Minggu, 07 Jun 2026 01:38 WIB

Kisah Tulus Man Odix, Polisi Mojokerto dalam Lestarikan Burung Dilindungi Sejak 2007

Aipda Ahmad Sodig atau yang akrab disapa Man Odix, polisi Mojokerto yang lestarikan burung dilindungi. (Foto: Supri/selalu.id).
Aipda Ahmad Sodig atau yang akrab disapa Man Odix, polisi Mojokerto yang lestarikan burung dilindungi. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Aipda Ahmad Sodig atau yang akrab disapa Man Odix, melestarikan burung kakatua jambul kuning dan beberapa jenis burung dilindungi lainnya.

Keseriusannya melestarikan burung ini bukan tanpa alasan. Tapi, karena banyaknya burung lokal yang kini mulai punah.

Baca Juga: Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Polisi yang berdinas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Pacet, Mojokerto ini mengembangbiakkan dan melestarikan burung lokal seperti ciblek hingga cendet.

"Kita mulai pelestarian tahun 2007. Di rumah sini mulai 2009, memang kita pecinta burung. Awalnya pelihara burung tidak di sangkar kita liarkan di sekitar rumah. Ya karena miris burung lokal punah seperti burung prenjak, ciblek, cendet sudah punah. Kita pertama beli dari pasar kemudian kita lepaskan dan sudah berkembang di alam," ungkap Man Odix , Senin (20/4/2026).

Ia mengatakan, penangkaran dan pelestarian burung kakatua jambul kuning dimulainya sejak tahun 2020. Awalnya, Man Odix hanya memiliki satu pasang kakatua.

"Kita biarkan liar di sekitar rumah, tapi tetap kita suplai makanan di rumah. Tahun 2021 bertelur hanya satu telur dan menetas. Upaya pelestarian banyak sekali mulai dari kakatua, burung lokal kayak ciblek, prenjak merah, gelatik, cendet, branjangan, betet jawa semua kita lepaskan, cuma kita beri suplai makanan akhirnya mereka balik tapi tetap produksi di luar," katanya.

Selain burung lokal dan kakatua, Man Odix juga melestarikan ayam hutan merah, ayam hutan hijau dan kucing macan akar hutan.

"Ayam dan kucing itu dari warga. Masyarakat mengetahui kita melakukan pelestarian lalu mereka menghibahkan untuk dilestarikan," jelasnya.

Untuk makan burung kakatua, burung lokal, ayam dan kucing macan akar hutan, Man Odix mengaku diambilkan dari gajinya, namun ada juga yang bantuan dari masyarakat.

Baca Juga: Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

"Makannya dari kita pribadi karena melakukan pelestarian harus bertanggung jawab. Banyak juga dari masyarakat yang memberikan bantuan untuk makan, berawal kenal di medsos memberikan bantuan makan untuk burung kita," ujarnya.

Uniknya, Man Odix tidak hanya memberikan sosialisasi pelestarian burung di sekitar rumahnya saja.

Namun dirinya juga melakukan sosialisasi pelestarian melalui media sosial. Setiap perkembangan burung yang dilestarikan selalu diunggah di media sosialnya.

"Jadi untuk memberikan sosialisasi kita mainnya di medsos, karena memang saat ini masyarakat sudah banyak yang punya medsos. Jadi setiap perkembangan hewan kita untuk pelestarian selalu kita unggah di medsos," tuturnya.

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

"Medsos itu memudahkan kita untuk evaluasi dan mengikuti perkembangan hewan kita di medsos ada semua. Medsos juga memberikan keuntungan kepada kita, burung kita lepaskan dan masyarakat tahu dan tujuan kita jadi burung itu bukan burung lepas dari sangkar kemudian diburu ramai-ramai," tambah Man Odix.

Ia bercerita, bahawa sempat ada satu kejadian orang luar menangkap burung yang ia lestarikan di dekat rumahnya. Tetapi orang tersebut akhirnya mengembalikan burung itu.

"Pernah, memang bukan warga sini. Pada saat dari teman pengantar paket dia melewati depan rumah kemudian melihat burung jalak Nias terus ditangkap dan dibawa pulang. Akhirnya dengar kabar kalau kita melakukan pelestarian dia kembali dan melepaskan burung itu di sini," katanya.

Dari kisah Man Odix ini, kita bisa belajar. Bahwa hidup ini bukan tentang siapa orang yang paling berkuasa dia yang bisa seenaknya sendiri. Namun, di dunia kita hidup berdampingan. Saling berbagi, saling menghargai, dan tidak untuk saling menyakiti.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Lewat Pro Gus'e Update, Bupati Fawait Beber Rp312 Miliar Dukungan Pertanian untuk Jember

"Kami ingin masyarakat mengetahui apa yang sedang dan telah dikerjakan pemerintah," ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.

Kakak Thomas Ungkap Kronologi Pengeroyokan yang Diduga Dipicu Perselisihan Sandal Crocs

Menurut Hana, persoalan muncul karena pelaku menganggap sandal pengganti yang diberikan korban tidak setara dengan sandal yang hilang.

Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Khofifah Ajak Tanam Pohon dan Kelola Sampah

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.125 peserta itu dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara daring dengan kegiatan nasional.

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.