Kamis, 04 Jun 2026 09:20 WIB

Puncak Mudik Lebaran, 50 Ribu Penumpang Serbu Stasiun di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 18 Mar 2026 12:02 WIB
Suasana mudik di stasiun kereta api Surabaya. (Dok. Daop 8 Surabaya).
Suasana mudik di stasiun kereta api Surabaya. (Dok. Daop 8 Surabaya).

selalu.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada hari ini, Rabu (18/3/2026).

Bahkan, Daop 8 Surabaya juga mencatat jumlah penumpang menembus lebih dari 50 ribu orang dalam sehari.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Berdasarkan data sementara, sebanyak 50.814 penumpang diproyeksikan menggunakan layanan kereta api.

Jumlah tersebut terdiri dari 28.391 penumpang berangkat dan 22.423 penumpang datang, dan masih berpotensi bertambah hingga malam hari.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan tingginya angka ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat menggunakan kereta api saat mudik.

“Hari ini kami proyeksikan sebagai puncak arus mudik di wilayah Daop 8 Surabaya, dengan lebih dari 50 ribu pelanggan yang dilayani. Tingginya angka ini mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat dalam menggunakan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu untuk pulang ke kampung halaman,” jelasnya.

Tiga stasiun utama menjadi titik tersibuk dalam arus mudik tahun ini, yakni Stasiun Surabaya Gubeng dengan 16.351 penumpang, Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 15.888 penumpang, serta Stasiun Malang dengan 7.343 penumpang.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Secara kumulatif, selama periode angkutan Lebaran 11–18 Maret 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 284.308 penumpang. Angka ini terdiri dari 184.838 penumpang berangkat dan 153.343 penumpang datang.

Sementara itu, penjualan tiket kereta api jarak jauh telah mencapai 402.510 tiket atau sekitar 72 persen dari total kapasitas yang disediakan. Penjualan diperkirakan terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, pemerintah juga memberikan diskon 30 persen tiket kereta ekonomi komersial pada periode 14–29 Maret 2026.

Di wilayah Daop 8 Surabaya, sebanyak 128.840 tiket diskon telah terjual dari total 188.288 tiket yang disediakan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

KAI mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari risiko tertinggal kereta, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan jika tiket pada tanggal favorit telah habis.

Mahendro mengatakan, kereta api menjadi pilihan ideal bagi masyarakat yang ingin mudik dengan perjalanan yang lebih nyaman dan bebas hambatan.

“Mudik dengan kereta api memberikan pengalaman perjalanan yang lebih tenang, bebas macet, dan tepat waktu,” katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.