Minggu, 27 Sep 2026 08:17 WIB

Demonstrasi di Surabaya: Massa Bentangkan Spanduk Meme Prabowo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Jun 2026 17:24 WIB
Spanduk meme Prabowo yang dibentangkan massa aksi demonstrasi di Surabaya
Spanduk meme Prabowo yang dibentangkan massa aksi demonstrasi di Surabaya

selalu.id – Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026), diwarnai kemunculan spanduk bertuliskan “Prabowo Lemes Longor”. 

Spanduk bernuansa meme dengan bahasa lokal Surabaya itu menjadi salah satu simbol kritik massa terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Demo di Jakarta Memanas: Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Total, Berikut Daftarnya

Ratusan peserta aksi yang tergabung dalam Front Anti Kapitalisme bersama sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar long march dari Monumen Kapal Selam menuju Grahadi. 

Selain membawa poster dan menyampaikan orasi, massa membentangkan spanduk besar bertuliskan “Prabowo Lemes Longor” di lokasi aksi.

Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, mengatakan istilah tersebut dipilih sebagai bentuk satire yang dekat dengan budaya masyarakat Surabaya.

“‘Lemes longor’ berasal dari bahasa yang sedang ramai digunakan di media sosial. Kami memakainya karena menilai pemerintah lemah dalam mengambil kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat kecil,” ujar Septia, kepada awak wartawan.

Menurutnya, penggunaan istilah tersebut bukan sekadar mengikuti tren, tetapi sebagai kritik terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai belum menjawab persoalan utama masyarakat, terutama kenaikan harga kebutuhan pokok dan sulitnya memperoleh pekerjaan.

Baca Juga: Jeritan Hati Tukang Becak di Mojokerto, Berjuang Rebut Kembali Tanah yang Dirampok Mafia

“Kami melihat pemerintah lebih fokus pada kebijakan-kebijakan yang menurut kami tidak menyentuh akar persoalan. Yang dirasakan masyarakat hari ini justru harga-harga naik, lapangan kerja masih sulit, sementara pendidikan dan kesehatan belum menjadi prioritas,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa juga mengusung 12 tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan utama adalah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), disusul penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, pencabutan UU Polri dan UU TNI, penciptaan lapangan kerja yang layak, hingga penghentian reklamasi Surabaya Waterfront Land.

Selain itu, mereka menuntut pembebasan tahanan politik, peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan, penyediaan transportasi umum yang layak dan gratis, penghentian tindakan represif terhadap kelompok marjinal, serta sejumlah tuntutan politik lainnya.

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Septia menyebut aksi kali ini merupakan kelanjutan dari rangkaian demonstrasi yang telah berlangsung di Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Melalui tema #IndonesiaSekarat, massa ingin menunjukkan bahwa kondisi yang mereka rasakan telah berada pada tahap yang lebih mengkhawatirkan.

“Kalau sebelumnya narasinya menuju krisis, sekarang kami merasa Indonesia sudah sekarat. Karena itu kami ingin terus memperpanjang napas perlawanan bersama masyarakat sipil,” ucapnya.

Ia juga menegaskan Front Anti Kapitalisme membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons dari pemerintah.

“Kami akan terus menggelar aksi. Bahkan sangat mungkin tensinya lebih besar dari hari ini jika tidak ada perubahan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

IGIC 2026, Menag Nasaruddin: Imam untuk Duta Perdamaian Dunia

Kedekatan imam dengan masyarakat menjadikan pemimpin keagamaan memiliki posisi strategis untuk membangun dialog.

Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergi Kades BPD, Perencanaan Pembangunan 2027 Harus Dimulai Sekarang

Ia juga mengingatkan BPD bukan lawan, melainkan mitra kerja kades.

Festival Gamelan Kahuripan 2026, Siswa Sidoarjo Jadi Garda Pelestarian Karawitan

Pada 2025 di lokasi yang sama ada 23 kelompok. Kini 2026 mencapai 33 kelompok dari pelajar dan masyarakat umum.

Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Akibat kecelakaan tersebut, korban langsung meningga dunia di lokasi kejadian.

Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, SIERLakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran

Direktur Operasi PT SIER, Yohanes Deddy Setiawan, mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan lingkungan menjadi perhatian serius.

Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa jadi Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan

Penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi dan empat ahli serta melakukan penggeledahan di empat lokasi.