Diam-diam, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Bakal Berangkat Haji Jalur Khusus
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 04 Mei 2026 16:42 WIB
selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan akan menunaikan ibadah haji pada bulan Mei 2026.
Ia dijadwalkan berangkat pada tanggal 19 Mei 2026, dan sehari setelahnya menuju Makkah.
Baca Juga: Jangan Bandel Buka Usaha di Permukiman Bila Tak Mau Ditutup Pemkot Surabaya
Rencana keberangkatan itu disampaikan langsung Eri saat menyapa jemaah calon haji asal Surabaya di Asrama Haji Sukolilo, Senin (4/5/2026).
“Insya Allah saya berangkat tanggal 19, tanggal 20 saya baru berangkat ke Makkah. Semoga kita saling mendoakan,” katanya.
Orang nomor satu di Surabaya ini menitipkan doa kepada jemaah calon haji asal Surabaya agar kota ini semakin rukun, aman, dan makmur.
Eri berharap ibadah haji membawa keberkahan bagi warga Surabaya.
“Saya mohon doa agar warga Surabaya bertambah rukun, tidak bertengkar atau berselisih, supaya sejahtera semuanya,” tuturnya.
Sementara Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Sururil Faizin membenarkan bahwa Eri akan berangkat melalui skema haji khusus.
Baca Juga: Konflik Lahan Gereja Bethany Surabaya Kini Mulai Temui Solusi, Pemkot Jamin Begini
Menurutnya, jalur tersebut berbeda dengan haji reguler yang diberangkatkan melalui kloter embarkasi.
“Haji khusus itu lewat jalur travel, daftarnya lewat travel, dan langsung datanya lewat Kementerian Haji Pusat. Berangkatnya juga melalui travel masing-masing,” jelasnya.
Sururil mengatakan jemaah haji khusus tidak melalui mekanisme embarkasi seperti jemaah reguler.
Keberangkatan dilakukan langsung sesuai biro perjalanan masing-masing, baik melalui Surabaya maupun Jakarta.
Baca Juga: Insiden Proyek Maut Margorejo Surabaya, DPRD Jatim Desak Evaluasi Keamanan
“Kalau haji khusus, semua haji khusus tidak melalui embarkasi, jadi langsung ke travelnya. Ada yang lewat Surabaya, ada lewat Jakarta,” paparnya.
Haji khusus dikenal sebagai jalur penyelenggaraan ibadah haji yang dikelola Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan masa tunggu relatif lebih singkat dibanding reguler, serta fasilitas layanan yang lebih personal.
Jemaah biasanya berangkat dalam kelompok lebih kecil dengan pendampingan dari travel resmi.
Kemenag Surabaya juga memastikan jemaah calon haji kloter 50, 51, dan 52 asal Surabaya berangkat lengkap tanpa ada yang batal berangkat.
Editor : Zein Muhammad