Rabu, 21 Okt 2026 08:56 WIB

Sekolah Tatap Muka 100 Persen di Surabaya Tunggu PPKM Level 1

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Mar 2022 11:59 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh.

selalu.id - Pemberlakukan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen masih menunggu turunnya PPKM di Surabaya menjadi level 1. Saat ini Surabaya masih dalam kategori PPKM level 2.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan bahwa saat ini Surabaya masih berstatus PPKM level 2. Sehingga pembelajaran SD hingga SMP masih melaksanakan PTM 50 persen.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

"Secara bergantian 50 persen tatap muka dan daring 50 persen daring dengan durasi 6 jam," kata Yusuf, saat konferensi pers, di Kantor eks Humas Pemkot Surabaya.

Yusuf menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi sambil menunggu turunnya PPKM level 1, sehingga bisa melaksanakan PTM 100 persen.

Nantinya pola PTM 100 persen akan diterapkan seperti awal pola yang pernah dijalankan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

Sebab, kata dia, setiap sekolah itu memiliki ruangan kelas dengan kapasitas yang berbeda.

"Kita acuannya tetap pada SKB 4 Menteri dan PPKM Inmendagri. Kalau sudah level 1, kalau memungkinkan 100 persen pakai shift, kita lakukan. Karena kondisi sekolah itu variatif, ada yang luasan kelas lebar, ada yang kecil," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Lebih lanjut Yusuf menyampaikan, nantinya penerapan dengan pola shift itu tidak berdampak negatif, maka dimungkinkan PTM selanjutnya bisa dilaksanakan murni 100 persen. Ia juga memastikan tetap melakukan evaluasi penerapan PTM 100 persen dengan pola shift tersebut.

"Kita uji coba dulu itu dengan menyesuaikan kondisi ruang kelas. Nah, kalau itu memungkinkan, maka dilakukan PTM 100 persen murni tanpa shift," ujarnya.

Selain itu, ia berharap tenaga pendidik dan siswa dapat terus beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Termasuk menjaga kebiasaan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Karena kita harus bisa menjamin sekolah itu tetap aman untuk anak-anak. Makanya sekolah juga tetap menyiapkan pembelajaran melalui hybrid, 50 PTM dan 50 persen daring," terangnya.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Di samping itu, Yusuf juga mengingatkan kepada pihak penyelenggara sekolah agar tetap memastikan Satgas Covid-19 mandiri maupun protokol kesehatan berjalan. Dengan asumsi yakni, ketika anak-anak atau guru datang ke sekolah, maka mereka harus dicek suhu tubuh dan mencuci tangan.

"Harapannya kalau suhu tidak sesuai standar (di atas 37,5 derajat) itu bisa langsung dikoordinasikan dengan Puskesmas,"tuturnya.

"Kita akan terus evaluasi, karena ini kan untuk menumbuhkan kepercayaan orang tua terhadap bagaimana menitipkan anaknya di sekolah," tambahnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.