Selasa, 03 Nov 2026 01:56 WIB

Misteri Keangkeran Jembatan Cangar: Dari Sosok Hantu Penunjuk Jalan, Juga Jadi Tempat Bertapa

Jembatan Cangar Batu. (Dok. Selalu.id).
Jembatan Cangar Batu. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Aura mistis sangat terasa saat melintas di Jembatan Cangar Kota Batu.

Jembatan ini bukan sekedar jalur penghubung, namun dipercayai oleh masyarakat sebagai jalur angker.

Baca Juga: Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

Jembatan Cangar terletak di jalur menuju Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Kawasan ini dikelilingi hutan lebat yang sering tertutup kabut.

Kondisi tersebut memperkuat kesan angker pada salah satu titik di jalur Cangar-Pacet ini.

Sejumlah orang mengaku sempat melihat penampakan makhluk serupa genderuwo di sekitar Jembatan Kembar Cangar pada waktu-waktu tertentu.

Keberadaan makhluk halus ini menjadi bagian dari cerita horor yang berkembang di masyarakat.

Salah satu kisah yang paling populer di kalangan pengguna jalan adalah keberadaan sosok hantu penunjuk jalan.

Berbeda dengan namanya, makhluk ini justru muncul untuk menyesatkan para pengendara yang melintas.

Makhluk gaib tersebut diyakini mampu menciptakan ilusi visual bagi pengendara saat menembus kabut dan jalanan berliku. Pengendara seringkali dibuat merasa jalanan tetap lurus padahal jembatan sebenarnya berbelok.

Ilusi ini sangat berbahaya karena bisa mengarahkan kendaraan menuju tebing atau jurang.

Baca Juga: 48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

Fenomena ini menjadi peringatan bagi siapa saja yang melewati jalur tersebut agar tetap waspada dan fokus.

Mitos lain yang berkembang adalah larangan melintasi jembatan saat menjelang Magrib atau tengah malam.

Warga percaya bahwa melanggar waktu tersebut dapat memicu kemunculan sosok perempuan berambut panjang atau nenek tua.

Beberapa pelintas juga melaporkan terdengarnya suara-suara aneh seperti bisikan dan tangisan saat suasana sedang sepi.

Tak jarang, kendaraan dilaporkan mendadak mogok tanpa alasan teknis yang jelas saat berada di lokasi.

Baca Juga: Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Masyarakat menyebut kawasan jembatan berdiri di lahan yang dulunya menjadi tempat bertapa atau area pembuangan korban pesugihan.

Jejak energi dari masa lalu tersebut diyakini masih tersisa hingga sekarang.

Sebagai bentuk penghormatan, warga menyarankan pengendara untuk membunyikan klakson atau mengucap salam sebelum melintas.

Hal ini dilakukan sebagai tanda permisi kepada penghuni tak kasatmata di kawasan tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.