Minggu, 01 Feb 2026 21:41 WIB

Sekolah Tatap Muka 100 Persen di Surabaya Tunggu PPKM Level 1

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Mar 2022 11:59 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh.

selalu.id - Pemberlakukan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen masih menunggu turunnya PPKM di Surabaya menjadi level 1. Saat ini Surabaya masih dalam kategori PPKM level 2.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan bahwa saat ini Surabaya masih berstatus PPKM level 2. Sehingga pembelajaran SD hingga SMP masih melaksanakan PTM 50 persen.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Secara bergantian 50 persen tatap muka dan daring 50 persen daring dengan durasi 6 jam," kata Yusuf, saat konferensi pers, di Kantor eks Humas Pemkot Surabaya.

Yusuf menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi sambil menunggu turunnya PPKM level 1, sehingga bisa melaksanakan PTM 100 persen.

Nantinya pola PTM 100 persen akan diterapkan seperti awal pola yang pernah dijalankan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

Sebab, kata dia, setiap sekolah itu memiliki ruangan kelas dengan kapasitas yang berbeda.

"Kita acuannya tetap pada SKB 4 Menteri dan PPKM Inmendagri. Kalau sudah level 1, kalau memungkinkan 100 persen pakai shift, kita lakukan. Karena kondisi sekolah itu variatif, ada yang luasan kelas lebar, ada yang kecil," ujarnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Lebih lanjut Yusuf menyampaikan, nantinya penerapan dengan pola shift itu tidak berdampak negatif, maka dimungkinkan PTM selanjutnya bisa dilaksanakan murni 100 persen. Ia juga memastikan tetap melakukan evaluasi penerapan PTM 100 persen dengan pola shift tersebut.

"Kita uji coba dulu itu dengan menyesuaikan kondisi ruang kelas. Nah, kalau itu memungkinkan, maka dilakukan PTM 100 persen murni tanpa shift," ujarnya.

Selain itu, ia berharap tenaga pendidik dan siswa dapat terus beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Termasuk menjaga kebiasaan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Karena kita harus bisa menjamin sekolah itu tetap aman untuk anak-anak. Makanya sekolah juga tetap menyiapkan pembelajaran melalui hybrid, 50 PTM dan 50 persen daring," terangnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Di samping itu, Yusuf juga mengingatkan kepada pihak penyelenggara sekolah agar tetap memastikan Satgas Covid-19 mandiri maupun protokol kesehatan berjalan. Dengan asumsi yakni, ketika anak-anak atau guru datang ke sekolah, maka mereka harus dicek suhu tubuh dan mencuci tangan.

"Harapannya kalau suhu tidak sesuai standar (di atas 37,5 derajat) itu bisa langsung dikoordinasikan dengan Puskesmas,"tuturnya.

"Kita akan terus evaluasi, karena ini kan untuk menumbuhkan kepercayaan orang tua terhadap bagaimana menitipkan anaknya di sekolah," tambahnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.