Senin, 12 Okt 2026 06:02 WIB

Sengsara Warga Gebang Lor Surabaya soal PDAM, Setiap Hari Air Harus Beli

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Jul 2026 20:56 WIB
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno bersama tim PDAM saat sidak di Gebang Lor. (Dok. Istimewa).
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno bersama tim PDAM saat sidak di Gebang Lor. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sebanyak 10 rumah di kawasan Gebang Lor, Surabaya hingga kini belum tersambung jaringan Perumda Air Minum Surya Sembada (PDAM). 

Akibatnya, warga masih mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli air dari penjual gerobakan saat kualitas air sumur memburuk.

Baca Juga: Diduga Dicekoki Telur Mentah, Bayi di Surabaya Meninggal Dunia

Itu terungkap Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karnomenerima keluhan warga saat masa reses. 

Menindaklanjuti aspirasi itu, Anas mengajak tim Perumda Air Minum Surya Sembada turun langsung ke lokasi pada Kamis (2/7/2026), untuk melakukan survei, pengukuran, dan kajian teknis sebagai langkah awal perluasan jaringan.

Ketua RT 01 Gebang Lor, Winarsih, mengatakan hingga kini masih ada sekitar 10 rumah yang belum dapat menikmati layanan air PDAM karena jaringan pipa utama belum menjangkau kawasan tersebut.

“Harapannya kami juga bisa menikmati air bersih seperti warga lainnya. Selama ini kami menggunakan air sumur, tetapi kualitasnya kadang kurang maksimal. Warga berharap ada solusi agar bisa mendapatkan air bersih yang lebih baik,” katanya, Jumat (3/7/2026).

Menurut Winarsih, jaringan pipa utama berada sekitar 200 meter dari permukiman warga sehingga biaya pengembangan jaringan menjadi cukup besar.

Ia menjelaskan, ketika air sumur berubah keruh, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih. Air gerobakan digunakan untuk kebutuhan mandi, sedangkan air dari penjual keliling dimanfaatkan untuk memasak.

Baca Juga: Sempat Hilang Misterius, Ibu Muda Baru Melahirkan Ditemukan di Jurang Malang

“Kalau air sumurnya keruh, warga membeli air gerobakan untuk mandi. Kalau untuk memasak biasanya membeli air dari penjual yang keliling menggunakan gerobak. Ini membuat pengeluaran rumah tangga semakin mahal,” jelas Winarsih.

Menanggapi kondisi tersebut, Anas Karno menegaskan akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. Karena itu, aspirasi warga langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada, Achmad Prihadi.

“Kami menerima keluhan warga saat reses dan hari ini kami tindak lanjuti dengan turun langsung bersama PDAM untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Kami ingin ada solusi yang bisa segera direalisasikan agar warga mendapatkan akses air bersih yang lebih baik. Pemerintah Kota Surabaya juga telah mencanangkan agar setiap rumah dapat teraliri air PDAM,” tegasnya.

Hasil survei lapangan akan menjadi dasar bagi PDAM untuk menentukan langkah teknis, termasuk kemungkinan pembangunan jaringan pipa tersier beserta kebutuhan anggarannya.

Baca Juga: Persiapan Porprov Jatim 2027, Pemkot Surabaya Mulai Petakan Venue Pertandingan

“PDAM sudah melakukan pengukuran dan kajian teknis. Kami akan mengawal proses ini agar aspirasi warga tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” jelas Anas.

Dalam peninjauan tersebut, tim PDAM melakukan pemetaan jalur pipa, pengukuran jarak, serta menghitung kebutuhan teknis dan estimasi anggaran apabila dilakukan pengembangan jaringan menuju permukiman warga.

Bagi warga Gebang Lor, survei lapangan tersebut menjadi harapan baru agar layanan air bersih PDAM dapat segera menjangkau rumah-rumah yang selama ini masih bergantung pada air sumur dan pembelian air dari pedagang keliling.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil Persib vs Dewa United, Gol Marc Klok Selamatkan Maung Bandung dari Kekalahan

Bermain di kandang sendiri, Persib Bandung comeback dari ketinggalan dua gol tanpa balas sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang.

Eks Kader PDIP Surabaya Membelot ke PSI, Ini Kata Pakar

Fenomena perpindahan kader ini dinilai tidak hanya sekadar pertukaran figur, melainkan potensi pergeseran mesin politik di tingkat akar rumput.

Polres Pasuruan Telusuri Dugaan Tambang Ilegal di Lemahbang Pasrepan

Polres Pasuruan mengimbau warga agar tidak segan melaporkan indikasi aktivitas penambangan yang meragukan atau tidak sesuai ketentuan.

Kapolri Mutasi Lagi Perwira Polisi, Berikut Daftarnya

Langkah ini diambil guna memperkuat kinerja institusi serta menjaga kesinambungan tugas-tugas kepolisian di lapangan dengan tagline Polri Bersama Masyarakat.

Ancaman Kekeringan Ekstrem Meluas di Jawa Timur, Peluang Ada Hujan Tipis

Masyarakat diimbau untuk lebih hemat dalam menggunakan air bersih dan menghindari pemicu percikan api di area terbuka guna mencegah kebakaran lahan meluas.

Achmad Hidayat Gabung PSI, Sebut Kader PDIP Surabaya Bakal Ikuti Langkahnya

Hidayat mengklaim akan ada kader-kader PDI Perjuangan lain di Kota Surabaya yang bergabung dengan PSI secara bertahap, setelah dirinya memutuskan berlabuh.