Minggu, 14 Jun 2026 21:45 WIB

Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)
Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)

selalu.id - Memanasnya konflik di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz berdampak pada lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat mencapai USD 84,88 atau sekitar Rp1.509.106,98 per barel, sedangkan minyak mentah jenis Brent mencapai USD 87,33 atau sekitar Rp1.552.666,27 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia tersebut mendorong pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada 9 Juni 2026. Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950. Sementara itu, Pertamax Green yang sebelumnya dibanderol Rp12.900 per liter naik menjadi Rp17.000 per liter atau bertambah Rp4.100.

Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

Namun, berdasarkan nota pembelian BBM di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Surabaya, BBM jenis Pertalite yang mendapatkan subsidi pemerintah tercantum dengan harga dasar Rp18.000 per liter.

Dalam nota pembelian bertanggal 11 Juni 2026 itu, tertulis harga dasar Pertalite sebesar Rp18.000 per liter. Sementara harga jualnya menjadi Rp10.000 per liter, karena telah disubsidi pemerintah sebesar Rp8.000 per liter.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan. Sebab Pertalite yang memiliki angka oktan Research Octane Number (RON) 90 justru tercatat lebih mahal dibandingkan Pertamax dengan RON 92 yang saat ini dijual pemerintah seharga Rp16.250 per liter saat ini.

Baca Juga: Pertalite Jadi Andalan Warga saat Pertamax Naik, DPRD Surabaya Minta Stok Dijaga

Perbedaan harga tersebut dinilai membingungkan masyarakat. Pasalnya, BBM dengan nilai oktan lebih rendah dan mendapatkan subsidi pemerintah justru tercantum memiliki harga lebih tinggi dibandingkan BBM nonsubsidi.

Salah satu warganet, Kurniawan, mengaku bingung dengan harga Pertalite yang tercantum lebih mahal dibandingkan Pertamax. Ia mengungkapkan kebingungannya melalui unggahan di akun media sosial miliknya.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan BBM Pertamax Naik

"Sebenarnya lebih mahal mana harga Pertalite dengan Pertamax," tulisnya merasa heran.

Diketahui, pada tanggal 14 Juni 2026, informasi pada nota pembelian Pertalite telah berubah. Dalam nota terbaru, harga jual Pertalite tercantum Rp10.000 per liter tanpa disertai keterangan besaran subsidi dari pemerintah.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Konvoi 1 Suro Perguruan Silat di Surabaya, Senin Malam Ada Pengalihan Arus

Polisi juga melakukan langkah antisipatif untuk mencegah potensi gesekan antar kelompok yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Surabaya.

Masalah Buruh Pakerin di Mojokerto, Ini Respon Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal

Said menyebut, setidaknya terdapat tiga temuan yang diperoleh usai duduk bersama dengan para buruh PT Pakerin.

Pinjam Uang, Kok Rumah Hilang? Ketika Utang Disamarkan Menjadi Jual Beli Rumah 

Kondisi ini adalah adanya praktik yang dalam ilmu hukum sering disebut sebagai penyelundupan hukum.

DPRD Surabaya Evaluasi Proyek Maut di Margorejo, Minggu Depan Kontraktor Akan Dipanggil

Eri Irawan menilai pengamanan proyek tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada kontraktor, OPD juga memiliki tanggung jawab.

Eri Minta Inspektorat Usut Proyek Maut Depan Plaza Marina, Ultimatum Kontraktor dan Dinas

“Pembangunan untuk menyelesaikan banjir boleh dijalankan, tapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Kota Surabaya,” bilang Eri.

Wabup Pasuruan Hadiri Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026, Hilirisasi Produk Hutan jadi Sorotan

Kopi yang dikelola petani hutan dari Purwodadi menjadi bagian dari upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan.