Sabtu, 24 Okt 2026 22:51 WIB

Kali Surabaya Tercemar Berat, PJT I Buka-bukaan soal Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 09 Sep 2026 20:15 WIB
Penampakan Kali Surabaya yang keruh dan berbusa. (Dok. Selalu.id).
Penampakan Kali Surabaya yang keruh dan berbusa. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Kondisi air baku Kali Surabaya rupanya sedang berada di titik yang cukup mengkhawatirkan.

Perum Jasa Tirta (PJT) I blak-blakan mengonfirmasi bahwa aliran sungai tersebut kini sudah masuk dalam kategori tercemar berat.

Baca Juga: Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Sinyal bahaya ini terungkap secara gamblang dalam rapat hearing bersama Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (9/9/2026).

Rapat tersebut digelar khusus untuk membedah akar masalah pencemaran yang membayangi pasokan air baku PDAM Surya Sembada.

Direktur Operasional PJT I, Milvan Rantawi, membeberkan bahwa alat monitoring milik mereka sebenarnya bekerja intensif memantau sungai setiap satu jam sekali.

Sayangnya, sistem deteksi otomatis tersebut punya keterbatasan teknis. Sensor hanya sebatas memberi sinyal parameter tingkat pencemaran, ringan, sedang, hingga berat, tanpa mampu melacak jenis zat berbahaya yang masuk.

“Monitoring itu setiap satu jam. Yang keluar itu adalah tercemar berat, tercemar ringan, tercemar sedang,” ungkap Milvan di hadapan anggota dewan.

Untuk menguji kandungan polutan secara spesifik, PJT I mengaku harus mengambil sampel fisik terlebih dahulu guna diuji secara teliti di laboratorium mereka yang berada di Mojokerto.

Hearing soal Kali Surabaya tercemar yang digelar DPRD Surabaya, PJT I dan PDAM. (Foto: Ade/selalu.id).Hearing soal Kali Surabaya tercemar yang digelar DPRD Surabaya, PJT I dan PDAM. (Foto: Ade/selalu.id).

Uniknya, status tercemar berat ini bukan melulu imbas dari insiden kebakaran industri yang belakangan menyita perhatian publik.

Milvan menegaskan, tren penurunan kualitas air ini memang sudah lama terjadi secara kontinu.

“Memang kondisinya tercemar berat. Tanpa ada kebakaran juga memang tercemar berat,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Milvan menambahkan, mengacu pada ikatan kerja sama antara PJT I dan PDAM Surya Sembada, porsi tanggung jawab organisasinya murni berfokus pada kuantitas dan kontinuitas pasokan debit air baku.

Urusan standar mutu atau kualitas air secara regulasi berada di bawah ranah instansi lingkungan hidup.

Sebagai langkah darurat saat pencemaran memuncak, PJT I sempat menggelontorkan air segar dari hulu dengan debit mencapai 25 meter kubik per detik selama dua hari.

Namun, langkah ini tentu tak bisa terus-menerus mengandalkan pasokan hulu karena berisiko memotong alokasi air irigasi pertanian.

Kondisi ini langsung memantik respons kritis dari Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan.

Menurutnya, masalah utama di lapangan tak cuma soal angka polusi, tetapi juga mekanisme deteksi dini dan koordinasi antarinstansi yang terkesan lambat.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Eri menyoroti jeda waktu penanganan yang dinilai terlalu lebar saat pencemaran terjadi pertengahan pekan lalu. Kejadian yang terdeteksi pada 4 September baru mendapat langkah konkret pada 6 September.

“Pada tanggal 4 September waktu itu, kemudian baru tanggal 6, itu ada rentang waktu yang sangat signifikan. Sebenarnya harus bisa diantisipasi,” katanya.

DPRD mendesak agar sistem sensor milik PJT I bisa terintegrasi secara real-time dan dapat diakses langsung oleh PDAM Surya Sembada.

Langkah ini penting agar PDAM punya waktu cukup untuk mengantisipasi air tercemar sebelum menyedotnya ke intake produksi.

Tak berhenti di situ, legislator Yos Sudarso ini juga memastikan Komisi C siap mengawal penambahan alokasi anggaran pemantauan kualitas air pada APBD 2027 mendatang.

Pengawasan tidak cuma menyasar cerobong dan pembuangan industri, tetapi juga membendung limbah domestik dari pemukiman warga yang ditengarai menjadi kontributor polutan terbesar di Kali Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ratusan Anak Muda Jember Politik PAR Alternatif Indonesia, Lawan Oligarki dengan Nilai Bukan Identitas

Peserta berasal dari beragam organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, hingga kelompok gerakan yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial

Toko Percetakan Al-Yaubi Print di Surabaya Terbakar, 2 Motor Hangus

Bangunan dua lantai berukuran 8,5 x 27 meter itu hangus terbakar.

Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Di tengah fokus meningkatkan kecerdasan anak, nilai kejujuran dinilai sebagai bekal paling penting untuk masa depan.

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.

Harga Gabah Tembus 8.000, Petani Untung di Tengah Panen Raya Nganjuk

Mereka berharap tren harga tinggi ini bertahan hingga akhir musim panen, agar bisa menutupi biaya produksi yang juga ikut naik.