Jumat, 31 Jul 2026 19:31 WIB

IJTI Surabaya Desak Presiden Prabowo Minta Maaf soal Istilah Londo Ireng

IJTI Korda Surabaya saat menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id)
IJTI Korda Surabaya saat menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id)

selalu.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Surabaya mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait penggunaan istilah "londo ireng" terhadap kalangan wartawan dalam pidato peringatan HUT ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta, 23 Juli lalu.

Tuntutan itu disampaikan lewat aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Ketua IJTI Korda Surabaya, Falentinus Hartayan menilai pernyataan Presiden Prabowo berpotensi melukai martabat profesi jurnalistik yang selama ini bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

IJTI juga menekankan kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi. Fungsi kritik dan kontrol sosial media diatur undang-undang, sehingga hubungan pemerintah dan pers harus didasari rasa saling menghormati.

Seperti diketahui, secara historis, istilah "londo ireng" awalnya merujuk pada serdadu Belanda berkulit gelap, kemudian bergeser menjadi sebutan merendahkan bagi warga pribumi yang dianggap membela kepentingan kolonial atau mengkhianati bangsa.

Penggunaannya dalam konteks kekinian dipandang sebagai sindiran yang menyudutkan dan tidak tepat ditujukan kepada profesi jurnalistik.

Baca Juga: Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Berikut pernyataan sikap IJTI Korda Surabaya:

1. Menyesalkan pemberian stigma "londo ireng" kepada seluruh profesi wartawan

2. Menegaskan wartawan adalah pihak independen yang menyajikan informasi jujur, faktual, dan berimbang demi kepentingan publik, bukan merusak bangsa

Baca Juga: Prabowo Beli Dua Sapi Simental untuk Kurban di Mojokerto, Bobotnya 1 Ton Lebih

3. Mengingatkan wartawan adalah warga negara yang menghadapi berbagai risiko demi menjaga transparansi, pengawasan pemerintahan, dan kelangsungan demokrasi

4. Mengingatkan setiap sengketa pemberitaan memiliki jalur penyelesaian resmi melalui hak jawab, hak koreksi, atau Dewan Pers, sehingga tidak patut digeneralisasi menjadi stigma bagi seluruh profesi

5. Secara tegas meminta permintaan maaf terbuka dari Presiden kepada seluruh insan pers Indonesia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Operasi URC Polda Jatim: Ringkus 206 Pelaku 3C, Sita Ratusan Kendaraan

Dalam ungkap ini, sejumlah kendaraan hasil curian yang disita penyidik juga telah diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Massa PSHT Kepung Markas M1R di Surabaya: Sempat Ricuh, Satu Petugas Terluka

Aksi ini merupakan bagian dari penyampaian aspirasi massa PSHT buntut kasus pembacokan terhadap dua petugas valet di Ambyar Superclub Surabaya.

2 Oknum Petugas DLH Surabaya Peras Pedagang di Kawasan Tugu Pahlawan, Ini Tampangnya

Kasus ini terungkap setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima laporan yang disertai sejumlah bukti, termasuk tangkapan layar percakapan dalam grup WA.

Wujudkan Tata Kelola Bersih dan Transparan di Sektor Energi, PGN Gandeng Kejati Jatim

Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen Kejati Jawa Timur dan PGN dalam membangun tata kelola korporasi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Harga Emas Antam Hari Ini: Naik Lagi, Tapi Gak Banyak ya Bunda..

Sedangkan dalam sebulan terakhir harga emas Antam juga turun dengan rentang Rp2.769.000-2.992.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Karier Lagi Bagus, Sementara Percintaan Bikin Galau

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk.