Kamis, 17 Sep 2026 18:07 WIB

Jambret Ponsel di Lampu Merah Undaan Tumbang Ditembak Polisi Usai Seret Petugas Saat Kabur

Tersangka WW (31) dan AMP (25) harus menerima hadiah timah panas dari polisi setelah nekat melawan.
Tersangka WW (31) dan AMP (25) harus menerima hadiah timah panas dari polisi setelah nekat melawan.

selalu.id - Aksi dua penjambret yang selama ini leluasa beraksi di jalanan Surabaya berakhir tragis. WW (31) dan AMP (25) harus menerima hadiah timah panas dari polisi setelah nekat melawan dan berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Keduanya merupakan pelaku perampasan telepon genggam milik Berliana Haryani Hartono yang terjadi di kawasan Jalan Undaan, Kecamatan Genteng, Surabaya. Peristiwa itu berlangsung pada Jumat (29/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Baca Juga: Perempuan di Surabaya jadi Korban Pencurian ART, Emas dan Dollar Raib

Malam itu, Berliana tengah berboncengan sepeda motor bersama temannya. Saat berhenti di lampu merah simpang Jalan Undaan–Jalan Kalianyar, korban memegang telepon genggam di tangan kiri dan meletakkannya di atas paha.

Tanpa disadari, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Street tanpa plat nomor mendekat dari sisi kiri. Dalam hitungan detik, WW yang duduk sebagai pembonceng langsung merampas ponsel korban sebelum kabur meninggalkan lokasi.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, korban sempat berusaha mengejar pelaku. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena kedua pelaku melaju dengan kecepatan tinggi.

“Korban saat itu dibonceng temannya dan sedang berhenti di traffic light. Pelaku datang dari arah belakang, kemudian merampas handphone korban dan melarikan diri,” kata Luthfie, Minggu (14/6/2026).

Meski sempat kehilangan jejak, keberuntungan berpihak kepada korban. Saat berada di sekitar lampu merah Jalan Ambengan–Jaksa Agung Suprapto, korban kembali melihat sepeda motor yang digunakan pelaku.

Tanpa pikir panjang, korban berteriak “maling” sambil kembali melakukan pengejaran. Teriakan itu terdengar oleh anggota Polsek Genteng yang sedang melaksanakan patroli kring serse di sekitar lokasi.

Baca Juga: Lecehkan Anak saat Parade Surabaya Vaganza, Pria 40 Tahun Dimassa

Petugas pun langsung bergerak cepat memburu kedua pelaku. Pengejaran berlangsung menegangkan melintasi sejumlah ruas jalan, mulai dari Ambengan, Kusuma Bangsa, BKR Pelajar, Jimerto, Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Ketupa.

Kapolsek Genteng Kompol Grandika Indera Waspada mengatakan, petugas telah berulang kali memberikan peringatan agar pelaku menghentikan kendaraannya. Namun peringatan tersebut diabaikan.

“Anggota sudah berteriak polisi dan meminta pelaku berhenti. Tetapi mereka tetap berusaha kabur,” ujarnya.

Dalam proses pengejaran, petugas sempat mencoba menghadang laju kendaraan pelaku. Namun, kedua tersangka tetap nekat melarikan diri hingga menyebabkan salah seorang anggota polisi terseret dan terjatuh.

Baca Juga: Pasca Tamu Tewas dari Lantai 20, Hotel Goldvitel Surabaya Bilang Begini

Situasi yang dinilai membahayakan keselamatan petugas membuat polisi mengambil tindakan tegas dan terukur. Tembakan pun dilepaskan untuk melumpuhkan kedua pelaku.

“Akhirnya pelaku dilakukan tindakan tegas terukur dan berhasil diamankan. Mereka juga mengalami luka gores akibat terjatuh dari sepeda motor,” terang Grandika.

Saat ini WW dan AMP telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan keduanya dalam aksi kejahatan jalanan lainnya di wilayah Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Respons Putusan MK, Munaslub AAI Surabaya Desak Pembentukan Regulator Tunggal Profesi Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kecamatan, kelurahan, hingga instansi teknis terkait untuk turun tangan secara nyata.

Cakra Muda Indonesia Aksi di Pemkot Surabaya, Desak Usut Tuntas Kasus Gratifikasi dan TPPU DSDABM

Selain mendesak kejaksaan, massa aksi juga menyasar Wali Kota Surabaya untuk segera mengevaluasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang terindikasi kasus.

Kebakaran Landa Pabrik Sepatu di Mojokerto, Gudang Bahan Baku di Lantai 2 Hangus

Api pertama kali terlihat muncul dari lantai 2 yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan bahan baku alas kaki.

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.