Sabtu, 01 Agu 2026 22:55 WIB

Insiden Proyek Maut Margorejo Surabaya, DPRD Jatim Desak Evaluasi Keamanan

Penampakan proyek gorong-gorong maut di Margorejo Surabaya. (Dok. Kedaruratan 112 Surabaya).
Penampakan proyek gorong-gorong maut di Margorejo Surabaya. (Dok. Kedaruratan 112 Surabaya).

selalu.id - Insiden meninggalnya seorang perempuan lanjut usia setelah kendaraannya tercebur ke lokasi proyek pembangunan gorong-gorong di kawasan Margorejo, Surabaya, menuai keprihatinan mendalam. 

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur, Lilik Hendarwati mendesak Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan di seluruh proyek infrastruktur yang sedang berjalan.

Baca Juga: 2 Oknum Petugas DLH Surabaya Peras Pedagang di Kawasan Tugu Pahlawan, Ini Tampangnya

Lilik tak lupa mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. 

“Semoga almarhuma mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tuturnya, Rabu (17/6/2026).

Lilik menyatakan kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan yang bertujuan memperbaiki fasilitas umum tidak boleh mengorbankan keselamatan nyawa warga. 

"Ini tentu menjadi duka bersama. Tidak ada satu pun yang menginginkan hasil pembangunan justru berujung pada musibah seperti ini,” ujarnya.

Lilik menegaskan pemerintah daerah wajib memastikan setiap proyek dilaksanakan dengan standar keamanan yang ketat. Pengamanan lokasi tidak boleh dianggap sekadar pelengkap, melainkan bagian utama dari pekerjaan. 

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Bersih dan Transparan di Sektor Energi, PGN Gandeng Kejati Jatim

Hal itu meliputi pemasangan pagar pembatas yang kokoh, rambu peringatan yang jelas dan mudah terlihat, serta penerangan yang cukup terutama pada malam hari, disertai pengawasan rutin selama masa pengerjaan.

“Musibah ini harus menjadi bahan evaluasi serius, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan warga adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar,” tegasnya.

Selain meminta langkah tegas dari pemerintah dan kontraktor, Lilik juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. 

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Ia mengingatkan pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan, memperhatikan kondisi lintasan, serta mematuhi rambu keselamatan saat melintas di sekitar area konstruksi.

Lilik berharap seluruh pihak terkait segera memeriksa ulang seluruh titik pekerjaan agar tidak ada lagi celah yang berpotensi membahayakan warga. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari kecepatan atau kualitas bangunan semata, melainkan juga dari kemampuan menjamin keamanan masyarakat selama proses berlangsung.

“Pembangunan yang sesungguhnya adalah yang membawa manfaat tanpa mengorbankan nyawa warganya,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Divonis 10 Tahun dalam Kasus Korupsi Dindik Jatim

Majelis menyatakan Hudiyono terbukti turut serta dalam perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara bersama mantan Kadispendik Jawa Timur dan Jimmy.

Polisi Buru Pelaku Pembacokan Anggota PSHT di Ambyar Superclub Surabaya

Polrestabes Surabaya berkomitmen memproses seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Urgent! Balita Sakit Anemia Berat di Mojokerto Butuh Bantuan Donor Darah O Bombay Rhesus Positif

Saat ini, bayi yang berusia 2 tahun 3 bulan itu tengah dirawat di RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Membutuhkan bantuan segera.

Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Di bawah kepemimpinan Eko Darsono, 200 pohon jeruk Siam Madu ditanam di atas lahan bantaran seluas sekitar 10 hektare. Hasilnya, untuk kebutuhan SPPG.

Pelindo Regional 3 dan Kejati Jatim Sepakati Optimalisasi Tata Kelola Perusahaan

Perjanjian Kerja Sama (PKS) kali ini juga memperkuat aspek pemulihan aset sebagai bagian penting dalam menjaga aset strategis negara.

APBD Sidoarjo 2025 Surplus Rp61,7 Miliar, DPRD Minta Percepatan Penyerapan Belanja

Namun di balik capaian tersebut, DPRD Sidoarjo tetap memberikan sejumlah catatan evaluatif, terutama terkait optimalisasi penyerapan belanja daerah.