Kamis, 04 Jun 2026 10:33 WIB

Kejebak Macet, Pelaku Jambret Kalung Emas di Surabaya Nyonyor Dimassa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 02 Apr 2026 17:08 WIB
Pelaku jambret dihajar massa saat dievakuasi petugas. (Dok. Istimewa).
Pelaku jambret dihajar massa saat dievakuasi petugas. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Seorang pelaku jambret babak belur dihajar massa usai tepergok merampas kalung emas milik cewek di Jalan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Pelaku yang diketahui berinisial FA (32), warga Wonokusumo Jaya Baru, Surabaya, itu kini telah ditahan di Polsek Kenjeran untuk penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Rampas HP hingga Korbannya Tersungkur, Bandit di Surabaya Nyonyor Dimassa

Perampasan ini terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Korbannya adalah FJF (19), warga Jalan Platuk, Surabaya.

Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto membenarkan adanya perampasan tersebut. Ia juga membenarkan pelaku kini telah ditahan.

"Masih dalam penyidikan. Masih didalami lagi," katanya, Kamis (2/4/2026).

Yuyus menjelaskan, pelaku beraksi seorang diri. Saat itu, korban tengah bersama suami dan anaknya menggunakan motor.

“Korban ini sudah diincar oleh pelaku. Saat di jalan sudah diikuti. Ketika korban sampai di depan rumah, kalungnya langsung dirampas," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengamanan Kota Lama Usai Terjadi Peristiwa Penjambretan

Korban yang kaget kalung emas 3 gram miliknya dirampas, kemudian berteriak maling. Sementara suaminya langsung melakukan pengejaran.

Pelaku saat itu kabur ke arah utara menggunakan motor Honda PCX. Suami korban terus mengejar meski sempat tertinggal.

Hingga akhirnya, pelarian pelaku terhenti. Ini setelah arus lalu lintas di Jalan Platuk mengalami kemacetan akibat antrean kendaraan di depan agen telur, membuat pelaku tidak bisa bergerak.

Di situlah, suami korban berteriak jambret dan pelaku langsung dikepung warga. Pelaku pun akhirnya dihajar massa hingga babak belur.

Baca Juga: Pura-pura Minta Sayur, Pria 55 Tahun Jambret Kalung Nenek di Malang

Beruntung, saat aksi main hakim sendiri itu terjadi, polisi datang. Pelaku dievakuasi, warga dibubarkan.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku baru sekali ini melakukan aksinya. Dalihnya, untuk kebutuhan anak.

"Pengakuannya memang baru sekali, tapi kami akan terus dalami dan kembangkan, untuk mencari tahu kemungkinan TKP lainnya," tegas Yuyus.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.