Sabtu, 29 Agu 2026 17:32 WIB

Polrestabes Surabaya Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Madura, Sita 42,924 Gram Sabu

Ilustrasi penangkapan pengedar narkoba. (Dok. Freepik).
Ilustrasi penangkapan pengedar narkoba. (Dok. Freepik).

selalu.id - Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membongkar peredaran narkoba jenis sabu di kawasan Surabaya Utara jaringan Madura.

Seorang pengedar diamankan. Dia adalah IM (24), asal Omben Sampang yang indekos di Jalan Hangtuah VI, Semampir, Surabaya. Darinya, tim menyita sabu seberat 42,924 gram.

Baca Juga: Dituduh Lecehkan Karyawan, Bos Restoran WNA Korea Anggap Dirinya Tak Bersalah dan Janji Koperatif 

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama menjelaskan, penangkapan terhadap pengedar sabu ini berasal dari laporan masyarakat.

Saat itu, penyelidikan dilakukan pada Jumat, 10 April 2026. Tim langsung mencari keberadaan pelaku yang terindikasi tengah berada di tempat kosnya.

"Saat itu yang bersangkutan tengah berada di tempat kosnya di Jalan Hangtuah VI. Di situ langsung kami lakukan penggerebekan," kata Dodi, Jumat (22/5/2026).

Pada saat dilakukan penggeledahan, dalam kamar pelaku ditemukan barang bukti 76 kantong plastik berisi narkotika jenis sabu dengan berat netto 42,924 gram.

Saat diperiksa, tersangka IM mengakui jika semua barang terlarang itu miliknya. Bersama barang bukti, ia langsung dibawa ke Mapolrestabes untuk dilakukan pemeriksaan.

Barang bukti sabu yang disita Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. (Dok. Satresnarkoba Polrestabes Surabaya).Barang bukti sabu yang disita Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. (Dok. Satresnarkoba Polrestabes Surabaya).

Baca Juga: Sikat Peredaran Narkoba di Surabaya, Polres Tanjung Perak Amankan 27 Tersangka dan 1 Kg Sabu

Kepada penyidik, IM mengaku mendapatkan narkoba jenis sabu itu dari seorang pria berinisial IS.

"Yang bersangkutan mengaku mendapatkan narkoba dari IS di daerah Simolawang Surabaya dengan harga Rp950.000 per gramnya. Pengakuannya ini masih akan terus kami dalami," beber Dodi.

"Dia mengaku mengedarkan sabu kembali dengan harga Rp100.000 per poket, dan sudah mengedarkan narkotika sejak bulan Februari 2026," tambahnya.

Dalam pemeriksaan juga terungkap, IM belanja sabu itu kepada IS dalam waktu seminggu sekali. Sekali ambil, bisa 20 hingga 50 gram.

Baca Juga: Kejari Surabaya Tangani Sindikat Kasus Penipuan Asmara Online, Begini Cara Pelaku Beraksi

IM berdalih nekat jadi pengedar sabu karena desakan ekonomi dan membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari usai baru saja berhenti dari tempat kerjanya.

"Pengakuannya ini masih akan terus kami dalami, termasuk mengembangkan ke jaringan di atasnya," tegas Dodi.

Sementara atas perbuatannya, penyidik menjerat IM dengan pasal 114 Ayat (2) UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah diubah dengan UURI No.1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan Pasal 609 ayat (2) huruf (a) UURI No.1 tahun 2023 tentang KUHP, UURI No.1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawab Tantangan Era Mobil Listrik, Organda Surabaya Siapkan Skema DP Nol untuk Pemilik Angkot

Organda tengah menyiapkan terobosan agar pemilik angkutan kota bisa memiliki kendaraan listrik dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan pertama yang seharusnya dilaksanakan Kamis pekan sebelumnya.

Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

Ning Ita, mengatakan capaian ini merupakan buah dari komitmen yang dibangun secara konsisten sejak periode pertama hingga periode kedua kepemmimpinannya.

Niat Kembalikan NU Seperti Dulu, Caketum PBNU Gus Kikin Ketengahkan Dokumen Asas Awal

Gus Kikin menyebut telah ditemukan kembali dokumen asas awal pertama NU didirikan dan sekitar tiga tahun lalu telah diterbitkan dalam bentuk buku.

Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah dan Kabupaten Asri

Ajang tersebut diikuti tujuh provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota se-Jawa dan Bali.

Gebyar UMKM 2026 jadi Sarana Promosi Produk Unggulan Sidoarjo

Perubahan pola konsumsi masyarakat membuat kemampuan promosi menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha, terutama melalui media sosial.