Sabtu, 24 Okt 2026 19:41 WIB

Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp61,9 Juta Jaringan Jawa Tengah

  • Penulis : Ariyanto
  • | Rabu, 09 Sep 2026 16:30 WIB
Polresta Sidoarjo mengungkap peredaran uang palsu jaringan Jawa Tengah. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Polresta Sidoarjo mengungkap peredaran uang palsu jaringan Jawa Tengah. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Satreskrim Polresta Sidoarjo bersama Unit Reskrim Polsek Taman membongkar peredaran uang palsu (upal) jaringan Jawa Tengah.

Tiga pelaku diamankan dalam kasus ini. Penyidik juga menyita barang bukti uang palsu Rp61,9 juta, serta sejumlah alat untuk mencetak upal.

Baca Juga: Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Wakapolresta Sidoarjo, AKBP Mohammad Zainur Rofik menceritakan, pengungkapan ini berawal saat pelaku MS datang berbelanja kebutuhan pokok dengan daftar belanjaan senilai Rp1.554.500 di sebuah toko kawasan Taman.

Saat membayar, pria 38 tahun tersebut menyerahkan satu bendel uang pecahan Rp20.000 berikat kertas logo BCA dengan nominal Rp2 juta. Pemilik toko yang merasa janggal lantas mengecek lembaran uang tersebut menggunakan alat sinar ultraviolet (UV).

"Saat diperiksa, ternyata tanda pengaman pada uang tidak muncul. Diteliti lembar berikutnya hasilnya sama," ungkap Zainur Rofik, Rabu (9/9/2026).

Merasa aksinya terendus, MS berdalih hendak mengambil uang pengganti di sepeda motornya. Namun, pemilik toko yang sigap dan dibantu warga langsung mengamankan pelaku sebelum melarikan diri.

Kecurigaan semakin kuat setelah rekaman CCTV toko memperlihatkan MS pernah melakukan hal serupa sepekan sebelumnya memakai uang pecahan Rp50.000 senilai Rp700.000.

Berdasarkan interogasi, MS mengaku membeli uang palsu tersebut secara online melalui akun Facebook "Misali Lili". Dalam skema ini, uang asli Rp500.000 ditukar dengan uang palsu senilai Rp2.500.000.

Baca Juga: Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Menggulung Jaringan Hingga ke Jawa Tengah

Unit Reskrim Polsek Taman yang dipimpin AKP Hajir langsung bergerak cepat mendalami jalur distribusi barang haram ini.

Tim menyisir wilayah Jawa Tengah dan mengamankan seorang pengemudi ojek online berinisial W di Sukoharjo yang bertugas mengantar paket berisi uang palsu ke ekspedisi J&T.

Penyelidikan berlanjut ke Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Polisi menelusuri pemilik rekening penerima transfer berinisial DC, hingga akhirnya berhasil membekuk dua tersangka lain yang berperan dalam pembuatan uang palsu, yakni ES (35) dan DB (32).

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita uang palsu siap edar senilai sekitar Rp61,9 juta, termasuk 60 lembar pecahan Rp50.000 emisi 2016.

Selain itu, ikut diamankan perlengkapan cetak seperti tiga unit printer Canon, alat pres, pemanas kertas, bahan kertas khusus, hologram, pilok finishing, glue stick, serta lima unit ponsel.

"Kami masih akan dalami dan kembangkan lagi, untuk mengungkap kemungkinan jaringan lainnya," jelas Zainur Rofik.

Sementara atas perbuatannya, ketiga tersangka kini ditahan di Mapolresta Sidoarjo dan dijerat Pasal 374 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana memalsukan, menyimpan, hingga membelanjakan mata uang palsu.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Harga Gabah Tembus 8.000, Petani Untung di Tengah Panen Raya Nganjuk

Mereka berharap tren harga tinggi ini bertahan hingga akhir musim panen, agar bisa menutupi biaya produksi yang juga ikut naik.

8 Rekomendasi Wisata Cocok Buat Liburan Keluarga di Mojokerto

Mulai dari kolam air biasa, air panas alami, sampai waterpark mini, semua ada.

Sejarah, Veda Ega Pratama Pole Position di Moto3 Phillip Island Australia

Besok Veda start di posisi pertama.

Top 5 Berita: Jejak Soetomo hingga Imam Mahdi di Bangkalan

Pembaca mencari berita tentang sejarah, pemerintahan dan kriminal.

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.