Rabu, 22 Jul 2026 20:16 WIB

Video Wali Kota Eri Menari Sandur Viral, Akademisi Sebut Politik Simbol Tak Cukup

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Des 2025 10:17 WIB

selalu.id – Video yang memperlihatkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut menari dalam pertunjukan kesenian Sandur Madura viral di media sosial. Cuplikan tersebut ramai dibagikan dan memunculkan beragam respons publik, mulai dari apresiasi hingga kritik terkait posisi kesenian tradisional di ruang publik Surabaya.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

Sosiolog Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Andri Arianto, menilai viralnya video tersebut tidak terlepas dari persoalan lebih mendasar tentang bagaimana kebudayaan ditempatkan dalam kebijakan kota, khususnya di tengah karakter Surabaya sebagai kota multikultural.

 

“Surabaya memang tumbuh dari perjumpaan berbagai etnis dan tradisi. Tapi pengakuan terhadap kebudayaan tidak cukup berhenti pada simbol atau momen seremonial,” kata Andri, Jumat (19/12/2025).

 

Menurut Andri, sejarah Surabaya sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan membentuk masyarakat yang majemuk, termasuk berkembangnya kesenian dari komunitas pendatang seperti Sandur Madura. Seni pertunjukan rakyat ini memadukan tari, musik, dialog, humor, dan kritik sosial, yang dibawa melalui migrasi masyarakat Madura dan tumbuh di kawasan kampung urban.

 

Namun, dalam praktiknya, keberadaan Sandur di ruang kota dinilai semakin terbatas. Andri menyebut pertunjukan Sandur kini jarang tampil di ruang publik, baik karena minimnya regenerasi seniman maupun terbatasnya akses terhadap panggung kebudayaan yang setara.

 

“Sandur di Surabaya lebih sering bertahan di lingkup komunitas. Ia hidup, tetapi tidak benar-benar diberi ruang dalam agenda kebudayaan kota,” ujarnya.

 

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Di tingkat komunitas, Sandur masih berfungsi sebagai media solidaritas sosial warga. Namun perubahan tata ruang kota memaksa kesenian ini beradaptasi, mulai dari pemendekan durasi pertunjukan, penyesuaian tema cerita dengan konteks urban, hingga pemindahan lokasi pentas ke balai warga atau acara tertentu.

 

Andri juga menyoroti faktor sosial yang turut memengaruhi keberlanjutan kesenian tersebut. Stereotip terhadap etnis tertentu, menurutnya, kerap berdampak pada tidak meratanya perhatian terhadap kesenian yang mereka bawa.

 

“Ini bukan hanya soal Sandur, tapi tentang bagaimana kota memperlakukan keberagaman budaya secara adil,” tegasnya.

 

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Ia menilai viralnya video tarian Sandur seharusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan kebudayaan, bukan sekadar euforia di media sosial.

 

“Jika kota hanya berhenti pada simbol, maka kesenian tradisi berisiko kehilangan generasi penerus. Politik budaya seharusnya hadir dalam bentuk kebijakan, bukan hanya gestur,” ujarnya.

 

Andri menambahkan, Surabaya merupakan ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas. Tanpa upaya serius membuka ruang ekspresi yang berkelanjutan, kesenian tradisional seperti Sandur berpotensi terus terpinggirkan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.