Rabu, 29 Jul 2026 23:06 WIB

Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)
Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)

selalu.id - Memanasnya konflik di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz berdampak pada lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat mencapai USD 84,88 atau sekitar Rp1.509.106,98 per barel, sedangkan minyak mentah jenis Brent mencapai USD 87,33 atau sekitar Rp1.552.666,27 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia tersebut mendorong pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada 9 Juni 2026. Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950. Sementara itu, Pertamax Green yang sebelumnya dibanderol Rp12.900 per liter naik menjadi Rp17.000 per liter atau bertambah Rp4.100.

Baca Juga: 12 Ribu Lebih Berita Migas dalam 6 Bulan, Cuma 2% yang Negatif. Kok Bisa?

Namun, berdasarkan nota pembelian BBM di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Surabaya, BBM jenis Pertalite yang mendapatkan subsidi pemerintah tercantum dengan harga dasar Rp18.000 per liter.

Dalam nota pembelian bertanggal 11 Juni 2026 itu, tertulis harga dasar Pertalite sebesar Rp18.000 per liter. Sementara harga jualnya menjadi Rp10.000 per liter, karena telah disubsidi pemerintah sebesar Rp8.000 per liter.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan. Sebab Pertalite yang memiliki angka oktan Research Octane Number (RON) 90 justru tercatat lebih mahal dibandingkan Pertamax dengan RON 92 yang saat ini dijual pemerintah seharga Rp16.250 per liter saat ini.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pemkot Surabaya Jual Semua Mobil Operasional

Perbedaan harga tersebut dinilai membingungkan masyarakat. Pasalnya, BBM dengan nilai oktan lebih rendah dan mendapatkan subsidi pemerintah justru tercantum memiliki harga lebih tinggi dibandingkan BBM nonsubsidi.

Salah satu warganet, Kurniawan, mengaku bingung dengan harga Pertalite yang tercantum lebih mahal dibandingkan Pertamax. Ia mengungkapkan kebingungannya melalui unggahan di akun media sosial miliknya.

Baca Juga: Imbas BBM Kosong di Kawasan Perak Surabaya, Antrean Kendaraan Bikin Macet

"Sebenarnya lebih mahal mana harga Pertalite dengan Pertamax," tulisnya merasa heran.

Diketahui, pada tanggal 14 Juni 2026, informasi pada nota pembelian Pertalite telah berubah. Dalam nota terbaru, harga jual Pertalite tercantum Rp10.000 per liter tanpa disertai keterangan besaran subsidi dari pemerintah.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Program Bunga Desaku, Sentuhan Nyata Bupati Fawait untuk Warga Jember

Gus Fawait mengatakan program tersebut terus dievaluasi agar semakin optimal dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Bupati Jember Pastikan Pembuatan KTP Gratis dan Permudah Pencairan Honor Guru Ngaji

Pemkab Jember memastikan seluruh lapisan masyarakat mengetahui berbagai layanan dan program yang disiapkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Aturan Baru Pemkot, Warga Ber-KTP Surabaya yang Ngekos Wajib Update Alamat

Berdasarkan pendataan Perlinsos berbasis digital, terdapat 218.985 KK yang tidak diketahui keberadaannya karena tidak melaporkan perpindahan domisili.

Kejari Kota Mojokerto Lelang Mobil hingga Motor, Catat Tanggal dan Jamnya

Kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan pemulihan aset negara sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. 

Jangan Main-main, Wali Kota Eri Siapkan Sanksi Tegas Perusak Aset Pemkot Surabaya

Apabila ditemukan pelanggaran berupa pencurian, perusakan, maupun penyalahgunaan aset pemerintah, pelaku akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanti Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rp10 Miliar di Kebun Binatang Surabaya

Saat ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sekitar 25 saksi yang berasal dari internal KBS maupun pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.