Jumat, 05 Jun 2026 07:23 WIB

Tak Ada Kembang Api, Pemkot Surabaya Isi Tahun Baru dengan Doa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Des 2025 09:51 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat merayakan pergantian Tahun Baru secara sederhana, tertib, dan tidak berlebihan. Warga diminta menghindari konvoi kendaraan, penggunaan knalpot bising, serta perayaan yang terpusat di satu lokasi demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

 

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, perayaan Tahun Baru sebaiknya dilaksanakan di lingkungan masing-masing, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Pola tersebut dinilai lebih aman dan efektif untuk meminimalkan potensi kemacetan serta gangguan ketertiban umum.

 

“Perayaan tidak perlu terpusat di satu titik. Cukup di wilayah masing-masing agar tidak menimbulkan kerawanan dan kemacetan,” ujar Eri, Senin (15/12/2025).

 

Selain menjaga kondusivitas kota, Eri juga mengajak masyarakat menumbuhkan kepedulian sosial dengan mengalihkan sebagian anggaran perayaan untuk membantu warga yang terdampak musibah.

 

“Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial harus menjadi nilai utama dalam menyambut tahun yang baru,” katanya.

 

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Surabaya telah menyiapkan surat edaran sebagai pedoman pengamanan dan ketertiban. Surat edaran tersebut masih menunggu penyesuaian dengan kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

Meski demikian, Eri memastikan secara prinsip pengamanan jalan, pengawasan tempat hiburan malam, serta rekayasa lalu lintas akan mengacu pada pola pengamanan yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

 

“Pengaturan teknisnya kurang lebih sama, tinggal menyesuaikan kebijakan pusat,” jelasnya.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

Untuk pengamanan ibadah Natal, Pemkot Surabaya akan bersinergi dengan kepolisian dan Forkopimda, termasuk pengamanan akses masuk gereja serta area parkir, guna memastikan ibadah berjalan aman dan khidmat.

 

Sementara itu, pada malam pergantian Tahun Baru, Pemkot Surabaya memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api di Balai Kota. Sebagai gantinya, pemerintah kota akan mengadakan doa bersama sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.

 

“Pergantian tahun kita isi dengan doa bersama, agar Surabaya dijauhkan dari bencana dan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberi kekuatan,” pungkas Eri.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.