Ngawurnya Pembuangan Limbah Tetes PT Enero di Mojokerto, Baunya Menyengat
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Jumat, 03 Jul 2026 20:27 WIB
selalu.id - PT Energi Agro Nusantara (Enero) membuang limbah tetes sembarangan di lahan persawahan Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/7/2026).
Pembuangan limbah tetes itu dikeluhkan oleh warga yang juga membuka warung sekitar lokasi lantaran bau limbah yang dibuang sangat menyengat.
Baca Juga: Rakernas Apeksi di Medan, Wali Kota Mojokerto: Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Tangguh!
Bahkan, pemilik warung juga mengunggah video proses pembuangan limbah dari truk tangki ke salah satu grup media sosial platform Facebook.
Salah satu pemilik warung, Sri Utami mengatakan, limbah tetes itu dari pabrik yang berada di wilayah Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
"Dari pabrik yang ada di Gedeg," sebutnya.

Baca Juga: Gadis Buruh Pabrik asal Sidoarjo Tewas Terlindas Truk Kontainer di Mojokerto
Sementara itu, Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, menjelaskanbahwa pihaknya telah menerjunkan tim verifikasi ke lokasi pembuangan limbah.
"Dua personel DLH sudah terjun ke lapangan. Sudah menghubungi direktur PT Enero dan sudah diakui bahwa memang itu dari PT Enero," ungkapnya.
Menurut mantan Kadishub ini, PT Enero sudah melakukan pembuangan sejak hari Rabu (1/7/2026) hingga Jumat hari ini, dan sudah belasan truk yang membuang limbah tetes itu.
Baca Juga: Tak Pulang Seharian, Supeltas di Mojokerto Ditemukan Tewas dalam Selokan
"Limbah itu sudah dibuang sejak hari Rabu kemarin. Pada Rabu ada tujuh truk, Kamis empat truk dan Jumat ini ada dua truk yang membuang limbah. Kata pihak Enero pembuangan limbah dilakukan dengan tujuan untuk menatralisir tanah atas permintaan pemilik lahan," jelasnya.
Rachmat menegaskan telah meminta PT Enero menghentikan pengiriman dan pembuangan limbah tetes tersebut serta segera membersihkan limbah tetes yang sudah dibuang.
"Saya minta sekarang segera diturunkan personel untuk dilakukan penanggulangan lokasi (pembersihan) dan dilakukan penghentian pengiriman ke distributor pupuk yang terlibat," tandasnya.
Editor : Zein Muhammad