis SUV Terbaru, Intip Kecagihan dan Harganya

Diproduksi langsung di fasilitas Mitsubishi Motors Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand menawarkan Pajero terbaru dalam tiga pilihan varian.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Minta Pemkot Tak Tebang Pilih Terapkan Perda

Proses distribusi komoditas dari berbagai wilayah dinilai tidak selalu bisa menyesuaikan ketentuan waktu yang berlaku.