Jumat, 05 Jun 2026 01:05 WIB

Awal Mula Penyebab Rusia Menginvasi Ukraina

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 27 Feb 2022 12:37 WIB
Perang Rusia-Ukraina. Foto: Istimewa
Perang Rusia-Ukraina. Foto: Istimewa

selalu.id - Isu penyerangan Rusia kepada Ukraina yang berlangsung berminggu-minggu akhirnya terjadi. Kamis (24/2/2022) Rusia secara resmi melakukan serangan militer besar-besaran ke Ukraina.

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan statement bahwa mengakui kemerdekaan dua wilayah Ukraina Timur,yaitu Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk. Ia meminta Majelis Federasi Russia untuk menyetujui hal tersebut dan meminta agar bisa memberikan bantuan untuk mendukung kedua wilayah tersebut.

Baca Juga: 'Mengenang Rusia' Dua Musisi Menggelar Konser Musik Klasik di Surabaya

Putin juga meminta kepada rezim Ukraina untuk segera menyingkir dari dua wilayah tersebut dan apabila hal tersebut tidak dilakukan maka,bisa terjadi pertumpahan darah.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah mengaungkan tanda-tanda perlawanan dengan meminta warganya untuk mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan secara serempak pada rabu (16/2/2022) lalu.

Serangan militer Russia telah membumi hanguskan sejumlah instalasi militer Ukraina,dengan cepat pasukan Russia masuk untuk menyerang di Kiev,ibukota Ukraina.
Data sementara,dilansir dari CNN International, Menteri Kesehatan Viktor Lyashko mengatakan, terdapat 57 orang tewas dan 169 orang terluka dalam serangkaian invasi tersebut.

Tercatat hampir 100.000 lebih orang bergerak meninggalkan Ukraina.
Sebenarnya apa penyebab agresi Russia kepada Ukraina?

Berikut ulasannya
Seperti diketahui,wilayah yang sekarang ini,yaitu Russia,Ukraina,dan Belarusia adalah bagian satu dari Kievan Rus. Kievan Rus adalah negara adidaya abad pertengahan yang berpusat di tepi sungai Dnieper, hampir 1.200 tahun yang lalu.

Baca Juga: Pakar HI Unair Sebut Presiden Jokowi Ke Rusia dan Ukraina untuk Kepentingan G20

Presiden Russia Vladimir Putin sejak awal mengatakan bahwa Russia dan Ukraina adalah 'satu', bagian dari 'peradaban Rusia' yang mencakup negara tetangga Belarusia.
Sementra itu,Ukraina menolak klaim Putin tersebut.

Ukraina mengalami dua revolusi pada 2005 dan 2014. Di tahun 2014,Presiden pro-Russia, Viktor Yanukovych berhasil dilengserkan massa anti-pemerintah. Kerusuhan bahkan sempat terjadi sebelum berdamai di tahun 2015 dengan kesepakan di Minsk.

Revolusi juga membuka keinginan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (UE) dan NATO. Hal ini Mengutip, Al-Jazeera,membuat Putin marah karena prospek berdirinya pangkalan NATO yang langsung berbatasan dengan wilayah Russia sangat mengancam kedaulatan negaranya.

Baca Juga: Bawa Misi Perdamaian, Presiden Jokowi Disambut Presiden Ukraina

Saat Yanukovych jatuh, Russia menggunakan kekosongan kekuasaan untuk mencaplok Krimea di 2014. Karena kekhawatiran tersebut membuat Putin melancarkan serangan ke Ukraina dengan harapan bisa mengkudeta Pemerintah saat ini untuk bisa mendirikan Pemerintah pro-Moskow.

Saat ini,Amerika Serikat dan sekutunya sudah memberikan sanksi kepada Russia atas tindakan agresi tersebut,apakah hal tersebut membuat Putin berubah pikiran untuk mundur atau tetap maju? Kita tunggu saja perkembangan ke depan. (FDB/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.