Kamis, 04 Jun 2026 05:04 WIB

Video Wali Kota Eri Menari Sandur Viral, Akademisi Sebut Politik Simbol Tak Cukup

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Des 2025 10:17 WIB

selalu.id – Video yang memperlihatkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut menari dalam pertunjukan kesenian Sandur Madura viral di media sosial. Cuplikan tersebut ramai dibagikan dan memunculkan beragam respons publik, mulai dari apresiasi hingga kritik terkait posisi kesenian tradisional di ruang publik Surabaya.

 

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Sosiolog Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Andri Arianto, menilai viralnya video tersebut tidak terlepas dari persoalan lebih mendasar tentang bagaimana kebudayaan ditempatkan dalam kebijakan kota, khususnya di tengah karakter Surabaya sebagai kota multikultural.

 

“Surabaya memang tumbuh dari perjumpaan berbagai etnis dan tradisi. Tapi pengakuan terhadap kebudayaan tidak cukup berhenti pada simbol atau momen seremonial,” kata Andri, Jumat (19/12/2025).

 

Menurut Andri, sejarah Surabaya sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan membentuk masyarakat yang majemuk, termasuk berkembangnya kesenian dari komunitas pendatang seperti Sandur Madura. Seni pertunjukan rakyat ini memadukan tari, musik, dialog, humor, dan kritik sosial, yang dibawa melalui migrasi masyarakat Madura dan tumbuh di kawasan kampung urban.

 

Namun, dalam praktiknya, keberadaan Sandur di ruang kota dinilai semakin terbatas. Andri menyebut pertunjukan Sandur kini jarang tampil di ruang publik, baik karena minimnya regenerasi seniman maupun terbatasnya akses terhadap panggung kebudayaan yang setara.

 

“Sandur di Surabaya lebih sering bertahan di lingkup komunitas. Ia hidup, tetapi tidak benar-benar diberi ruang dalam agenda kebudayaan kota,” ujarnya.

 

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Di tingkat komunitas, Sandur masih berfungsi sebagai media solidaritas sosial warga. Namun perubahan tata ruang kota memaksa kesenian ini beradaptasi, mulai dari pemendekan durasi pertunjukan, penyesuaian tema cerita dengan konteks urban, hingga pemindahan lokasi pentas ke balai warga atau acara tertentu.

 

Andri juga menyoroti faktor sosial yang turut memengaruhi keberlanjutan kesenian tersebut. Stereotip terhadap etnis tertentu, menurutnya, kerap berdampak pada tidak meratanya perhatian terhadap kesenian yang mereka bawa.

 

“Ini bukan hanya soal Sandur, tapi tentang bagaimana kota memperlakukan keberagaman budaya secara adil,” tegasnya.

 

Baca Juga: Dianggap Ganggu Estetika Kota, Fasad Eks Toko Nam Akan Dibongkar Pemkot Surabaya

Ia menilai viralnya video tarian Sandur seharusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan kebudayaan, bukan sekadar euforia di media sosial.

 

“Jika kota hanya berhenti pada simbol, maka kesenian tradisi berisiko kehilangan generasi penerus. Politik budaya seharusnya hadir dalam bentuk kebijakan, bukan hanya gestur,” ujarnya.

 

Andri menambahkan, Surabaya merupakan ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas. Tanpa upaya serius membuka ruang ekspresi yang berkelanjutan, kesenian tradisional seperti Sandur berpotensi terus terpinggirkan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.