Kepala Bappeda Jatim dalam Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah
- Penulis : Mohammad Rofik
- | Rabu, 08 Jul 2026 23:00 WIB
selalu.id - Kelompok Masyarakat anti korupsi (Kemaki) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (8/7/2026).
Aksi tersebut digelar untuk menyikapi dugaan korupsi dana hibah yang diduga dilakukan oleh Kepala Bappeda Jatim.
Baca Juga: Bantah Rugikan Negara Rp83,2 Miliar, Tiga Mantan Pejabat Pelindo 3 Tegaskan Tak Terima Suap
Dugaan korupsi dan mal administrasi tersebut dipicu olehdugaan kuatnya penyelewengan struktural yang sistematis pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang dikelola oleh Bappeda Jatim, selaku regulator utama perencanaan anggaran.
Atoilah Ainur Ridho, koordinasi lapangan mengatakan, dugaan korupsi tersebut terungkap berdasarkan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) yang diungkap dalam persidangan.
"Dugaan korupsi itu terungkap berdasakan penyidikan dari penyidik KPK atas perkara ijon fee dana hibah yang diungkap dalam fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya," terangnya.
Baca Juga: Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Divonis 10 Tahun dalam Kasus Korupsi Dindik Jatim
Ainur menyebut, alokasi anggaran dengan skema pemotongan fee secara masif yang berkisar antara 15 persen itu, menggunakan skema penghapusan alokasi dana hibah Gubernur yang sejatinya menjadi hak umat.
"Terjadi pemotongan pada alokasi anggaran dana hibah yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat dan pesantren dengan presentase cukup besar sehingga dana yang tersisa minim, serta terjadi penghapusan alokasi dana yang dialihkan untuk anggaran pogram kepala dinas," jelasnya.
Baca Juga: Korupsi BSPS Sumenep, Jaksa Dakwa Tenaga Ahli Anggota DPR RI Terima Rp3 Miliar
Ditanya soal dugaan korupsi dan mal administrasi yang melibatkan Kepala Bappeda Jatim, Ainur menegaskan bahwa saat ini dinas tersebut telah mempersempit akses informasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang hibah gubernur.
"Informasi yang disampaikan oleh Bappeda dilakukan secara mendadak dan memberikan waktu perbaikan permohonan hibah kepada masyarakat secara singkat, sehingga dampaknya penyerapan dana hibah kepada masyarakat tidak maksimal dan timbul silpa anggaran yang kemudian dialihkan kepada proyek titipan dinas yang pada akhirny dikorupsi berjamaah, salah satunya pada proyek break water di Pelabuhan Watu Ulo di Jember," paparnya.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-14551-kepala-bappeda-jatim-dalam-pusaran-dugaan-korupsi-dana-hibah
