Penyelenggaraan Makin Progresif, Festival Dayung Tejoasri Lamongan Diproyeksi jadi Agenda Rutin Jatim
- Penulis : Tim Selalu
- | Senin, 10 Agu 2026 09:27 WIB
selalu.id - Dalam memperingati HUT Ke-81 RI, sebanyak 32 tim dayung dari berbagai daerah di Jawa Timur beradu cepat di Festival Dayung Tejoasri (FDT) ke-4 yang digelar di Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan (9/8/2026). Ribuan warga memadati tepian sungai sejak pagi untuk menyaksikan perlombaan perahu tradisional yang kini mulai menjadi ikon sport tourism di Lamongan
Ke 32 tim dayung dari tujuh kabupaten/kota se Jawa Timur selain berupaya menjadi yang tercepat di arena, juga memamerkan kostum unik yang digunakan para maskot dayung. Ada yang menggunakan pakaian adat, berpakaian super hero, hingga cosplay tuyul.
Baca Juga: Ahmad Jauhar Fikri, Kandidat Termuda Penantang Nama Besar di Bursa Ketua DPC PKB Lamongan
Tak hanya menghadirkan persaingan sengit di atas air, festival tersebut juga menjadi magnet wisata yang menggerakkan ekonomi masyarakat. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan ramainya pengunjung untuk menjajakan berbagai produk kuliner dan kerajinan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang menyaksikan perlombaan, mengapresiasi perkembangan Festival Dayung Tejoasri yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Festival ini tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga mampu mengangkat potensi wisata bengawan mati sebagai destinasi unggulan di Lamongan.
“Kita bisa melihat, festival dayung ini makin baik dari tahun ke tahun. Selalu menuju lebih baik dan terus berbenah, dari penyelenggaraannya, pesertanya, sampai panitianya,”ujar Yuhronur usai penyerahan meladi kemenangan kepada para pemenang.
Baca Juga: Guru Honorer di Surabaya Cabuli Siswi 14 Tahun, Kejadiannya Bikin Miris
Ke depan, Festival Dayung Tejoasri akan mulai diproyeksi untuk pemenuhan standarisasi olah raga dayung secara resmi. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur Muhammad Hadi Wawan Guntoro, mempertimbangkan agar event ini tidak hanya jadi hiburan rakyat, tapi juga memberi kontribusi pada prestasi.
“Mungkin kedepan bisa ada standarisasinya. Sehingga kegiatan ini bukan hanya jadi olah raga dan hiburan yang lahir dari masyarakat, tapi juga dengan standarisasi, bisa menyumbang kontribusi pada prestasi. Baik untuk Lamongan, Jawa Timur, dan juga indonesia,” Ungkap Hadi
Sementara itu Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar mengapresiasi proyeksi Pemprov Jatim jika akan memberikan dukungan kepada Festival Dayung Tejoasri ke depan.
Baca Juga: Kejurprov Dayung Piala Gubernur Jatim 2026 Dibuka di Mojokerto, Total 350 Atlet Terlibat
“Kita selalu terbuka kalau misalkan Pemprov Jatim melirik Desa Tejoasri untuk dijadikan agenda rutin ke depan. Mengenai hal-hal teknis lain, nanti kami mengikuti apa yang jadi petunjuk Pemprov Jatim,” aku Yusuf.
Dari 32 tim yang berlaga, tim dayung desa Jumputrejo Kabupaten Sidoarjo, berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan tim Desa Pupus, Kecamatan Blawi, Kabupaten Lamongan. Sementara peringkat tiga dan empat diraih oleh desa Tebaloan Gresik dan Desa Jelak Catur Lamongan.
Editor : Redaksi