Sabtu, 04 Jul 2026 11:10 WIB

Gerakan 1 PNS 1 Pohon Dimulai, Jalur Protokol Sidoarjo Ditanami 644 Bibit Pucuk Merah 

  • Penulis : Ariyanto
  • | Sabtu, 04 Jul 2026 09:34 WIB
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Pimpin Penghijauan Jalur Utama Sidoarjo. (dok/ist)
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Pimpin Penghijauan Jalur Utama Sidoarjo. (dok/ist)

selalu.id - Keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan saat pohon ditanam, tetapi juga bergantung pada kepedulian masyarakat dalam merawatnya. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat memimpin penanaman 644 bibit pohon pucuk merah di sepanjang Jalan Raya Gading Fajar 2, Perum Sidokare hingga Desa Sepande, Kecamatan Candi, Jumat (3/7/2026).

Menurut Mimik, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga pohon-pohon yang telah ditanam agar mampu tumbuh optimal dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Percepatan Pembentukan Program KDKMP

"Sebanyak 644 pohon yang kita tanam hari ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Saya berharap seluruh masyarakat ikut menjaga pohon-pohon ini karena manfaatnya akan kembali kepada kita semua," ujarnya.

Penanaman tersebut merupakan bagian dari program 1 PNS 1 Pohon Gelombang IV yang digagas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Gerakan ini diawali dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk keteladanan dalam mendukung pelestarian lingkungan, sekaligus memperluas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

Kegiatan itu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pelayanan Pajak Daerah, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, PLN Sidoarjo, serta RSIA Ibu dan Anak Pondok Jati.

Baca Juga: DPRD Sidoarjo Perintahkan Bongkar Warung di Eks Tol Jabon yang Diduga Sarang Prostitusi

Di sisi lain, Mimik juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan di sepanjang kawasan yang telah dihijaukan. Ia secara khusus meminta para pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di lokasi tersebut ikut menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di area berjualan.

"Saya mohon kepada para PKL yang sudah diberikan kesempatan untuk berjualan di sini agar benar-benar menjaga kebersihan. Sampahnya jangan ditinggalkan begitu saja. Kalau memungkinkan, sampahnya dibawa pulang. Jangan dibuang sembarangan sehingga membuat lingkungan menjadi kotor," tegasnya.

Baca Juga: Ratusan Petani Gogol Sidoarjo Tagih Kejelasan Dana Gapoktan yang Kini Misterius Keberadaannya

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, mengatakan penghijauan jalur protokol diawali dari ASN sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pemerintahan. Pohon pucuk merah dipilih karena memiliki nilai estetika sekaligus berfungsi membantu menyerap emisi kendaraan.

"Penghijauan ini kami awali dari ASN sebagai bentuk keteladanan nyata kepada masyarakat. Jalan protokol adalah wajah Kabupaten Sidoarjo, jadi ini yang kami prioritaskan terlebih dahulu. Target kami jelas: setiap titik di jalur protokol nantinya akan dipenuhi pohon pucuk merah," ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demi Upah Rp50-100 Ribu, Kurir Paket di Surabaya Rela Melawan Hukum

Kurir paket itu kini hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi Polrestabes Surabaya. Ia pun hanya bisa pasrah.

Tangani Banjir Margomulyo-Tandes, Pemkot Surabaya Siapkan Pembangunan Mini Bozem

Proyek itu diharapkan dapat jadi solusi banjir yang selama ini mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan Margomulyo dapat berkurang secara bertahap.

Polrestabes Surabaya Buka Bazar Gratis Pengembalian Motor Laka Lantas, Catat Tanggal dan Syaratnya

Kendaraan yang jadi barang bukti laka lantas, bisa diambil di Kantor Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya di Jalan Dukuh Kupang Barat.

Sengsara Warga Gebang Lor Surabaya soal PDAM, Setiap Hari Air Harus Beli

Setiap hari, kadang warga juga mengadakan air sumur yang tidak cukup baik untuk memasak hingga mandi.

Ngawurnya Pembuangan Limbah Tetes PT Enero di Mojokerto, Baunya Menyengat

Pembuangan limbah tetes itu dikeluhkan oleh warga yang juga membuka warung sekitar lokasi lantaran bau limbah yang dibuang sangat menyengat.

Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

BMKG memperkirakan kondisi ini akan terus berlangsung seiring berjalannya musim kemarau, hingga mencapai puncaknya pada Agustus 2026.