Selasa, 16 Jun 2026 21:22 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Ajak Warga Maknai Tahun Baru Islam dengan Hijrah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat gelar doa dan dzikir bersama warga dalam peringatan 1 Muharram. (Dok. Humas Pemprov Jatim).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat gelar doa dan dzikir bersama warga dalam peringatan 1 Muharram. (Dok. Humas Pemprov Jatim).

selalu.id - Dalam rangka Tahun Baru 1448 Hijriah 1 Muharram, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar doa bersama, dzikir hingga salawat di Masjid Islamic Center, Surabaya.

Acara yang dihadiri oleh 5000 warga, itu  juga turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak beserta Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Baca Juga: Wabup Pasuruan Hadiri Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026, Hilirisasi Produk Hutan jadi Sorotan

Kegiatan berjalan khidmat dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH. Abdul Hamid Abdullah. 

Adapula Tausiyah Tahun Baru Hijriyah disertai doa yang dibawakan oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara personal maupun sosial. 

Menurutnya, makna hijrah tidak sekadar perpindahan secara fisik, tetapi perubahan menuju kebaikan yang berkelanjutan.

Peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum refleksi dan pembelajaran yang sangat penting dalam kehidupan.

"Saya ingin kita memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah, satu momentum yang secara saintifik memberikan pembelajaran yang sangat kuat bagaimana sesungguhnya proses hijrah kaum Muhajirin dan bagaimana kaum Anshar menjadi penolong," katanya.

Khofifah menjelaskan, 1 Muharram merupakan momentum penting mengamalkan Surah Al-Maidah Ayat 2, yakni "Wa ta'awanu 'alal-birri wat-taqwa wa la ta'awanu 'alal-itsmi wal-'udwâni wattaqullah, innallaha syadidul-'iqab." Yang berarti, "Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya".

"Pada posisi seperti inilah bagaimana sesungguhnya tolong-menolong di antara kita menjadi bagian penting untuk membangun kesolehan sosial. Dan yang penting juga bagaimana pergantian tahun dari 1447 Hijriah menuju 1448 Hijriah bisa menjadi momen menghijrahkan kita," tuturnya.

Baca Juga: Sederet Komitmen Pemprov Jatim dalam Dukung Perkembangan Industri Konstruksi

"Kalau biasanya kita yang punya hutang, bisa hijrah menjadi lunas hutangnya. Atau dari yang semula punya hutang, bisa hijrah menjadi bisa menghutani," tambah Khofifah.

Menurutnya, yang tadinya bikin kegiatan minta sedekah, maka sekarang hijrah bikin kegiatan sekaligus mensedekahi. 

"Jadi 1 Muharram ini ada proses hijrah yang positif yang bisa menggerakkan dari kebaikan yang satu menuju kebaikan-kebaikan berikutnya," jelas Khofifah.

Proses hijrah secara historis, menjadi bagian penting bagi proses hidup manusia. Terlebih dalam perannya sebagai entitas keluarga maupun sebagai komunitas masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. 

"Oleh karena itu, proses inilah yang menjadi starting point kita untuk bisa berpikir bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan itulah kategori orang yang beruntung. Maka, mulai malam ini, kita akan menggerakkan seluruh ikhtiar kita dan mengerakkan seluruh energi kita menuju kebaikan lebih baik dan lebih baik lagi," tuturnya.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Di akhir, Gubernur Khofifah juga meminta doa agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa amanah dan dimudahkan dalam melayani masyarakat. Di mana, pada peringatan tahun baru Hijriah ini, ia berharap agar semua program pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal.

"Terima kasih semuanya. Selamat menyambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 Hijriah. Mudah-mudahan tahun depan tambah bahagia, tambah berkah, dan tahun baru ini membawa kemanfaatan untuk kehidupan kita semua. Amin," paparnya.

Tak hanya pemanjatan doa dan lantunan ayat suci Al-Qur'an, acara juga dimeriahkan dengan undian 15 paket Tabungan Umroh bagi Wajib Pajak Patuh oleh Gubernur Khofifah dan Forkopimda Jatim. 

Selain tabungan umroh, diundi pula berbagai doorprize berupa sepeda motor, laptop, TV, dan 4 kulkas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

RLD Soroti Ancaman Penghapusan Konten Digital pada Independensi Kerja Jurnalistik

Menurut Fatchur, fenomena tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menimbulkan preseden yang dapat mengganggu kemerdekaan pers.

Pria Sidoarjo yang Curi Rokok Demi Anak Tak jadi Ditahan, Korban Sepakat Damai

Alfin menjelaskan, hasil dari mediasi di Polsek Pungging antara dirinya dan pelaku setuju untuk berdamai dan laporan kepolisian dicabut.

Ruben Amorim Resmi jadi Pelatih AC Milan, Siap Bantai Manchester United

Amorim pun tidak bersabar melatih Milan. Apalagi jika berjumpa MU. Ia mengaku siap memberikan pelajaran terhadap mantan klub yang pernah ia latih tersebut.

Gempa Berkekuatan M 6,7 Guncang Palu, Rusak Rumah Sakit hingga Kantor Bupati

Hingga saat ini, Tim BMKG, BNPB, dan BPBD masih melakukan pemantauan serta pendataan dampak gempa di wilayah terdampak.

Pemkab Sidoarjo Raih Opini WTP 13 Kali, Bupati Subandi Klaim Begini

Subandi menyatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sidoarjo terus dijalankan secara transparan hingga akuntabel.

Polisi Usut Proyek Maut di Margorejo Surabaya, Siapa jadi Tersangka?

Beberapa pihak yang dianggap harus bertanggung atas proyek maut di Margorejo itu akan segera dipanggil dan dimintai keterangan.