Sabtu, 05 Sep 2026 20:59 WIB

Sekolah Tatap Muka 100 Persen di Surabaya Tunggu PPKM Level 1

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Mar 2022 11:59 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh.

selalu.id - Pemberlakukan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen masih menunggu turunnya PPKM di Surabaya menjadi level 1. Saat ini Surabaya masih dalam kategori PPKM level 2.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan bahwa saat ini Surabaya masih berstatus PPKM level 2. Sehingga pembelajaran SD hingga SMP masih melaksanakan PTM 50 persen.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Secara bergantian 50 persen tatap muka dan daring 50 persen daring dengan durasi 6 jam," kata Yusuf, saat konferensi pers, di Kantor eks Humas Pemkot Surabaya.

Yusuf menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi sambil menunggu turunnya PPKM level 1, sehingga bisa melaksanakan PTM 100 persen.

Nantinya pola PTM 100 persen akan diterapkan seperti awal pola yang pernah dijalankan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

Sebab, kata dia, setiap sekolah itu memiliki ruangan kelas dengan kapasitas yang berbeda.

"Kita acuannya tetap pada SKB 4 Menteri dan PPKM Inmendagri. Kalau sudah level 1, kalau memungkinkan 100 persen pakai shift, kita lakukan. Karena kondisi sekolah itu variatif, ada yang luasan kelas lebar, ada yang kecil," ujarnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Lebih lanjut Yusuf menyampaikan, nantinya penerapan dengan pola shift itu tidak berdampak negatif, maka dimungkinkan PTM selanjutnya bisa dilaksanakan murni 100 persen. Ia juga memastikan tetap melakukan evaluasi penerapan PTM 100 persen dengan pola shift tersebut.

"Kita uji coba dulu itu dengan menyesuaikan kondisi ruang kelas. Nah, kalau itu memungkinkan, maka dilakukan PTM 100 persen murni tanpa shift," ujarnya.

Selain itu, ia berharap tenaga pendidik dan siswa dapat terus beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Termasuk menjaga kebiasaan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Karena kita harus bisa menjamin sekolah itu tetap aman untuk anak-anak. Makanya sekolah juga tetap menyiapkan pembelajaran melalui hybrid, 50 PTM dan 50 persen daring," terangnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Di samping itu, Yusuf juga mengingatkan kepada pihak penyelenggara sekolah agar tetap memastikan Satgas Covid-19 mandiri maupun protokol kesehatan berjalan. Dengan asumsi yakni, ketika anak-anak atau guru datang ke sekolah, maka mereka harus dicek suhu tubuh dan mencuci tangan.

"Harapannya kalau suhu tidak sesuai standar (di atas 37,5 derajat) itu bisa langsung dikoordinasikan dengan Puskesmas,"tuturnya.

"Kita akan terus evaluasi, karena ini kan untuk menumbuhkan kepercayaan orang tua terhadap bagaimana menitipkan anaknya di sekolah," tambahnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.