Sabtu, 15 Agu 2026 23:53 WIB

Miniatur Kincir Air Hasilkan Listrik Curi Perhatian di Temu Pendidik Nusantara XIII Probolinggo

  • Penulis : Inung
  • | Rabu, 01 Jul 2026 20:21 WIB
Sidiq Romadon saat memperlihatkan karyanya yakni kincir air yang menghasilkan aliran listrik. (Foto: Inung/selalu.id).
Sidiq Romadon saat memperlihatkan karyanya yakni kincir air yang menghasilkan aliran listrik. (Foto: Inung/selalu.id).

selalu.id - Kreativitas siswa menjadi salah satu sorotan dalam pelaksanaan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII yang digelar di SMA Unggulan Badridujja, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/7/2026).

Berbagai karya inovatif dipamerkan, mulai dari media pembelajaran hingga miniatur pembangkit energi terbarukan yang berhasil menarik perhatian para tenaga pendidik.

Baca Juga: Bea Cukai Probolinggo ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal dan Waspadai Modus Penipuan

‎Kegiatan yang diikuti guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Probolinggo ini menghadirkan beragam agenda, seperti kelas inspirasi, nonton bareng Guru Belajar, sesi refleksi, hingga pameran karya siswa sebagai bentuk implementasi pembelajaran di sekolah.

‎Salah satu karya yang paling diminati peserta adalah miniatur kincir air yang mampu menghasilkan listrik dari aliran air. 

Miniatur tersebut dibuat menggunakan bahan sederhana dan barang bekas, seperti tutup botol plastik, stik es krim, dinamo, serta komponen pendukung lainnya.

‎Melalui alat itu, siswa memperagakan proses perubahan energi dari aliran air yang memutar baling-baling menjadi energi mekanik, kemudian dikonversi menjadi energi listrik untuk menyalakan lampu.

‎Salah seorang pembuat miniatur, Sidiq Romadhon, mengatakan ide pembuatan kincir air muncul dari keinginan memanfaatkan potensi aliran sungai yang melimpah saat musim hujan sebagai sumber energi ramah lingkungan.

‎"Di musim hujan aliran sungai cukup deras. Dari situ kami berpikir bagaimana air itu bisa dimanfaatkan menjadi energi terbarukan. Akhirnya kami membuat miniatur kincir air ini sebagai contoh sederhana pembangkit listrik tenaga air," ungkapnya.

‎Menurut Sidiq, penggunaan bahan-bahan bekas dalam pembuatan miniatur juga menjadi bukti bahwa inovasi tidak harus menggunakan peralatan mahal.

‎"Kami ingin menunjukkan kalau barang-barang bekas juga bisa dimanfaatkan menjadi media pembelajaran yang bermanfaat sekaligus mengedukasi tentang energi terbarukan," jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Meluas ke Puncak Seruni Point, Jalur Wisata Ditutup Total

‎Selain miniatur kincir air, para siswa juga menampilkan karya pionering yang dibuat dari susunan kayu kecil dan tali. 

Karya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai maskot kegiatan kepramukaan maupun media pembelajaran teknik dasar pionering.

‎Tak hanya itu, terdapat pula scrapbook biologi berbentuk pop-up book yang memuat ilustrasi dan penjelasan materi pelajaran sehingga memudahkan siswa memahami materi melalui tampilan visual yang lebih menarik‎

‎Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten Probolinggo, Khoridah Sativa, mengatakan Temu Pendidik Nusantara merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Guru Belajar Foundation bersama berbagai organisasi profesi pendidikan sebagai ruang kolaborasi, refleksi, dan saling belajar antarguru.

‎Menurutnya, pelaksanaan TPN XIII di Kabupaten Probolinggo masih berada pada level pertama yang berfokus pada penguatan konsep Merdeka Belajar melalui berbagi praktik baik para pendidik.

Baca Juga: ‎Api Membara, Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Tutup Total

‎"Harapannya guru-guru yang hadir memiliki ruang yang aman untuk merefleksikan perjalanan mereka di sekolah, bertemu dengan murid, sekaligus mendapatkan insight baru dari pengalaman sesama guru. Dengan begitu mereka memiliki semangat baru untuk menghadirkan pembelajaran yang benar-benar berdampak bagi murid," kata Khoridah.

‎Ia menambahkan, pameran karya siswa menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran yang memberi ruang kreativitas mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

‎"Kami ingin menunjukkan bahwa hasil belajar siswa tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi bisa melahirkan karya yang menginspirasi dan memberikan solusi sederhana bagi kehidupan," ujarnya.‎

‎Melalui kegiatan ini, para pendidik tidak hanya memperoleh inspirasi dari sesama guru, tetapi juga dapat melihat secara langsung hasil implementasi pembelajaran yang melahirkan karya-karya inovatif siswa. 

Pameran tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas di ruang kelas mampu menghasilkan solusi sederhana yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Wali Kota Eri juga menilai, SGE menjadi momentum untuk memperkenalkan produk lokal Surabaya kepada masyarakat dan wisatawan. 

Respon Gempa Flores, Polri Prioritaskan Keselamatan Korban dan Warga

Kapolda NTT dan unsur Forkopimda merencanakan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Setidaknya ada sekitar 200 warga yang mengikuti kegiatan serentak secara nasional ini, dari berbagai unsur.

Genapi Rehabilitasi Kawasan Pesisir, TPS Serahkan Tiga Ribu Bibit Mangrove ke DLH Surabaya

Penyerahan ini sekaligus melengkapi total penyaluran program “Donasi Oksigen” milik TPS menjadi 10.000 bibit sepanjang tahun 2026.