Jumat, 05 Jun 2026 15:47 WIB

Peringatan Hari Perawat, Gubernur Khofifah: Terima Kasih Atas Pelayanannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Mar 2022 17:45 WIB
Gubernur Khofifah saat meninjau pelayanan di salah satu rumah sakit
Gubernur Khofifah saat meninjau pelayanan di salah satu rumah sakit

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perawat dan seluruh tenaga medis di Jawa Timur dan Indonesia yang telah menjadi garda terdepan selama Pandemi Covid-19.

Hal itu secara khusus disampaikan Gubernur Khofifah dalam rangka memperingati Hari Perawat Nasional Tahun 2022, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Dikatakan Gubernur Khofifah, peran perawat dalam pengendalian Covid-19 di Jatim terbukti signifikan di dalam merawat masyarakat Jatim dari pandemi, begitu juga dengan penanganan kesehatan non Covid-19.

"Selamat Hari Perawat Nasional 2022 kepada seluruh perawat Indonesia. Terimakasih atas cinta, dedikasi dan pengorbanan waktu, usaha, tenaga serta materi demi memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh anak bangsa," tegas Gubernur Khofifah.

Berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Jatim, saat ini jumlah perawat di Jatim per 31 Desember 2021 mencapai 64.390 orang yang tersebar di Rumah Sakit, Puskesmas dan Fasilitas Layanan Kesehatan di Jatim.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Mereka semua, menurut Khofifah adalah para punggawa tak kenal lelah yang bekerja ekstra dalam merawat pasien. Bersama dokter, perawat juga merupakan garda terdepan sejak pandemi melanda Indonesia dua tahun belakangan.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, dedikasi perawat khususnya di pandemi patut diapresiasi. Selama 24 jam penuh secara bergantian, para perawat telah memberi pendampingan kepada pasien maupun layanan kesehatan kepada masyarakat.

"Perawat kita ini menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan di Jatim dalam penanganan Covid-19. Mereka meninggalkan keluarganya dalam bertugas bahwa bertaruh nyawa ketika melayani pasien yang sedang terpapar covid-19 di rumah sakit. Atas seluruh dedikasinya saya sangat bangga dan menaruh hormat yang tinggi," tegasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Kontribusi perawat, lanjut Mantan Menteri Sosial RI itu, sangatlah vital yang memberikan penguatan terhadap pemberian layanan kesehatan sehingga memiliki tugas penting dalam meningkatkan kesehatan para pasiennya.

"Tidak sedikit dari mereka yang gugur menghadapi pandemi yang sampai saat ini belum terus melandai. Oleh sebab itu kami sampaikan terima kasih pada seluruh perawat, dan semoga pandemi ini segera berakhir dan dunia kembali pulih. Sekali lagi, selamat Hari Perawat Nasional," pungkas Khofifah. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.