Jumat, 23 Okt 2026 01:16 WIB

Stok Pangan Surabaya Aman hingga Akhir Tahun, Harga Terkendali

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Des 2025 11:33 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya memastikan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Kota Pahlawan berada dalam kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru hingga akhir 2025. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

 

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Jatim dan Mentan Awasi Harga Pangan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengendalian harga bahan pokok di Surabaya masih berada dalam koridor ketentuan pemerintah pusat. Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, khususnya cabai rawit, kondisi tersebut dinilai masih terkendali.

 

“Kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi faktor cuaca ekstrem dan gagal panen di daerah penghasil. Namun di Surabaya, harganya masih di bawah batas tertinggi yang ditetapkan kementerian,” ujar Eri, Senin (15/12/2025).

 

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama periode Natal dan Tahun Baru, Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, serta Forkopimda Kota Surabaya.

 

“Kami rutin melakukan koordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan Forkopimda untuk memastikan bahan pokok aman selama Nataru,” katanya.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya Antiek Sugiharti memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Surabaya dalam kondisi mencukupi. Secara umum, harga komoditas pangan juga relatif stabil menjelang Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Klaim Stok Pangan Cukup hingga Delapan Bulan ke Depan

 

“Kenaikan yang cukup terasa hanya pada cabai rawit. Sementara komoditas lainnya relatif stabil dan stoknya aman,” jelas Antiek.

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional dan modern. Pengawasan meliputi harga, kualitas pangan, serta masa kedaluwarsa produk makanan dan minuman.

 

Baca Juga: Komisi B Surabaya Nilai Urban Farming Pemkot Kurang Berdampak Tekan Harga Pangan

“Sebanyak 12 komoditas utama menjadi fokus pengawasan, antara lain daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, kedelai, gula, dan minyak goreng,” paparnya.

 

Antiek mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

 

“Stok aman. Belanja secukupnya agar tidak terjadi pemborosan atau food loss yang justru merugikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.