Kamis, 22 Okt 2026 17:07 WIB

Pengusaha Tempe dan Tahu Mogok Produksi, Penjual Gorengan Kelimpungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Feb 2022 19:46 WIB
Penjual gorengan di Surabaya. Foto: Ade Risti
Penjual gorengan di Surabaya. Foto: Ade Risti

selalu.id - Penjual gorengan terdampak aksi mogok pengusaha tempe dan tahu lantaran tingginya harga kedelai. Stok tahu dan tempe di pasar kosong.

Salah satu penjual gorengan tempe, Mi'an mengaku tidak menjual tempe goreng, padahal tempe goreng banyak diminati oleh pembeli. Sehingga Mi'an terpaksa harus mengosongkan tempe dari etalase jualan,

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

"Tempenya gak ada, kosong, pembuatnya mogok katanya. Saya juga gak nyetok, kalau tahu masih ada, saya nyetok kemarin," tuturnya, saat ditemui Selau.id, Senin (21/2/2022).

Ditempat yang berbeda, Sindi, salah satu pedagang gorengan di Jalan Kampung Malang, Surabaya masih menjual tempe goreng, namun tempe tersebut adalah stok yang sudah dipersiakanya sejak kemarin.

"Ya itu sisa ini saja tempe, habis itu sudah tidak lagi, apalagi tahu, ini tinggal segitu tahunya, terus habis ini stoknya habis," ungkap Sindi.

Hal yang senada disampaikan ibu rumah tangga di Surabaya, Musrini (51) mengaku tak mendapatkan tahu dan tempe di pasar.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Saya tadi mau beli tahu tempe, tapi tidak ada, kosong kata penjualnya," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha di Kampung Tempe Tenggelis, Ghofur, mengaku hari ini dirinya tidak produksi tempe, hanya sisa stok dua hari sebelumnya.

"Respon pelanggan kecewa, hari ini nggak ada produksi, sekarang yang di pasar juga gak ada," kata Ghofur, saat ditemui selalu.id.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Ghofur mengaku kesal karena harga kedelai setiap tahun naik, Ia menceritakan bahwa sekarang teknologi semakin maju, akan tetapi para petani kedelai seharusnya diajarin oleh pemerintah untuk memproduksi.

"Kesal tiap tahun begini, dulu tahun 1986 kita bisa sembada beli kenapa sekarang ndak bisa wong teknologi lebih maju. Dinas pertanian gimana? Masa ndak bisa ngajarin petani kedelai, untuk apa belajar jauh-jauh?,"ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.