Selasa, 21 Jul 2026 21:14 WIB

Pemkot Surabaya Belum Terapkan WFH, Begini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mar 2026 17:30 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pihaknya belum menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) dalam waktu dekat.

Kebijakan tersebut masih menunggu arahan resmi dari Pemerintah Pusat Indonesia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

“WFH kita tunggu arahan dari Pak Presiden,” jelas Eri usai Rapat Paripurna di DPRD Surabaya, Senin (30/3/2026).

Meski begitu, Eri menyebut konsep kerja fleksibel sebenarnya sudah lama diterapkan di Surabaya melalui skema Work From Anywhere (WFA).

Dalam praktiknya, aparatur sipil negara (ASN) tidak selalu bekerja di Kantor Balai Kota, melainkan bisa berkantor di Balai RW yang dekat dengan tempat tinggal.

“Dari dulu bukan di Balai Kota, tapi di Balai RW. Jadi sebenarnya sudah anywhere,” tegasnya.

Namun, jika kebijakan WFH resmi diterapkan secara nasional, Pemkot Surabaya memastikan akan mengikuti ketentuan tersebut.

Meski demikian, Eri menegaskan ada sejumlah catatan penting, terutama terkait efektivitas kerja dan potensi penyalahgunaan waktu kerja jika berdekatan dengan hari libur.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

“Kami berharap tidak di hari yang mendekati liburan atau setelah liburan, supaya hasil kerja tetap bisa terkontrol,” paparnya.

Di sisi lain, Eri mengungkapkan bahwa tujuan utama wacana WFH adalah efisiensi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Karena itu, Pemkot Surabaya menyiapkan alternatif kebijakan yang dinilai lebih relevan dengan kondisi daerah.

Salah satunya adalah penerapan hari tanpa kendaraan pribadi bagi ASN.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Dalam skema ini, pegawai diwajibkan menggunakan transportasi umum atau moda ramah lingkungan seperti sepeda, terutama bagi yang bekerja di wilayah dekat tempat tinggal.

“Kalau rumahnya dekat, cukup naik sepeda. Tapi kalau dari Sidoarjo atau Gresik, ya gunakan transportasi umum,” jelas Eri.

Rencana tersebut kemungkinan akan diterapkan satu hari dalam sepekan, dengan opsi hari kerja seperti Jumat.

Namun, jadwal pasti masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat terkait kebijakan WFH nasional.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter.