Rabu, 22 Jul 2026 20:52 WIB

Stok Pangan Surabaya Aman hingga Akhir Tahun, Harga Terkendali

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Des 2025 11:33 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya memastikan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Kota Pahlawan berada dalam kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru hingga akhir 2025. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

 

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Jatim dan Mentan Awasi Harga Pangan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengendalian harga bahan pokok di Surabaya masih berada dalam koridor ketentuan pemerintah pusat. Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, khususnya cabai rawit, kondisi tersebut dinilai masih terkendali.

 

“Kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi faktor cuaca ekstrem dan gagal panen di daerah penghasil. Namun di Surabaya, harganya masih di bawah batas tertinggi yang ditetapkan kementerian,” ujar Eri, Senin (15/12/2025).

 

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama periode Natal dan Tahun Baru, Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, serta Forkopimda Kota Surabaya.

 

“Kami rutin melakukan koordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan Forkopimda untuk memastikan bahan pokok aman selama Nataru,” katanya.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya Antiek Sugiharti memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Surabaya dalam kondisi mencukupi. Secara umum, harga komoditas pangan juga relatif stabil menjelang Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Klaim Stok Pangan Cukup hingga Delapan Bulan ke Depan

 

“Kenaikan yang cukup terasa hanya pada cabai rawit. Sementara komoditas lainnya relatif stabil dan stoknya aman,” jelas Antiek.

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional dan modern. Pengawasan meliputi harga, kualitas pangan, serta masa kedaluwarsa produk makanan dan minuman.

 

Baca Juga: Komisi B Surabaya Nilai Urban Farming Pemkot Kurang Berdampak Tekan Harga Pangan

“Sebanyak 12 komoditas utama menjadi fokus pengawasan, antara lain daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, kedelai, gula, dan minyak goreng,” paparnya.

 

Antiek mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

 

“Stok aman. Belanja secukupnya agar tidak terjadi pemborosan atau food loss yang justru merugikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.