Minggu, 01 Nov 2026 19:41 WIB

Tak Ada Kembang Api, Pemkot Surabaya Isi Tahun Baru dengan Doa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Des 2025 09:51 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat merayakan pergantian Tahun Baru secara sederhana, tertib, dan tidak berlebihan. Warga diminta menghindari konvoi kendaraan, penggunaan knalpot bising, serta perayaan yang terpusat di satu lokasi demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

 

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, perayaan Tahun Baru sebaiknya dilaksanakan di lingkungan masing-masing, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Pola tersebut dinilai lebih aman dan efektif untuk meminimalkan potensi kemacetan serta gangguan ketertiban umum.

 

“Perayaan tidak perlu terpusat di satu titik. Cukup di wilayah masing-masing agar tidak menimbulkan kerawanan dan kemacetan,” ujar Eri, Senin (15/12/2025).

 

Selain menjaga kondusivitas kota, Eri juga mengajak masyarakat menumbuhkan kepedulian sosial dengan mengalihkan sebagian anggaran perayaan untuk membantu warga yang terdampak musibah.

 

“Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial harus menjadi nilai utama dalam menyambut tahun yang baru,” katanya.

 

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Surabaya telah menyiapkan surat edaran sebagai pedoman pengamanan dan ketertiban. Surat edaran tersebut masih menunggu penyesuaian dengan kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

 

Meski demikian, Eri memastikan secara prinsip pengamanan jalan, pengawasan tempat hiburan malam, serta rekayasa lalu lintas akan mengacu pada pola pengamanan yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

 

“Pengaturan teknisnya kurang lebih sama, tinggal menyesuaikan kebijakan pusat,” jelasnya.

 

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

Untuk pengamanan ibadah Natal, Pemkot Surabaya akan bersinergi dengan kepolisian dan Forkopimda, termasuk pengamanan akses masuk gereja serta area parkir, guna memastikan ibadah berjalan aman dan khidmat.

 

Sementara itu, pada malam pergantian Tahun Baru, Pemkot Surabaya memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api di Balai Kota. Sebagai gantinya, pemerintah kota akan mengadakan doa bersama sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.

 

“Pergantian tahun kita isi dengan doa bersama, agar Surabaya dijauhkan dari bencana dan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberi kekuatan,” pungkas Eri.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Syaiful Mahdi Terpilih jadi Ketum KONI Nganjuk, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi pun mendorong pengembangan sport center berbasis sport science dengan menggandeng perguruan tinggi dan insan pers.

Wajib Catat, Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat memahami daftar layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.

Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Dalam penelusuran tersebut, tim Satpol PP Surabaya menemukan pola penjualan order-and-take demi mengelabui razia.

Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

DPRD Jatim mengakui mie instan praktis dan mudah didistribusikan, namun tidak ideal jika menjadi tumpuan utama asupan pangan di masa pengungsian. 

Hasil Pegadaian Championship, De Red FC Bungkam Deltras Sidoarjo 2-0

Bagi Deltras, kekalahan ini makin memperpanjang catatan kelam tanpa kemenangan menjadi empat pertandingan berturut-turut.

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.