Senin, 10 Agu 2026 01:11 WIB

Dispendikbud Sidoarjo Pastikan Kuota SPMB Aman, Bunda Tak Perlu Khawatir

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 25 Jun 2026 21:23 WIB
Ilustrasi SPMB 2026. (Dok. Google Gemini).
Ilustrasi SPMB 2026. (Dok. Google Gemini).

selalu.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 berjalan sesuai regulasi yang berlaku, termasuk dalam penentuan kuota daya tampung SMP negeri di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya potongan video di media sosial yang menyoroti kuota penerimaan SMP negeri dalam pelaksanaan SPMB. 

Baca Juga: Cita-cita Aisatus Zahira, Salah Satu Pelajar Sidoarjo untuk Jamnas Pramuka 2026

Dispendikbud Sidoarjo menegaskan seluruh alokasi daya tampung telah disusun berdasarkan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

Plt Kepala Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo, Netty Lastiningsih mengatakan seluruh proses SPMB dilaksanakan secara daring sehingga setiap pergerakan data peserta pada berbagai jalur penerimaan dapat dipantau secara terbuka.

“Seluruh kuota daya tampung SMP negeri di Sidoarjo telah dihitung, direncanakan, dan dialokasikan secara transparan sesuai regulasi dan petunjuk teknis SPMB yang berlaku. Karena sistemnya daring, pergeseran data di setiap jalur tercatat otomatis dan dapat dipantau masyarakat,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).

Netty mengatakan bahwa mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan SPMB. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar memperoleh informasi melalui kanal resmi Dispendikbud guna menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan calon peserta didik maupun orang tua.

Baca Juga: Pesta Siaga Sidoarjo: 1.000 Anak Belajar Keberanian dan Kerja Sama Lewat Petualangan

Di sisi lain, pelaksanaan SPMB juga dibarengi dengan upaya pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS). 

Dispendikbud menegaskan tidak terdapat jalur khusus ATS dalam proses penerimaan siswa baru. Namun, pemerintah daerah tetap melakukan pendampingan apabila ditemukan anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.

“Kami bukan membuat jalur ATS dalam SPMB. Yang kami lakukan adalah memastikan anak-anak yang terindikasi tidak melanjutkan sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan," paparnya.

Baca Juga: Pesta Pramuka Prasiaga Sidoarjo, Cara Seru Tanamkan Karakter Anak Sejak Dini

"Ketika ada laporan, kami bantu proses pendaftarannya dan jika memang membutuhkan dukungan, kami koordinasikan dengan sekolah penerima, termasuk terkait kebutuhan perlengkapan sekolah,” tambah Netty.

Selain pencegahan, Dispendikbud Sidoarjo juga menangani anak yang telah putus sekolah. Tercatat terdapat tiga anak yang sempat berhenti sekolah selama satu tahun dan belum memiliki nomor pendaftaran. Ketiganya kini telah difasilitasi agar dapat kembali melanjutkan pendidikan di tingkat SMP.

“Harapannya dari langkah yang kami lakukan ini dapat mencegah munculnya ATS baru. Bagi yang sudah putus sekolah, kami dorong kembali masuk ke sistem pendidikan atau mengikuti pendidikan kesetaraan agar tetap terdata dalam Dapodik,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Menyalakan Asa Generasi Muda: Soekarno Cup 2026 dan Jalan Menuju Panggung Dunia

Seluruh rangkaian pertandingan Soekarno Cup 2026 bisa disaksikan secara gratis, tanpa dipungut biaya masuk stadion. Turnamen digelar mulai 10-24 Agustus 2026.

Begini Modus Oknum THL Dishub-Satpol PP Surabaya Tipu Empat Korbannya

Seorang THL Dishub berinisial ARC bersama anggota Satpol PP berinisial F diduga menawarkan akses pekerjaan kepada sejumlah warga dengan meminta sejumlah uang.

Curiga Gundukan Tanah, Pemilik Rumah di Mojokerto Temukan Jasad Bayi Terbungkus Kain Merah 

Rumah tersebut sebelumnya kosong ditinggal pemiliknya ke Gresik. Pemilik rumah kemudian melaporkan ke RT.

Dituding Menyuruh Perempuan Aborsi, Mantan Cak Ning Surabaya Sekaligus Runner-up Raka Raki jadi Sorotan

Dugaan tersebut mencuat di media sosial setelah seorang perempuan mengunggah sejumlah informasi dan percakapan yang disebut melibatkan Raka Tio.

Survei PSC Ungkap PR Besar Kabupaten Jember, Dari Banjir hingga Kemacetan

Deni berharap hasil survei tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemkab Jember, DPRD, akademisi, organisasi masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya.

Pengolahan Air Mandiri di Perumahan Mewah Surabaya, Bebas Izin atau Lolos Pengawasan?

Karena itu, Louis meminta persoalan pengelolaan air mandiri di kawasan perumahan tidak seluruhnya dibebankan kepada PDAM Surya Sembada.