Kamis, 04 Jun 2026 13:13 WIB

Diperebutkan 12 Ribu Orang, ITS Terima 1.189 Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN 2022

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Mar 2022 12:18 WIB
Kepala Subdirektorat Admisi Direktorat Pendidikan ITS Unggul Wasiwitonoz
Kepala Subdirektorat Admisi Direktorat Pendidikan ITS Unggul Wasiwitonoz

selalu.id - Institut Sepuluh Nopember (ITS) menerima 1.189 calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022.

Kepala Subdirektorat Admisi Direktorat Pendidikan ITS Unggul Wasiwitonoz menjelaskan bahwa kuota 1.189 kursi yang tersedia di ITS tersebut diperebutkan oleh 12.120 peminat.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Angka penerimaan ini merupakan 20 persen dari total kuota mahasiswa baru ITS tahun 2022," terangnya.

Meski kuota yang tersedia tidak berubah dari tahun lalu, Unggul menjelaskan, jumlah peminat SNMPTN tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 12 persen dari tahun sebelumnya.

Unggul mengatakan, jumlah calon mahasiswa yang diterima melingkupi mahasiswa pemilik KIP-K sebanyak 28,34 persen dan calon mahasiswa reguler sebanyak 71,66 persen.

Kata dia, peminat SNMPTN di ITS masih didominasi oleh murid SMA dari Provinsi Jawa Timur, yaitu sebanyak 839 pendaftar.

Departemen Teknik Informatika masih menduduki peringkat pertama peminat terbanyak di ITS, yaitu sebesar 1.482 peminat.

Angka tersebut disusul oleh Departemen Sistem Informasi sebanyak 825 peminat dan Teknik Sistem dan Industri sebanyak 641 peminat.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Selain itu, Unggul menyampaikan, Departemen Teknik Mesin juga tidak mengganti kebijakan dari tahun sebelumnya, yaitu memprioritaskan pendaftar perempuan pada jalur SNMPTN.

Yang berbeda, tahun ini ITS memberikan kuota SNMPTN melalui sistem golden ticket.

"Departemen Desain Produk Industri (Despro) sudah memberikan golden ticket bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi luar biasa di bidang seni dan desain," ungkapnya.

Unggul menambahkan, penilaian SNMPTN ITS tahun ini juga didasari oleh jumlah siswa pada satu sekolah yang mendaftar ke ITS.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Semakin banyak yang mendaftar dari sekolah tersebut, indeks sekolahnya akan naik dan kuota untuk sekolah tersebut juga akan naik," timpalnya.

Unggul berpesan, calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lolos SNMPTN 2022 dapat bertanggung jawab dan melakukan daftar ulang.

Hal ini karena LTMPT menerapkan kebijakan baru berupa larangan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang di penerimaan SNMPTN.

Oleh karena itu, Unggul berpesan kepada calon mahasiswa ITS yang lolos melalui jalur SNMPTN harap segera memperhatikan timeline pengumuman daftar ulang di laman its.ac.id/admission. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.