Jumat, 23 Okt 2026 03:26 WIB

Pemkot Surabaya Klaim Stok Pangan Cukup hingga Delapan Bulan ke Depan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 23 Des 2025 17:13 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya memastikan ketersediaan bahan pangan di Kota Pahlawan dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Berdasarkan pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah, stok pangan Surabaya dipastikan mencukupi hingga delapan bulan ke depan.

Untuk menjaga stabilitas tersebut, Pemkot Surabaya bersama TPID dan Satgas Pangan Kepolisian mengintensifkan pengawasan harga, distribusi, dan keamanan pangan di sejumlah titik strategis, mulai dari pasar tradisional, pangkalan LPG, toko modern, hingga distributor minyak goreng, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok relatif stabil. Sejumlah komoditas bahkan mengalami penurunan.

“Untuk saat ini relatif tidak ada harga yang naik. Cabai sudah turun, cabai keriting sekarang Rp60 ribu per kilogram, cabai besar Rp35 ribu per kilogram. Telur juga turun dari Rp33 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram,” ujar Agung.

Harga daging sapi masih terjaga stabil. Daging sapi kualitas premium berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram, sedangkan daging non premium berkisar Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam mengalami penurunan.

“Kalau ayam turun sekitar Rp5 ribu. Dari sebelumnya Rp38 ribu per kilogram, sekarang di angka Rp33 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Dari sisi ketersediaan, Agung memastikan stok beras di Surabaya berada dalam kondisi sangat aman. Meski terjadi pergeseran minat masyarakat dari beras SPHP ke beras premium, cadangan pangan kota tetap mencukupi. Berdasarkan indeks kecukupan pangan sebesar 8,3, stok pangan Surabaya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga delapan bulan ke depan.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Terkait minyak goreng, khususnya MinyaKita, Agung mengakui tingginya permintaan membuat produk tersebut cepat habis di pasaran. Namun, pasokan minyak goreng secara umum masih dalam kondisi aman.

“MinyaKita ini peminatnya tinggi. Setiap pabrik sudah ada jatah distribusi, tapi menyebar ke berbagai daerah. Secara umum stok minyak goreng di Surabaya masih aman,” jelasnya.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, Pemkot Surabaya juga melibatkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Balai Pengawas Obat dan Makanan untuk memastikan keamanan pangan. Pemeriksaan meliputi izin edar, kondisi kemasan, hingga potensi produk kedaluwarsa di pasar tradisional dan toko modern.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

“Sejauh ini temuan masih dalam batas wajar, seperti kemasan penyok di beberapa toko modern. Tidak ada temuan signifikan yang membahayakan konsumen,” ungkap Agung.

Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Natal dan Tahun Baru. Menurut Agung, ketersediaan bahan pokok yang aman perlu diimbangi dengan pola belanja yang bijak.

“Kami mohon masyarakat tidak berbelanja berlebihan. Pembelian berlebih bisa berujung pemborosan dan food loss. Stok aman dan mudah didapat, jadi tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.