Kamis, 30 Jul 2026 00:57 WIB

Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

  • Penulis : Tim Selalu
  • | Minggu, 14 Jun 2026 20:02 WIB
Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)
Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)

selalu.id - Viral pembahasan struk pembelian BBM Pertalite yang harga aslinya lebih mahal dari Pertamax, terus menuai sorotan publik di jagad medsos. Terlebih setelah Pertamina memberikan klarifikasi mengenai masalah ini.

Dikutip dari berbagai sumber, Pertamina sebenarnya telah menjawab keresahan ini setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, memberikan penjelasan perbedaan mendasar status kedua jenis BBM tersebut.

Baca Juga: 12 Ribu Lebih Berita Migas dalam 6 Bulan, Cuma 2% yang Negatif. Kok Bisa?

Pertalite berstatus sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Artinya, harga, pasokan, dan distribusinya diatur secara ketat serta disubsidi oleh pemerintah karena merupakan BBM yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas guna menjaga roda perekonomian.

Di sisi lain, Pertamax adalah Jenis BBM Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi yang pergerakan harganya secara teori harus mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Namun, per 1 April hingga Mei 2026, pemerintah dan Pertamina bersepakat untuk menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter, meskipun harga minyak mentah global dan kurs rupiah sedang bergejolak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pemkot Surabaya Jual Semua Mobil Operasional

“Harga Pertamax saat ini ada peran pemerintah di dalamnya dan juga Pertamina. Pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina agar tidak dilakukan penyesuaian harga demi menjaga masyarakat menengah agar kondisi tetap kondusif,” jelas Roberth.

Roberth memberikan analogi sederhana melalui produk Pertamax Turbo. Di masa lalu, ketika harga Pertamax Turbo berada di kisaran Rp13.100, harga Pertamax berada di angka Rp12.300 (hanya selisih tipis). Saat ini (per 4 Mei 2026), harga Pertamax Turbo telah meroket ke angka Rp19.900 per liter. Logikanya, harga keekonomian Pertamax saat ini seharusnya berada tak jauh dari angka tersebut.

Baca Juga: Imbas BBM Kosong di Kawasan Perak Surabaya, Antrean Kendaraan Bikin Macet

Usai klarifikasi Pertamina ini, keresahan bukannya mereda. Netizen malah mengaku tercengang dengan harga keekonomian Pertamax yang ternyata juga diintervesi pemerintah. Padahal pemerintah tidak pernah melansir adanya alokasi subsidi negara untuk jenis BBM itu.

"Loh saya baru tau pertamax di subsidi, terima kasih pemerintah," tulis akun mattee3_ di platform medsos instagram. Sementara akun gfsamudra berkomentar "subsidi pertamax aja lah ntar harganya jadi 8000," tulisnya di kolom diskusi yang sama.   

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Program Bunga Desaku, Sentuhan Nyata Bupati Fawait untuk Warga Jember

Gus Fawait mengatakan program tersebut terus dievaluasi agar semakin optimal dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Bupati Jember Pastikan Pembuatan KTP Gratis dan Permudah Pencairan Honor Guru Ngaji

Pemkab Jember memastikan seluruh lapisan masyarakat mengetahui berbagai layanan dan program yang disiapkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Aturan Baru Pemkot, Warga Ber-KTP Surabaya yang Ngekos Wajib Update Alamat

Berdasarkan pendataan Perlinsos berbasis digital, terdapat 218.985 KK yang tidak diketahui keberadaannya karena tidak melaporkan perpindahan domisili.

Kejari Kota Mojokerto Lelang Mobil hingga Motor, Catat Tanggal dan Jamnya

Kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan pemulihan aset negara sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. 

Jangan Main-main, Wali Kota Eri Siapkan Sanksi Tegas Perusak Aset Pemkot Surabaya

Apabila ditemukan pelanggaran berupa pencurian, perusakan, maupun penyalahgunaan aset pemerintah, pelaku akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanti Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rp10 Miliar di Kebun Binatang Surabaya

Saat ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sekitar 25 saksi yang berasal dari internal KBS maupun pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.