Sabtu, 06 Jun 2026 06:12 WIB

KA Blambangan Ekspres Tabrak Truk Gandeng di Probolinggo, Masinis dan Asisten Terluka

  • Penulis : Inung
  • | Jumat, 06 Mar 2026 14:43 WIB
Penampakan KA Blambangan Ekspres usai menabrak truk gandeng di Leces Probolinggo. (Foto: Inung/selalu.id).
Penampakan KA Blambangan Ekspres usai menabrak truk gandeng di Leces Probolinggo. (Foto: Inung/selalu.id).

selalu.id - Truk gandeng tertabrak kereta api di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari.

‎Akibat insiden ini, masinis dan asistennya mengalami luka setelah terjepit di kabin lokomotif yang ringsek.

Baca Juga: Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

‎Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu truk gandeng bermuatan tepung batu bernopol P 8793 UG melaju dari arah timur ke barat.

‎Truk yang dikemudikan Ali Rudi Amir (30), dengan kernet Agus Prasetyo, keduanya warga Jember, melintas di perlintasan kereta api JPL 13 di Desa Jorongan.

‎Saat melintas itulah, tiba-tiba, dari arah utara melaju Kereta Api Blangbangan Ekspres dengan relasi Stasiun Pasar Senen, Jakarta menuju Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Kereta tersebut langsung menabrak bagian gandengan truk.

‎“Saat saya melintas di perlintasan tidak ada bunyi sirene menandakan kereta lewat. Ketika kepala truk sudah melewati rel, tiba-tiba dari arah utara muncul kereta api dan langsung menabrak gandengan truk,” ungkap Agus.

‎Benturan keras membuat gandengan truk terpental ke arah selatan. Sementara lokomotif KA Blangbangan Ekspres mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kabin dan berhenti beberapa meter dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

‎‎Petugas dari PT KAI bersama kepolisian dan warga kemudian melakukan proses evakuasi terhadap kedua korban dari dalam kabin. Setelah berhasil dievakuasi, keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

‎‎Agus menambahkan, muatan tepung batu yang dibawanya rencananya akan dikirim dari Jember menuju Gempol, Kabupaten Pasuruan.

‎“Alhamdulillah saya dan sopir tidak mengalami luka,” katanya.

Baca Juga: Pria di Probolinggo jadi Korban Begal, Satu Motor Matik Raib 

‎Sementara itu, tim Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kecelakaan.

‎‎Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Syafiq Jundhira mengatakan, kecelakaan diduga terjadi saat truk melintas dari arah timur ke barat di perlintasan kereta api, kemudian dari arah utara datang kereta api yang langsung menabraknya.

‎‎“Dugaan sementara kecelakaan terjadi karena pintu perlintasan tidak tertutup. Tidak ada korban jiwa, namun masinis dan asistennya mengalami luka-luka,” jelas Syafiq.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.