Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

Diperebutkan 12 Ribu Orang, ITS Terima 1.189 Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN 2022

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Mar 2022 12:18 WIB
Kepala Subdirektorat Admisi Direktorat Pendidikan ITS Unggul Wasiwitonoz
Kepala Subdirektorat Admisi Direktorat Pendidikan ITS Unggul Wasiwitonoz

selalu.id - Institut Sepuluh Nopember (ITS) menerima 1.189 calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022.

Kepala Subdirektorat Admisi Direktorat Pendidikan ITS Unggul Wasiwitonoz menjelaskan bahwa kuota 1.189 kursi yang tersedia di ITS tersebut diperebutkan oleh 12.120 peminat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Angka penerimaan ini merupakan 20 persen dari total kuota mahasiswa baru ITS tahun 2022," terangnya.

Meski kuota yang tersedia tidak berubah dari tahun lalu, Unggul menjelaskan, jumlah peminat SNMPTN tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 12 persen dari tahun sebelumnya.

Unggul mengatakan, jumlah calon mahasiswa yang diterima melingkupi mahasiswa pemilik KIP-K sebanyak 28,34 persen dan calon mahasiswa reguler sebanyak 71,66 persen.

Kata dia, peminat SNMPTN di ITS masih didominasi oleh murid SMA dari Provinsi Jawa Timur, yaitu sebanyak 839 pendaftar.

Departemen Teknik Informatika masih menduduki peringkat pertama peminat terbanyak di ITS, yaitu sebesar 1.482 peminat.

Angka tersebut disusul oleh Departemen Sistem Informasi sebanyak 825 peminat dan Teknik Sistem dan Industri sebanyak 641 peminat.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Selain itu, Unggul menyampaikan, Departemen Teknik Mesin juga tidak mengganti kebijakan dari tahun sebelumnya, yaitu memprioritaskan pendaftar perempuan pada jalur SNMPTN.

Yang berbeda, tahun ini ITS memberikan kuota SNMPTN melalui sistem golden ticket.

"Departemen Desain Produk Industri (Despro) sudah memberikan golden ticket bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi luar biasa di bidang seni dan desain," ungkapnya.

Unggul menambahkan, penilaian SNMPTN ITS tahun ini juga didasari oleh jumlah siswa pada satu sekolah yang mendaftar ke ITS.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Semakin banyak yang mendaftar dari sekolah tersebut, indeks sekolahnya akan naik dan kuota untuk sekolah tersebut juga akan naik," timpalnya.

Unggul berpesan, calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lolos SNMPTN 2022 dapat bertanggung jawab dan melakukan daftar ulang.

Hal ini karena LTMPT menerapkan kebijakan baru berupa larangan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang di penerimaan SNMPTN.

Oleh karena itu, Unggul berpesan kepada calon mahasiswa ITS yang lolos melalui jalur SNMPTN harap segera memperhatikan timeline pengumuman daftar ulang di laman its.ac.id/admission. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.