PDAM Surabaya Klaim Tarif Paling Murah se-Indonesia, Tapi Air untuk Warga Keruh
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 08 Sep 2026 20:17 WIB
selalu.id - Kritik keras kembali dilayangkan Komisi B DPRD Kota Surabaya terhadap kinerja pengelolaan Perumda Air Minum Surya Sembada atau PDAM Surabaya.
Tak hanya masalah perumahan mewah, kalangan legislator kini mendesak jajaran direksi baru PDAM untuk menyisir penggunaan air oleh lini bisnis kelas atas, termasuk hotel-hotel berbintang di Kota Pahlawan.
Baca Juga: Polemik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit Surabaya, PDAM Pilih Jalur Diskusi
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, menilai persoalan tarif dan pengelolaan air untuk korporasi besar perlu diurai secara transparan.
Ia mempertanyakan potensi kejanggalan dalam skema pemanfaatan air oleh hotel-hotel besar yang diduga menikmati fasilitas dengan tarif yang tidak sepadan.
“Banyak hotel-hotel yang mungkin di-check saja. Ini mestinya tahu. Masa hotel besar tarifnya sekian,” tegas politisi yang akrab disapa Buleks tersebut usai menemui aksi unjuk rasa massa Gempar Jatim di gedung DPRD Surabaya, Selasa (8/9/2026).
Menurut Buleks, entitas bisnis skala besar yang meraup keuntungan di Surabaya sepatutnya memberikan kontribusi proporsional terhadap aset dan fasilitas milik Pemkot.
Pengawasan ketat mendesak dilakukan agar tidak ada kelompok usaha tertentu yang diuntungkan di atas fasilitas publik.
Selain persoalan komersialisasi air untuk dunia usaha, Buleks membeberkan keluhan klasik warga terkait buruknya kualitas pasokan air bersih.
Baca Juga: Didemo Gempar Jatim soal Air Mampet, PDAM Surabaya Cuma Jawab Begini
Masalah air keruh atau butek yang mengalir ke rumah-rumah warga selama berhari-hari dinilai sangat merugikan pelanggan, terutama ketika air kotor tersebut terlanjur masuk dan mengendap di dalam tandon.
Ia menekankan agar manajemen PDAM tidak hanya berlindung di balik kata maaf, melainkan menghadirkan skema kompensasi nyata bagi warga yang terdampak.
“Kalau butek ini masa nggak di-mamp-kan. Tadi kan disampaikan meminta maaf, tetapi setidaknya ini sebagai catatan, berapa hari ini kamu keruh? Sehingga dihitunglah. Jangan sampai dibebankan kepada pelanggan,” tegas Buleks.
Guna menyelesaikan persoalan ini secara tuntas, Komisi B menjadwalkan pemanggilan jajaran direksi PDAM Surabaya dalam agenda hearing resmi untuk merumuskan langkah strategis dan skala prioritas perbaikan layanan.
Baca Juga: Penjelasan PDAM Soal Air Baku Kali Surabaya yang Kini Keruh dan Berbau
Di sisi lain, pihak PDAM Surabaya bergeming. Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda Air Minum Surya Sembada, Louis Andiliun Gatu, mengklaim bahwa tarif air minum di Surabaya saat ini merupakan yang termurah di Indonesia.
Louis berkilah bahwa keterbatasan operasional tidak lepas dari status PDAM yang harus menanggung biaya investasi dan pembangunan infrastruktur secara mandiri tanpa ditopang suntikan anggaran penuh.
“Air kita adalah termurah di Indonesia. Dengan keterbatasan kami, ketika kami tidak bisa melayani dengan baik, kami akan berbenah,” dalihnya.
Editor : Zein Muhammad