Sabtu, 04 Jul 2026 13:51 WIB

Keracunan MBG di Surabaya: Total Ada 12 Sekolahan, TK dan SMP juga Terdampak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 15:10 WIB
Para siswa SD di Surabaya yang diduga keracunan MBG saat mendapat perawatan di pukesmas. (Dok. Tangkapan layar).
Para siswa SD di Surabaya yang diduga keracunan MBG saat mendapat perawatan di pukesmas. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Ratusan siswa di Surabaya yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), ternyata tidak hanya dari dua sekolah dasar (SD). Di sekolah jenjang TK dan SMP juga ikut terdampak.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani, menjelaskan laporan awal diterima pihaknya sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG

Tercatat sementara, sekitar 200 siswa dari sekitar 12 sekolah jenjang TK, SD, dan SMP dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG.

Sebagian siswa sempat dirujuk ke rumah sakit, namun mayoritas dalam kondisi ringan (gejala ringan).

Tyas mengatakan, pihak sekolah awalnya melapor adanya sejumlah siswa yang dibawa ke Puskesmas Tembok Dukuh dengan keluhan diduga keracunan usai menyantap MBG.

“Tadi sekitar jam 9-an ya. Saya dapat laporan dari sekolah kalau ada siswa yang dibawa ke puskesmas, yang mengeluh keracunan MBG,” katanya.

Setelah menerima laporan, pihak puskesmas langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG.

“Sudah, tadi sudah koordinasi,” jelas Tyas.

Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas

Sebagai tindak lanjut, seluruh MBG yang belum sempat dikonsumsi siswa langsung ditarik dari sekolah-sekolah penerima distribusi.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah adanya korban tambahan.

“SPPG tadi menarik semua makanan. Jadi makanan-makanan yang belum dikonsumsi semua ditarik,” tegas Tyas.

Selain itu, pihak penyedia MBG menyatakan siap menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak.

Baca Juga: Agak Lain, Ribuan Warga Jember Turun ke Jalan Dukung Program MBG

“Pihak SPPG juga berkomitmen untuk membiayai seluruh pengobatan dari siswa,” ujarnya.

Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil investigasi. Sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK).

“Kemudian tentu akan kami lakukan investigasi terkait makanan ini melalui BBLK. Nanti updatenya disampaikan lagi ya," pungkas Tyas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gerakan 1 PNS 1 Pohon Dimulai, Jalur Protokol Sidoarjo Ditanami 644 Bibit Pucuk Merah 

Pohon pucuk merah dipilih karena memiliki nilai estetika sekaligus berfungsi membantu menyerap emisi kendaraan.

Demi Upah Rp50-100 Ribu, Kurir Paket di Surabaya Rela Melawan Hukum

Kurir paket itu kini hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi Polrestabes Surabaya. Ia pun hanya bisa pasrah.

Tangani Banjir Margomulyo-Tandes, Pemkot Surabaya Siapkan Pembangunan Mini Bozem

Proyek itu diharapkan dapat jadi solusi banjir yang selama ini mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan Margomulyo dapat berkurang secara bertahap.

Polrestabes Surabaya Buka Bazar Gratis Pengembalian Motor Laka Lantas, Catat Tanggal dan Syaratnya

Kendaraan yang jadi barang bukti laka lantas, bisa diambil di Kantor Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya di Jalan Dukuh Kupang Barat.

Sengsara Warga Gebang Lor Surabaya soal PDAM, Setiap Hari Air Harus Beli

Setiap hari, kadang warga juga mengadakan air sumur yang tidak cukup baik untuk memasak hingga mandi.

Ngawurnya Pembuangan Limbah Tetes PT Enero di Mojokerto, Baunya Menyengat

Pembuangan limbah tetes itu dikeluhkan oleh warga yang juga membuka warung sekitar lokasi lantaran bau limbah yang dibuang sangat menyengat.