Sabtu, 20 Jun 2026 16:21 WIB

Agak Lain, Ribuan Warga Jember Turun ke Jalan Dukung Program MBG

Gelombang masa saat berorasi didepan Gedung DPRD jember. (Foto:Nurul/ selalu id)
Gelombang masa saat berorasi didepan Gedung DPRD jember. (Foto:Nurul/ selalu id)

selalu.id - Gelombang dukungan terhadap program-program strategis pemerintah pusat menggema di Kabupaten Jember. Lebih dari 10 ribu warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi damai di halaman kantor DPRD Kabupaten Jember, Sabtu (20/6/2026).

Aksi yang mengusung tema "Mengawal Program Strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sejahtera" tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegawai dan pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, pedagang, kalangan pemuda, Generasi Z, hingga ibu rumah tangga.

Baca Juga: Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat, Ketua DPRD Jatim Diminta Mundur dari Jabatannya

Dalam aksi tersebut, massa menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta Sekolah Rakyat yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu peserta aksi, Dhony, warga Bangsalsari, mengaku merasakan manfaat langsung dari Program MBG. Sebagai pemasok susu untuk program tersebut, dirinya memperoleh peluang usaha yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga.

"Program MBG membuka kesempatan usaha bagi masyarakat kecil. Kami merasakan manfaatnya secara langsung," ujarnya saat menyampaikan aspirasi di hadapan peserta aksi.

Menurut Dhony, manfaat program tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga para siswa. Dengan adanya makanan bergizi gratis di sekolah, kebutuhan uang saku pelajar menjadi lebih ringan.

"Sebelumnya anak-anak membawa uang saku sekitar Rp10 ribu. Sekarang cukup Rp5 ribu, bahkan bisa ditabung," katanya yang disambut antusias massa.

Selain memberikan dukungan terhadap program pemerintah, peserta aksi juga menyampaikan delapan poin aspirasi. Salah satunya mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk sistem pengelolaan hingga tingkat SPPG agar pelaksanaan Program MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Halim. Ia menyatakan seluruh tuntutan masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah pusat.

"Kami akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Presiden. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun saling menghormati tetap harus dijaga," ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa PMII Geruduk Kantor DPRD Jatim, Ancam Blokade Jalan

Dalam kesempatan itu, Ahmad Halim juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan dapur MBG agar kualitas program tetap terjaga dan manfaatnya semakin optimal.

Sementara itu, pemilik SPPG Dapur Bintoro 1 Jember, H. Ahmad Sudiono, menyoroti kebijakan terbaru Badan Gizi Nasional terkait operasional dapur selama masa libur sekolah.

Menurutnya, surat edaran yang diterbitkan BGN menimbulkan polemik karena dinilai tidak sejalan dengan petunjuk teknis yang selama ini menjadi pedoman pelaksanaan program.

Ia mempertanyakan kebijakan penghentian pembayaran biaya sewa dan insentif selama masa libur sekolah, sementara seluruh tenaga kerja di SPPG tetap diwajibkan masuk bekerja.

"Di satu sisi insentif dan biaya sewa dihentikan karena alasan libur sekolah, tetapi seluruh staf tetap diminta masuk kerja. Ini menjadi pertanyaan besar karena dapur yang digunakan justru tidak mendapatkan pembiayaan sebagaimana mestinya," katanya.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Surabaya: Usai Seruan Reformasi, Eh Langsung Bubar

Ahmad Sudiono menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu keberlangsungan operasional dapur-dapur SPPG di Jember. Bahkan, sejumlah dapur dikabarkan tidak dapat menjalankan aktivitas produksi makanan mulai pekan depan akibat ketidakjelasan regulasi tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak pelaku usaha telah menginvestasikan dana besar untuk mendukung program nasional tersebut, termasuk melalui pinjaman perbankan maupun kerja sama investasi.

"Kami berharap pemerintah pusat melalui BGN segera melakukan evaluasi terhadap surat edaran ini agar hak penyedia layanan tetap terlindungi dan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan awalnya," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah dapur SPPG di Jember dikabarkan menghentikan sementara aktivitas memasak sambil menunggu kejelasan kebijakan dari Badan Gizi Nasional terkait operasional selama masa libur sekolah," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Terdakwa: Ada Dana Rp3 Miliar ke Tenaga Ahli Anggota DPR RI

terungkap adanya aliran dana kompensasi senilai Rp3 miliar kepada Ari Hersofiawanudin alias Bilowo yang disebut sebagai tenaga ahli anggota Komisi V DPR RI.

Kapolres Nganjuk Esport Competition 2026 Digelar: Jaring Atlet, Sinergi dengan Masyarakat

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca menyampaikan bahwa turnamen esport ini digelar juga dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80.

JKN di Jalan Persimpangan: Menguji Janji Tiga Reformasi

Pepres itu sebaiknya disosialisasi dengan luas terlebih dahulu kepada masyarakat peserta JKN, organisasi pasien, rumah sakit, dan pemangku kepentingan lainnya.

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur 

Dalam ziarah tersebut, Sigit datang mengenakan peci. Kemudian, Sigit juga langsung mendoakan serta menaburkan bunga ke makam mantan Presiden tersebut.

Menjembatani Pertumbuhan Industri dan Kelestarian Pesisir

Sinergi biru di Kalimireng telah menunjukkan bahwa insinyur Indonesia mampu merancang masa depan pesisir yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.

Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, Warga Rasakan Makan Gratis 1080 Porsi

"Tahun-tahun kemarin makan gratisnya di stan-stan, jadi berdesakan. Kalau sekarang lebih praktis dan lebih enak," ujar Umi salah satu warga Mojokerto.