Jumat, 30 Okt 2026 10:09 WIB

IJTI Surabaya Desak Presiden Prabowo Minta Maaf soal Istilah Londo Ireng

IJTI Korda Surabaya saat menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id)
IJTI Korda Surabaya saat menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id)

selalu.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Surabaya mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait penggunaan istilah "londo ireng" terhadap kalangan wartawan dalam pidato peringatan HUT ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta, 23 Juli lalu.

Tuntutan itu disampaikan lewat aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Giliran Bahlil Dipanggil Presiden Prabowo untuk Rapat Tertutup Hari Ini, Ada Apa?

Ketua IJTI Korda Surabaya, Falentinus Hartayan menilai pernyataan Presiden Prabowo berpotensi melukai martabat profesi jurnalistik yang selama ini bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

IJTI juga menekankan kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi. Fungsi kritik dan kontrol sosial media diatur undang-undang, sehingga hubungan pemerintah dan pers harus didasari rasa saling menghormati.

Seperti diketahui, secara historis, istilah "londo ireng" awalnya merujuk pada serdadu Belanda berkulit gelap, kemudian bergeser menjadi sebutan merendahkan bagi warga pribumi yang dianggap membela kepentingan kolonial atau mengkhianati bangsa.

Penggunaannya dalam konteks kekinian dipandang sebagai sindiran yang menyudutkan dan tidak tepat ditujukan kepada profesi jurnalistik.

Baca Juga: Sore Ini Presiden Prabowo akan Temui Menlu Singapura

Berikut pernyataan sikap IJTI Korda Surabaya:

1. Menyesalkan pemberian stigma "londo ireng" kepada seluruh profesi wartawan

2. Menegaskan wartawan adalah pihak independen yang menyajikan informasi jujur, faktual, dan berimbang demi kepentingan publik, bukan merusak bangsa

Baca Juga: Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

3. Mengingatkan wartawan adalah warga negara yang menghadapi berbagai risiko demi menjaga transparansi, pengawasan pemerintahan, dan kelangsungan demokrasi

4. Mengingatkan setiap sengketa pemberitaan memiliki jalur penyelesaian resmi melalui hak jawab, hak koreksi, atau Dewan Pers, sehingga tidak patut digeneralisasi menjadi stigma bagi seluruh profesi

5. Secara tegas meminta permintaan maaf terbuka dari Presiden kepada seluruh insan pers Indonesia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Potong Jalan Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Diamankan dan Satu Lompat Sungai

Pengemudi mobil Toyota Avanza diduga memotong jalur mobil Toyota Zenix.

BPS RI Apresiasi Jember, Ekonomi Tumbuh dan Kemiskinan Turun

Pemerintah daerah berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan.

Fakta-fakta Mengerikan Kasus Mutilasi Ibu-Anak di Madiun

Sejauh ini, 16 orang saksi telah dimintai keterangan, mulai dari pegawai hotel, tetangga, pihak keluarga, hingga kerabat korban. 

Kejati Jatim Usut Dugaan Aliran Pungli Perizinan Rp687 Juta ke Mantan Kadis ESDM

Dari total saksi yang dipanggil, sebanyak 21 orang di antaranya sudah memenuhi panggilan dan memberikan keterangan di hadapan penyidik.

Waspada Pakai ChatGPT, Ini Dampak Fatalnya yang Jarang Diketahui

Kasus ini mencuat setelah Michael Lines (34), pria yang mengidap gangguan bipolar, resmi melayangkan gugatan hukum terhadap perusahaan pengembang OpenAI.

Gudang Produksi Pintu di Mojokerto Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

Bangunan berukuran 80x50 meter persegi itu rata dengan tanah.