Selasa, 04 Agu 2026 05:08 WIB

Rayakan Ulang Tahun Berujung Nyawa

Korban saat terlibat bentrok dengan kelompok pemuda lainnya ketika perayaan Hari Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99. (Dok. Tangkapan layar).
Korban saat terlibat bentrok dengan kelompok pemuda lainnya ketika perayaan Hari Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Seorang pelajar SMA berinisial GA tewas setelah mengalami luka bacok saat berusaha melerai keributan dalam perayaan malam puncak Hari Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99 di kawasan Jalan Sumatera, Kamis (18/6/2026) dini hari.

Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA itu mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Gagal Cari Cuan Pascabebas, Pengedar Sabu di Surabaya Kembali Masuk Bui

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika GA bersama saudaranya berinisial D menghadiri perayaan malam puncak HUT Persebaya ke-99 di Gelora 10 Nopember Tambaksari.

Saat melintas di Jalan Sumatera, terjadi gesekan yang melibatkan sejumlah oknum suporter hingga berujung pengeroyokan terhadap seseorang.

Melihat kejadian tersebut, GA disebut berupaya menolong dan melerai korban pengeroyokan agar situasi tidak semakin memanas.

Namun nahas, korban justru menjadi sasaran dan terkena sabetan senjata tajam yang dilakukan orang tidak dikenal.

“Ada yang bikin kisruh. Lalu adik saya ini mau membela. Dia ga ikut kisruh. Mau melerai. Tapi malah dia yang kena sasaran,” kata Sonya Cantika, kakak korban.

Dalam kondisi terluka, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Meski sempat menjalani perawatan selama beberapa jam, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Baca Juga: Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

“Keluarga lalu melapor ke polisi dan jenazah adik saya divisum di RS Bhayangkara,” jelas Sonya.

Selain GA, teman korban berinisial B juga dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa tersebut. Saat ini B masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

Sonya berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Saya berharap semoga polisi segera menemukan pelakunya,” ujarnya.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Hadi Ismanto mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Polisi telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Masih penyelidikan,” jawan Hadi saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026). 

Hingga kini kepolisian masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta memburu pelaku pembacokan yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka-luka.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Wahono menyampaikan proses identifikasi masih terus berlangsung.

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

Perhatian khusus diberikan pada peran keluarga sebagai garis pertahanan paling awal.