Kampung Ramadan Gebang Putih Surabaya Diserbu, UMKM Raup Omzet Signifikan
- Penulis : Dony Maulana
- | Sabtu, 21 Feb 2026 17:49 WIB
selalu.id – Memasuki hari-hari awal Ramadan 1447 Hijriah, Kampung Ramadan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, kembali menjadi pusat perhatian masyarakat. Pada Sabtu (21/2/2026), area sepanjang 600 meter di Jalan Gebang Lor, Kelurahan Gebang Putih, diserbu ribuan pengunjung sejak pukul 16.00 WIB, menjadikan acara tahunan ini sebagai salah satu destinasi favorit di bulan suci.
Meski cuaca sedikit mendung, semarak suasana tetap meriah. Pengunjung yang hadir tidak hanya anak-anak, tetapi juga kalangan mahasiswa hingga keluarga rumah tangga yang antusias berburu takjil dan menu berbuka puasa. Momen ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan akhir pekan, sehingga banyak warga memanfaatkannya untuk ngabuburit bersama keluarga sekaligus menikmati kuliner lokal.
Baca Juga: Paket Sedekah Subuh Ramadan di Semampir Surabaya Naik Dua Kali Lipat
Salah satu panitia di lokasi mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung pada hari ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. “Kami melihat peningkatan pengunjung yang cukup tinggi hari ini. Biasanya memang lebih ramai,” ujarnya.
Tahun ini, Kampung Ramadan Gebang Putih menghadirkan 250 lapak, di mana 200 di antaranya dioperasikan oleh warga setempat, dan sisanya diisi pedagang dari berbagai wilayah Surabaya dan sekitarnya. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya antusiasme masyarakat.
Baca Juga: Ancaman Spyware Canggih Mengintai, Ketahanan Siber Indonesia Diuji
Ramainya pengunjung membawa berkah besar bagi pelaku UMKM lokal. Sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka ludes bahkan sebelum azan Magrib berkumandang. Ibu Marhamah, penjual es campur dan gorengan yang memiliki lapak di titik strategis, mengaku bersyukur dengan lonjakan pembeli tahun ini. “Alhamdulillah, hari ini ramai sekali. Bahkan sebelum jam buka puasa beberapa menu sudah hampir habis,” katanya.
Menurutnya, kualitas rasa dan konsistensi pelayanan menjadi kunci untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat setiap tahun. Fenomena serupa juga dirasakan oleh pedagang minuman segar, aneka gorengan, hingga jajanan unik yang diminati anak-anak seperti kue kering dan kue basah. Beberapa lapak bahkan menerapkan sistem pre-order untuk mengantisipasi lonjakan pembeli yang tidak terduga.
Baca Juga: DPRD Surabaya Dorong Sosialisasi Reaktivasi BPJS PBI Demi Layanan Kesehatan
Di tengah geliat ekonomi yang menggembirakan, panitia tetap memprioritaskan isu kebersihan. Mereka terus mengimbau pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya. “Kami terus mengimbau agar semua pihak menjaga kebersihan. Ramadan adalah bulan ibadah, dan kebersihan bagian dari iman,” tegas salah satu panitia.
Dengan pengelolaan yang semakin tertata, ratusan lapak aktif, dan ribuan pengunjung setiap hari, Kampung Ramadan Gebang Putih diprediksi akan terus dipadati hingga menjelang Idulfitri, terutama di masa liburan. Kombinasi antara nilai religius, semangat gotong royong, dan geliat ekonomi lokal menjadikan acara ini bukan hanya pusat kebersamaan, tetapi juga penggerak ekonomi umat yang nyata di bulan suci.
Editor : Redaksi