Selasa, 03 Nov 2026 10:22 WIB

Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)
Struk pembelian BBM jenis Pertalite (dok.ist)

selalu.id - Memanasnya konflik di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz berdampak pada lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat mencapai USD 84,88 atau sekitar Rp1.509.106,98 per barel, sedangkan minyak mentah jenis Brent mencapai USD 87,33 atau sekitar Rp1.552.666,27 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia tersebut mendorong pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada 9 Juni 2026. Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950. Sementara itu, Pertamax Green yang sebelumnya dibanderol Rp12.900 per liter naik menjadi Rp17.000 per liter atau bertambah Rp4.100.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Namun, berdasarkan nota pembelian BBM di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Surabaya, BBM jenis Pertalite yang mendapatkan subsidi pemerintah tercantum dengan harga dasar Rp18.000 per liter.

Dalam nota pembelian bertanggal 11 Juni 2026 itu, tertulis harga dasar Pertalite sebesar Rp18.000 per liter. Sementara harga jualnya menjadi Rp10.000 per liter, karena telah disubsidi pemerintah sebesar Rp8.000 per liter.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan. Sebab Pertalite yang memiliki angka oktan Research Octane Number (RON) 90 justru tercatat lebih mahal dibandingkan Pertamax dengan RON 92 yang saat ini dijual pemerintah seharga Rp16.250 per liter saat ini.

Baca Juga: Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Perbedaan harga tersebut dinilai membingungkan masyarakat. Pasalnya, BBM dengan nilai oktan lebih rendah dan mendapatkan subsidi pemerintah justru tercantum memiliki harga lebih tinggi dibandingkan BBM nonsubsidi.

Salah satu warganet, Kurniawan, mengaku bingung dengan harga Pertalite yang tercantum lebih mahal dibandingkan Pertamax. Ia mengungkapkan kebingungannya melalui unggahan di akun media sosial miliknya.

Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

"Sebenarnya lebih mahal mana harga Pertalite dengan Pertamax," tulisnya merasa heran.

Diketahui, pada tanggal 14 Juni 2026, informasi pada nota pembelian Pertalite telah berubah. Dalam nota terbaru, harga jual Pertalite tercantum Rp10.000 per liter tanpa disertai keterangan besaran subsidi dari pemerintah.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Karyawan Bank Keliling Tewas hingga Ayah Bacok Dua anak Kandungnya

Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.