Rabu, 21 Okt 2026 16:00 WIB

Pemkot Surabaya Belum Terapkan WFH, Begini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mar 2026 17:30 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pihaknya belum menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) dalam waktu dekat.

Kebijakan tersebut masih menunggu arahan resmi dari Pemerintah Pusat Indonesia.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

“WFH kita tunggu arahan dari Pak Presiden,” jelas Eri usai Rapat Paripurna di DPRD Surabaya, Senin (30/3/2026).

Meski begitu, Eri menyebut konsep kerja fleksibel sebenarnya sudah lama diterapkan di Surabaya melalui skema Work From Anywhere (WFA).

Dalam praktiknya, aparatur sipil negara (ASN) tidak selalu bekerja di Kantor Balai Kota, melainkan bisa berkantor di Balai RW yang dekat dengan tempat tinggal.

“Dari dulu bukan di Balai Kota, tapi di Balai RW. Jadi sebenarnya sudah anywhere,” tegasnya.

Namun, jika kebijakan WFH resmi diterapkan secara nasional, Pemkot Surabaya memastikan akan mengikuti ketentuan tersebut.

Meski demikian, Eri menegaskan ada sejumlah catatan penting, terutama terkait efektivitas kerja dan potensi penyalahgunaan waktu kerja jika berdekatan dengan hari libur.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

“Kami berharap tidak di hari yang mendekati liburan atau setelah liburan, supaya hasil kerja tetap bisa terkontrol,” paparnya.

Di sisi lain, Eri mengungkapkan bahwa tujuan utama wacana WFH adalah efisiensi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Karena itu, Pemkot Surabaya menyiapkan alternatif kebijakan yang dinilai lebih relevan dengan kondisi daerah.

Salah satunya adalah penerapan hari tanpa kendaraan pribadi bagi ASN.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Dalam skema ini, pegawai diwajibkan menggunakan transportasi umum atau moda ramah lingkungan seperti sepeda, terutama bagi yang bekerja di wilayah dekat tempat tinggal.

“Kalau rumahnya dekat, cukup naik sepeda. Tapi kalau dari Sidoarjo atau Gresik, ya gunakan transportasi umum,” jelas Eri.

Rencana tersebut kemungkinan akan diterapkan satu hari dalam sepekan, dengan opsi hari kerja seperti Jumat.

Namun, jadwal pasti masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat terkait kebijakan WFH nasional.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.

Ditlantas Polda Jatim Perkuat MQR, Kini Libatkan 5 Pilar Tekan Kecelakaan

Sebelumnya MQR hanya digunakan internal kepolisian untuk penempatan personel dan patroli.

SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi.