Senin, 12 Okt 2026 04:49 WIB

Kepala Bappeda Jatim dalam Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah

Kemaki saat menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, usut dugaan korupsi dana hibah. (Foto: Rofik/selalu.id).
Kemaki saat menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, usut dugaan korupsi dana hibah. (Foto: Rofik/selalu.id).

selalu.id - Kelompok Masyarakat anti korupsi (Kemaki) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (8/7/2026).

Aksi tersebut digelar untuk menyikapi dugaan korupsi dana hibah yang diduga dilakukan oleh Kepala Bappeda Jatim.

Baca Juga: Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa jadi Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan

Dugaan korupsi dan mal administrasi tersebut dipicu olehdugaan kuatnya penyelewengan struktural yang sistematis pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang dikelola oleh Bappeda Jatim, selaku regulator utama perencanaan anggaran.

Atoilah Ainur Ridho, koordinasi lapangan mengatakan, dugaan korupsi tersebut terungkap berdasarkan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) yang diungkap dalam persidangan.

"Dugaan korupsi itu terungkap berdasakan penyidikan dari penyidik KPK atas perkara ijon fee dana hibah yang diungkap dalam fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya," terangnya.

Baca Juga: Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Ainur menyebut, alokasi anggaran dengan skema pemotongan fee secara masif yang berkisar antara 15 persen itu, menggunakan skema penghapusan alokasi dana hibah Gubernur yang sejatinya menjadi hak umat.

"Terjadi pemotongan pada alokasi anggaran dana hibah yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat dan pesantren dengan presentase cukup besar sehingga dana yang tersisa minim, serta terjadi penghapusan alokasi dana yang dialihkan untuk anggaran pogram kepala dinas," jelasnya.

Baca Juga: KPK Geledah Kantor BPN Kota Mojokerto Usut Kasus Suap HGB

Ditanya soal dugaan korupsi dan mal administrasi yang melibatkan Kepala Bappeda Jatim, Ainur menegaskan bahwa saat ini dinas tersebut telah mempersempit akses informasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang hibah gubernur.

"Informasi yang disampaikan oleh Bappeda dilakukan secara mendadak dan memberikan waktu perbaikan permohonan hibah kepada masyarakat secara singkat, sehingga dampaknya penyerapan dana hibah kepada masyarakat tidak maksimal dan timbul silpa anggaran yang kemudian dialihkan kepada proyek titipan dinas yang pada akhirny dikorupsi berjamaah, salah satunya pada proyek break water di Pelabuhan Watu Ulo di Jember," paparnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil Persib vs Dewa United, Gol Marc Klok Selamatkan Maung Bandung dari Kekalahan

Bermain di kandang sendiri, Persib Bandung comeback dari ketinggalan dua gol tanpa balas sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang.

Eks Kader PDIP Surabaya Membelot ke PSI, Ini Kata Pakar

Fenomena perpindahan kader ini dinilai tidak hanya sekadar pertukaran figur, melainkan potensi pergeseran mesin politik di tingkat akar rumput.

Diduga Dicekoki Telur Mentah, Bayi di Surabaya Meninggal Dunia

Kisah pilu ini mendadak gempar di media sosial setelah sang tante, Calista Arisha, yang mengunggah jeritan hatinya melalui platform Threads.

Sempat Hilang Misterius, Ibu Muda Baru Melahirkan Ditemukan di Jurang Malang

Berdasarkan pemeriksaan awal, wanita 30 tahun tersebut mengalami luka fraktur pada kaki kiri serta patah atau benturan di bagian kepala.

Polres Pasuruan Telusuri Dugaan Tambang Ilegal di Lemahbang Pasrepan

Polres Pasuruan mengimbau warga agar tidak segan melaporkan indikasi aktivitas penambangan yang meragukan atau tidak sesuai ketentuan.

Kapolri Mutasi Lagi Perwira Polisi, Berikut Daftarnya

Langkah ini diambil guna memperkuat kinerja institusi serta menjaga kesinambungan tugas-tugas kepolisian di lapangan dengan tagline Polri Bersama Masyarakat.