Senin, 14 Sep 2026 23:48 WIB

Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Proses petik jeruk siam madu di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Proses petik jeruk siam madu di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Dulu, area di pinggir Sungai di Balongcangkring II, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Mojokerto hanya jadi lahan kosong. Kini, suara cangkul dan tawa warga Kelompok Tani Bangun Jaya menggantikannya.

Di bawah kepemimpinan Eko Darsono, 200 pohon jeruk Siam Madu ditanam di atas lahan bantaran seluas sekitar 10 hektare. 

Baca Juga: Duka Keluarga M Suud, Sopir Truk asal Mojokerto yang Hilang dalam Musibah KM Virgo Transport 8

Pohon-pohon yang kini berusia 5 tahun itu bukan sekadar tanaman. Bagi Eko dan 20-an anggota kelompoknya, itu adalah cara mereka ikut menjaga anak-anak Mojokerto tetap sehat.

"Hari ini kita panen tiga kuintal. Hasilnya langsung untuk SPPG," kata Eko sembari menata keranjang jeruk yang baru dipetik, Jumat (31/7/2026).

SPPG yang ia maksud adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Artinya, jeruk yang manis ini akan jadi buah tambahan di menu makan bergizi anak sekolah di Mojokerto.

Baca Juga: Sambil Menyelam Minum Air, Remaja Mojokerto Curi 6 Tabung Elpiji di Tempat Kerja

Sebenarnya, kebun ini bisa menghasilkan lebih banyak. Eko menyebut sekali panen bisa tembus 5 sampai 6 kuintal. Tapi mereka memilih pelan-pelan. Panen disesuaikan dengan jadwal kebutuhan SPPG, supaya pasokan tidak putus.

"Kita nggak mau buru-buru. Biar terus ada, biar anak-anak terus dapat," ujarnya.

Setiap kilogram jeruk dihargai Rp15.000. Dari sekali panen tiga kuintal, kelompok tani bisa mengantongi sekitar Rp1,5 juta. Uang itu diputar lagi untuk pupuk, perawatan, dan upah warga yang ikut merawat.

Baca Juga: Adu Banteng Dua Motor di Trowulan Mojokerto, Satu Pelajar Tewas

Bagi Kepala SPPG Jabon Mojokerto, Yanse Young Pribadi, kerja sama ini lebih dari soal jual-beli.

"Kita ingin memberdayakan petani kita sendiri. Kalau petani maju, anak-anak kita juga ikut sehat dan maju," katanya.

Dari lahan yang dulu tak dianggap, kini tumbuh rezeki. Ada buah untuk anak sekolah, ada penghasilan untuk petani, dan ada bukti bahwa kalau digarap bareng-bareng, bantaran sungai pun bisa jadi kebun harapan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tok! P-APBD Jember 2026 Disahkan, Anggaran Revitalisasi Sekolah Naik Lebih dari 100 Persen

Gus Fawait menyebut dukungan pemerintah pusat untuk revitalisasi fasilitas pendidikan di Jember mengalami peningkatan signifikan.

PGN Tebar Edukasi Energi Murah dan Aman untuk Warga Surabaya Lewat City Gas Tour 2026

Hedi menggarisbawahi bahwa gas bumi merupakan energi ramah lingkungan berpasokan stabil yang diproduksi langsung dari dalam negeri.

Bupati Probolinggo Sidak RSUD Waluyo Jati Kraksaan Usai Viral Video Pasien Terlantar Hingga Meninggal

selalu.id – Bupati Probolinggo Muhammad Haris melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan usai viral video p

Pesona Amanda Rigby, Aktris Multitalenta yang Ramai Dijodohkan dengan Andre Taulany

Chemistry yang terbangun secara natural dalam sketsa komedi membuat warganet beramai-ramai menjodohkan Amanda dengan Andre Taulany di media sosial.

Kasus Pailit PT Kedap Sayaaq Makin Membelit: Dokumen Kunci Hilang, PN Surabaya Jawab Begini

Masalah krusial muncul ketika Agung diduga memalsukan tanda tangan Salahuddin untuk mengajukan izin melanjutkan usaha (going concern) ke hakim pengawas.

Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Digantikan Suahasil Nazara

Sebelum dilantik menjadi Menkeu, Suahasil merupakan sosok yang tidak asing di lingkungan Kementerian Keuangan.