Sabtu, 08 Agu 2026 01:05 WIB

Kemaki Minta KPK dan Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Anggaran APBD Jatim

Kemaki Jatim saat menggelar demo di depan Kantor Bappeda Jawa Timur. (Dok. Istimewa).
Kemaki Jatim saat menggelar demo di depan Kantor Bappeda Jawa Timur. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Puluhan massa yang menamakan dirinya dari Kelompok Masyarakat Anti Korupsi (Kemaki) Jawa Timur menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Badan pendapatan aerah (Bappeda) Jatim di Surabaya, Selasa (23/6/2026).

Mereka menyuarakan adanya dugaan penyelewengan struktural yang sistematis dalam pengelolaan anggaran pendapatan daerah (APBD) Jawa Timur yang melibatkan oknum Tim TAPD Bappeda Jatim, Kepala Dinas, OPD, serta anggota DPRD Jatim.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Koordinator Aksi, Athoillah Ainur Ridho mengatakan bahwa berdasarkan investigasi yang dilakukan serta fakta yang terungkap dalam persidangan kasus dana hibah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, dan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi adanya modus baru "kong kalikong" perencanaan anggaran.

Menurutnya, terjadi sistem "ijon" alokasi anggaran dengan skema pemotongan fee yang sangat masif, berkisar antara 15�ngan skema penghapusan alokasi dana hibah gubernur yang sejatinya menjadi hak umat, kemudian dialihkan alokasinya untuk anggaran program kepala dinas dengan jumlah fantastis.

"Karena syahwat politik oknum legislatif, belum termasuk potongan untuk koordinator lapangan dan administrasi, yang berdampak pada dana untuk masyarakat tersisa minim, dan terjadi penghapusan alokasi dana hibah dengan dialihkan alokasinya untuk anggaran program kepala dinas dengan jumlah fantastis," terang Ainur Ridho dalam pernyataannya.

Pria yang akrab disapa Atok itu juga mengungkapkan setiap tahunnya telah terjadi pemotongan secara sepihak dana hibah dari Gubernur Jatim sehingga menciderai hak masyarakat yang sah secara hukum.

Itu sebagai mana tertuang dalam yang untuk masayarakat telah menciderai Permendagri No. 123 Tahun 2018 dan Pergub Jatim No. 134 Tahun 2018 jo. Pergub Jatim No. 7 Tahun 2024.

Baca Juga: Pemprov Jatim Siap Dukung Jember Fashion Carnaval Tembus Level Internasional

"Pemangkasan secara paksa menyasar sektor vital umat, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan pesantren atau madrasah, tempat ibadah keagamaan, serta Ruang Kelas Baru (RKB). Anggaran ini dialihkan demi memperbesar dana ookir DPRD dan proyek titipan kepala dinas," jelasnya.

Atok juga menyoroti adanya beberapa infrastruktur yang tidak bertahan lama pasca dilakukan pembangunan menjadi bukti nyata lemahnya penngawasan anggaran. 

Seperti halnya proyek Breakwater di Pelabuhan Jember pada Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) Jatim TA 2025 yang saat ini sedang dibidik oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

"Dampak paling nyata dan destruktif dari pengalihan anggaran ke proyek kedinasan yang korup ini adalah hancurnya kualitas infrastruktur fisik akibat pengabaian kelayakan teknis dan manipulasi spesifikasi material, pada proyek pemecah gelombang (Breakwater)," tegasnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Penerima, DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Peran Warga Awasi Anggaran Daerah

Atok menyebut, berdasarkan kondisi saat ini, Infrastruktur bernilai miliaran rupiah tersebut kini berada dalam kondisi rusak parah sehingga terindikasi kuat mengalami gagal konstruksi (total failure) sebelum sempat memberikan asas manfaat yang nyata bagi kesejahteraan para nelayan lokal. 

"Proyek ini diduga kuat sengaja dikerjakan asal-asalan demi mengejar setoran fee birokrasi struktural. Skandal kebobrokan fisik ini sekarang tengah berada dalam bidikan serius dan tahap penanganan hukum oleh Kejati Jatim," bebernya.

Atas temuan itu, pihaknya meminta kepada Gubernu Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk mencopot Kepala Dinas Kelautan Perikanan (KKP) Jatim serta memblacklist kontraktor yang memiliki rekam jejak jelek.

Editor : Zain Ahmad
Berita Terbaru

Uji Mental Peserta, Prelimenary Raka Raki 2026 Digelar di Atrium Gressmall

Kegiatan di ruang publik seperti pusat perbelanjaan ini, menurut Ali Affandi, akan mengasah mental peserta di depan pengunjung mall.

Jatanras Polda Jatim Bekuk Mantan Satpam Pembunuh Nenek di Pasuruan

Polisi akan segera menggelar rekonstruksi lengkap guna melengkapi berkas perkara dan mengungkap tabir kejahatan ini secara utuh.

Dua Legenda Timnas Turun Gunung, Yusuf Ekodono dan Anang Ma'ruf Kawal Pembinaan Pemain Muda di Soekarno Cup 2026

Turnamen kelompok umur edisi ketiga ini bakal mengumpulkan 400 talenta muda dari 16 provinsi se-Indonesia.

Sambut HUT ke-81 RI dan Akreditasi Paripurna, RSD dr. Soebandi Jember Berbagi Santunan ke Warga Sekitar

Langkah ini diharapkan membuat masyarakat ikut merasa memiliki serta mendukung tumbuh kembang rumah sakit rujukan tersebut.

Fakta Baru Pencurian Kursi Besi Pemkot Surabaya, Ternyata Libatkan Perempuan

Saat ini, perempuan tersebut tengah diperiksa intensif untuk mengungkap perannya. Namun, dari pemeriksaan awal, dia berperan sebagai kaki tangan pelaku utama.

Hadirkan Tokoh Lintas Agama, Jember Bersholawat jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pelayanan Publik

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Jember berupaya membumikan salawat sekaligus memperkuat nilai keislaman, kebangsaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.