Jumat, 05 Jun 2026 20:56 WIB

Stok Pangan Surabaya Aman hingga Akhir Tahun, Harga Terkendali

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Des 2025 11:33 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya memastikan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Kota Pahlawan berada dalam kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru hingga akhir 2025. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

 

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Jatim dan Mentan Awasi Harga Pangan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengendalian harga bahan pokok di Surabaya masih berada dalam koridor ketentuan pemerintah pusat. Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, khususnya cabai rawit, kondisi tersebut dinilai masih terkendali.

 

“Kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi faktor cuaca ekstrem dan gagal panen di daerah penghasil. Namun di Surabaya, harganya masih di bawah batas tertinggi yang ditetapkan kementerian,” ujar Eri, Senin (15/12/2025).

 

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama periode Natal dan Tahun Baru, Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, serta Forkopimda Kota Surabaya.

 

“Kami rutin melakukan koordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan Forkopimda untuk memastikan bahan pokok aman selama Nataru,” katanya.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya Antiek Sugiharti memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Surabaya dalam kondisi mencukupi. Secara umum, harga komoditas pangan juga relatif stabil menjelang Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Klaim Stok Pangan Cukup hingga Delapan Bulan ke Depan

 

“Kenaikan yang cukup terasa hanya pada cabai rawit. Sementara komoditas lainnya relatif stabil dan stoknya aman,” jelas Antiek.

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional dan modern. Pengawasan meliputi harga, kualitas pangan, serta masa kedaluwarsa produk makanan dan minuman.

 

Baca Juga: Komisi B Surabaya Nilai Urban Farming Pemkot Kurang Berdampak Tekan Harga Pangan

“Sebanyak 12 komoditas utama menjadi fokus pengawasan, antara lain daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, kedelai, gula, dan minyak goreng,” paparnya.

 

Antiek mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

 

“Stok aman. Belanja secukupnya agar tidak terjadi pemborosan atau food loss yang justru merugikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.