Jumat, 18 Sep 2026 01:43 WIB

Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)
Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)

selalu.id - Memanasnya konflik di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz berdampak pada lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat mencapai USD 84,88 atau sekitar Rp1.509.106,98 per barel, sedangkan minyak mentah jenis Brent mencapai USD 87,33 atau sekitar Rp1.552.666,27 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia tersebut mendorong pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada 9 Juni 2026. Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950. Sementara itu, Pertamax Green yang sebelumnya dibanderol Rp12.900 per liter naik menjadi Rp17.000 per liter atau bertambah Rp4.100.

Baca Juga: Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

Namun, berdasarkan nota pembelian BBM di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Surabaya, BBM jenis Pertalite yang mendapatkan subsidi pemerintah tercantum dengan harga dasar Rp18.000 per liter.

Dalam nota pembelian bertanggal 11 Juni 2026 itu, tertulis harga dasar Pertalite sebesar Rp18.000 per liter. Sementara harga jualnya menjadi Rp10.000 per liter, karena telah disubsidi pemerintah sebesar Rp8.000 per liter.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan. Sebab Pertalite yang memiliki angka oktan Research Octane Number (RON) 90 justru tercatat lebih mahal dibandingkan Pertamax dengan RON 92 yang saat ini dijual pemerintah seharga Rp16.250 per liter saat ini.

Baca Juga: Bupati Fawait Pastikan Pasokan BBM di Jember Aman dan Bakal Ditambah

Perbedaan harga tersebut dinilai membingungkan masyarakat. Pasalnya, BBM dengan nilai oktan lebih rendah dan mendapatkan subsidi pemerintah justru tercantum memiliki harga lebih tinggi dibandingkan BBM nonsubsidi.

Salah satu warganet, Kurniawan, mengaku bingung dengan harga Pertalite yang tercantum lebih mahal dibandingkan Pertamax. Ia mengungkapkan kebingungannya melalui unggahan di akun media sosial miliknya.

Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina per 17 Agustus 2026: Dari Pertamax, Pertalite hingga Solar

"Sebenarnya lebih mahal mana harga Pertalite dengan Pertamax," tulisnya merasa heran.

Diketahui, pada tanggal 14 Juni 2026, informasi pada nota pembelian Pertalite telah berubah. Dalam nota terbaru, harga jual Pertalite tercantum Rp10.000 per liter tanpa disertai keterangan besaran subsidi dari pemerintah.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Penyelenggaraan SRC merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya bersama KONI untuk memastikan atlet tetap memiliki ruang bertanding dan kembangkan prestasi.

Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Dinkopumdag Surabaya meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera melapor jika memiliki bukti transaksi jual beli maupun sewa-menyewa lapak.

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.