Sabtu, 13 Jun 2026 17:35 WIB

Viral Truk Sampah Berceceran di Jalan Surabaya, DLH Siapkan Sanksi Tegas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Mar 2026 13:09 WIB
Truk pengangkut sampah yang berceceran di jalanan Surabaya. (Dok. Tangkapan layar/Istimewa).
Truk pengangkut sampah yang berceceran di jalanan Surabaya. (Dok. Tangkapan layar/Istimewa).

selalu.id - Baru-baru ini beredar video di media sosial (medsos) soal truk pengangkut sampah dengan bak belakang yang tampak tidak tertutup rapat hingga sampahnya berceceran di jalanan Surabaya.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pada insiden serupa yang sebelumnya terjadi di kawasan Siola, ketika sampah yang jatuh dari truk memicu kecelakaan bagi pengguna jalan.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Mengenai itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung memberikan klasifikasi dan pengawasan kendaraan pengangkut sampah yang beroperasi di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto menegaskan bahwa operasional kendaraan pengangkut sampah, khususnya milik rekanan pemerintah telah diatur secara ketat melalui kontrak kerja sama.

“Semua sudah diatur dalam kontrak kerja sama. Kalau terjadi keterlambatan pengangkutan, kendaraan mogok di jalan, atau ada masalah operasional lain, semuanya ada ketentuannya dan ada sanksinya,” tegasnya, Senin (9/3/2026).

Dedik menjelaskan bahwa standar armada pengangkut sampah telah ditetapkan secara rinci.

Kendaraan yang digunakan harus dalam kondisi baik, baik yang menggunakan sistem compactor maupun bak konvensional, serta memenuhi standar operasional yang berlaku.

Apabila ditemukan sampah berserakan di jalan akibat kelalaian pengangkutan, pihak rekanan akan mendapatkan teguran hingga sanksi sesuai kontrak.

“Kalau sampai terjadi sampah berserakan di jalan, tentu kami akan memberikan teguran kepada pihak rekanan agar segera melakukan perbaikan. Jika tidak ditindaklanjuti, maka akan dikenakan penalti atau sanksi sesuai ketentuan dalam kontrak,” jelas Dedik.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Menurutnya, setiap perusahaan yang terlibat dalam pengadaan jasa pengangkutan sampah juga wajib melalui tahap pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi.

Dalam proses tersebut, DLH melakukan pengecekan kondisi armada, kelengkapan dokumen, hingga kelayakan operasional.

“Artinya kendaraan itu harus layak dan laik jalan. Selain kondisinya harus baik, kendaraan juga tidak boleh sering mengalami gangguan operasional seperti mogok. Itu semua menjadi bagian dari evaluasi saat lelang berlangsung,” kata Dedik.

Dalam operasional pengangkutan sampah di Surabaya, terdapat tiga jenis kendaraan yang terlibat. Pertama, kendaraan dinas milik pemerintah kota. Kedua, kendaraan milik rekanan yang mengikuti proses pengadaan jasa pengangkutan sampah. Dan ketiga, kendaraan milik pihak swasta.

Kendaraan swasta umumnya berasal dari pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, hingga kawasan perumahan yang mengangkut sampah secara mandiri ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo melalui kerja sama dengan penyedia jasa pengangkutan sampah.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

“Untuk kendaraan rekanan yang mengikuti lelang dari pemerintah kota, pengawasannya bisa kami lakukan langsung karena sejak awal kendaraan mereka sudah melalui proses pengecekan kelayakan,” papar Dedik.

Namun untuk kendaraan milik swasta yang bekerja sama secara mandiri, pengawasannya memang lebih terbatas karena tidak terikat kontrak dengan Pemkot Surabaya.

Meski begitu, DLH tetap akan menindaklanjuti jika ada laporan atau kejadian yang mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Kalau ada laporan atau kejadian seperti sampah berserakan di jalan, tentu tetap kami ingatkan dan kami tegur pihak terkait,” tandas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Armuji, menegaskan bahwa Gen-Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan partai maupun bangsa.

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.