Jumat, 18 Sep 2026 20:06 WIB

Agak Lain, Ribuan Warga Jember Turun ke Jalan Dukung Program MBG

Gelombang masa saat berorasi didepan Gedung DPRD jember. (Foto:Nurul/ selalu id)
Gelombang masa saat berorasi didepan Gedung DPRD jember. (Foto:Nurul/ selalu id)

selalu.id - Gelombang dukungan terhadap program-program strategis pemerintah pusat menggema di Kabupaten Jember. Lebih dari 10 ribu warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi damai di halaman kantor DPRD Kabupaten Jember, Sabtu (20/6/2026).

Aksi yang mengusung tema "Mengawal Program Strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sejahtera" tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegawai dan pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, pedagang, kalangan pemuda, Generasi Z, hingga ibu rumah tangga.

Baca Juga: Bukan Cuma Datang dan Foto, Ini Alur Layanan Home Care Pemkab Jember untuk Pasien

Dalam aksi tersebut, massa menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta Sekolah Rakyat yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu peserta aksi, Dhony, warga Bangsalsari, mengaku merasakan manfaat langsung dari Program MBG. Sebagai pemasok susu untuk program tersebut, dirinya memperoleh peluang usaha yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga.

"Program MBG membuka kesempatan usaha bagi masyarakat kecil. Kami merasakan manfaatnya secara langsung," ujarnya saat menyampaikan aspirasi di hadapan peserta aksi.

Menurut Dhony, manfaat program tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga para siswa. Dengan adanya makanan bergizi gratis di sekolah, kebutuhan uang saku pelajar menjadi lebih ringan.

"Sebelumnya anak-anak membawa uang saku sekitar Rp10 ribu. Sekarang cukup Rp5 ribu, bahkan bisa ditabung," katanya yang disambut antusias massa.

Selain memberikan dukungan terhadap program pemerintah, peserta aksi juga menyampaikan delapan poin aspirasi. Salah satunya mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk sistem pengelolaan hingga tingkat SPPG agar pelaksanaan Program MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Halim. Ia menyatakan seluruh tuntutan masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah pusat.

"Kami akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Presiden. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun saling menghormati tetap harus dijaga," ujarnya.

Baca Juga: Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara 6,1 Miliar

Dalam kesempatan itu, Ahmad Halim juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan dapur MBG agar kualitas program tetap terjaga dan manfaatnya semakin optimal.

Sementara itu, pemilik SPPG Dapur Bintoro 1 Jember, H. Ahmad Sudiono, menyoroti kebijakan terbaru Badan Gizi Nasional terkait operasional dapur selama masa libur sekolah.

Menurutnya, surat edaran yang diterbitkan BGN menimbulkan polemik karena dinilai tidak sejalan dengan petunjuk teknis yang selama ini menjadi pedoman pelaksanaan program.

Ia mempertanyakan kebijakan penghentian pembayaran biaya sewa dan insentif selama masa libur sekolah, sementara seluruh tenaga kerja di SPPG tetap diwajibkan masuk bekerja.

"Di satu sisi insentif dan biaya sewa dihentikan karena alasan libur sekolah, tetapi seluruh staf tetap diminta masuk kerja. Ini menjadi pertanyaan besar karena dapur yang digunakan justru tidak mendapatkan pembiayaan sebagaimana mestinya," katanya.

Baca Juga: Sekolah Lansia Tangguh di Jember Dorong Lansia Sehat, Mandiri dan Berdaya

Ahmad Sudiono menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu keberlangsungan operasional dapur-dapur SPPG di Jember. Bahkan, sejumlah dapur dikabarkan tidak dapat menjalankan aktivitas produksi makanan mulai pekan depan akibat ketidakjelasan regulasi tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak pelaku usaha telah menginvestasikan dana besar untuk mendukung program nasional tersebut, termasuk melalui pinjaman perbankan maupun kerja sama investasi.

"Kami berharap pemerintah pusat melalui BGN segera melakukan evaluasi terhadap surat edaran ini agar hak penyedia layanan tetap terlindungi dan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan awalnya," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah dapur SPPG di Jember dikabarkan menghentikan sementara aktivitas memasak sambil menunggu kejelasan kebijakan dari Badan Gizi Nasional terkait operasional selama masa libur sekolah," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

The Scandal, Kisah Playboy Taklukkan Janda Muda Demi Taruhan

Meski Hui Yeon berulang kali menolak godaan Cho Won, pertahanan dirinya perlahan mulai goyah oleh rayuan yang dilancarkan secara masif.

Crane Proyek Roboh di Surabaya, Bikin Listrik Padam dan Jalanan Macet

Beruntung, meski material besi berukuran raksasa itu ambruk ke jalan raya, tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa dalam insiden ini.

Antisipasi Penyakit Zoonosis, DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan World Rabies Day 2026, sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan.

Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

Pemkot Surabaya menemukan adanya indikasi aktivitas pemilahan dan pengelolaan sampah yang diduga melanggar aturan di kawasan tersebut.

Jargas APBN Capai 29 Ribu Sambungan di Sidoarjo, Pemasangan Dipastikan Gratis

Dudung mengatakan pengembangan Jargas merupakan bagian dari program pemerintah yang terus dikawal agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

Prof Tjandra Sridjaja Terpilih Aklamasi: Jadikan AAI Rumah Bersama Seluruh Advokat Nusantara!

Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Pleno didukung bulat oleh 19 Dewan Pimpinan Cabang dari seluruh Indonesia di Surabaya, Jumat (18/9/2026).