Kamis, 23 Jul 2026 01:43 WIB

Peringatan Hari Perawat, Gubernur Khofifah: Terima Kasih Atas Pelayanannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Mar 2022 17:45 WIB
Gubernur Khofifah saat meninjau pelayanan di salah satu rumah sakit
Gubernur Khofifah saat meninjau pelayanan di salah satu rumah sakit

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perawat dan seluruh tenaga medis di Jawa Timur dan Indonesia yang telah menjadi garda terdepan selama Pandemi Covid-19.

Hal itu secara khusus disampaikan Gubernur Khofifah dalam rangka memperingati Hari Perawat Nasional Tahun 2022, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Dikatakan Gubernur Khofifah, peran perawat dalam pengendalian Covid-19 di Jatim terbukti signifikan di dalam merawat masyarakat Jatim dari pandemi, begitu juga dengan penanganan kesehatan non Covid-19.

"Selamat Hari Perawat Nasional 2022 kepada seluruh perawat Indonesia. Terimakasih atas cinta, dedikasi dan pengorbanan waktu, usaha, tenaga serta materi demi memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh anak bangsa," tegas Gubernur Khofifah.

Berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Jatim, saat ini jumlah perawat di Jatim per 31 Desember 2021 mencapai 64.390 orang yang tersebar di Rumah Sakit, Puskesmas dan Fasilitas Layanan Kesehatan di Jatim.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

Mereka semua, menurut Khofifah adalah para punggawa tak kenal lelah yang bekerja ekstra dalam merawat pasien. Bersama dokter, perawat juga merupakan garda terdepan sejak pandemi melanda Indonesia dua tahun belakangan.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, dedikasi perawat khususnya di pandemi patut diapresiasi. Selama 24 jam penuh secara bergantian, para perawat telah memberi pendampingan kepada pasien maupun layanan kesehatan kepada masyarakat.

"Perawat kita ini menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan di Jatim dalam penanganan Covid-19. Mereka meninggalkan keluarganya dalam bertugas bahwa bertaruh nyawa ketika melayani pasien yang sedang terpapar covid-19 di rumah sakit. Atas seluruh dedikasinya saya sangat bangga dan menaruh hormat yang tinggi," tegasnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Perhatikan Kesejahteraan Perawat

Kontribusi perawat, lanjut Mantan Menteri Sosial RI itu, sangatlah vital yang memberikan penguatan terhadap pemberian layanan kesehatan sehingga memiliki tugas penting dalam meningkatkan kesehatan para pasiennya.

"Tidak sedikit dari mereka yang gugur menghadapi pandemi yang sampai saat ini belum terus melandai. Oleh sebab itu kami sampaikan terima kasih pada seluruh perawat, dan semoga pandemi ini segera berakhir dan dunia kembali pulih. Sekali lagi, selamat Hari Perawat Nasional," pungkas Khofifah. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.