Rabu, 21 Okt 2026 18:31 WIB

Pakar HI Unair Sebut Presiden Jokowi Ke Rusia dan Ukraina untuk Kepentingan G20

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Jun 2022 19:56 WIB
Presiden Jokowi saat di Ukraina. Foto: Istimewa
Presiden Jokowi saat di Ukraina. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Hubungan Internasional (HI) Universitas Airlangga (Unair), I Gede Wahyu Wicaksana menyebut kedatangan Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina untuk kepentingan G20.

Gede mengatakan pertemuan Jokowi dengan Presiden Rusia dan Ukraina untuk membuka ruang dialog adalah usaha yang bagus. Namun, hal itu bisa dikatakan hanya sebatas menjalankan konstitusi.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

"Kalau sekadar hanya mengikuti perintah konstitusi untuk menciptakan perdamaian dunia ya ikutin itu saja boleh lah, tapi kalau berharap akan ada hasil sebaiknya jangan, nanti mengecewakan," ujar Wahyu, Kamis (30/6/2022).

Wahyu menyampaikan konflik Rusia dan Ukraina adalah permasalahan historis yang melibatkan identitas. Kapasitas Indonesia untuk mendamaikan konflik antara Rusia dan Ukraina sangat kecil.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Hal itu karena selama ini Indonesia belum menjadi pemain besar di kawasan Eropa Timur ditambah dengan konflik internal di kawasan Asia Tenggara juga belum berhasil ditangani oleh Indonesia.

"Konflik perbatasan Indonesia dengan Malaysia sampai sekarang belum diselesaikan, kok jauh-jauh. Terkadang kita tidak realistis menjalankan diplomasi," ucapnya

Kata Gede, tujuan utama Jokowi mengunjungi Presiden Ukraina, Zelensky, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebenarnya adalah untuk mendinginkan suasana sebelum acara pertemuan puncak (KTT) G20 di Bali.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Hal itu penting karena di acara KTT G20 turut hadir Presiden Ukraina dan Presiden Rusia, tentu Jokowi tidak ingin adanya pertengkaran di forum resmi tersebut.

"Kepentingan Indonesia sebenarnya penyelenggaraan G20 summit supaya agak cooling down," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.