Selasa, 03 Feb 2026 16:24 WIB

Pengusaha Tempe dan Tahu Mogok Produksi, Penjual Gorengan Kelimpungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Feb 2022 19:46 WIB
Penjual gorengan di Surabaya. Foto: Ade Risti
Penjual gorengan di Surabaya. Foto: Ade Risti

selalu.id - Penjual gorengan terdampak aksi mogok pengusaha tempe dan tahu lantaran tingginya harga kedelai. Stok tahu dan tempe di pasar kosong.

Salah satu penjual gorengan tempe, Mi'an mengaku tidak menjual tempe goreng, padahal tempe goreng banyak diminati oleh pembeli. Sehingga Mi'an terpaksa harus mengosongkan tempe dari etalase jualan,

Baca Juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

"Tempenya gak ada, kosong, pembuatnya mogok katanya. Saya juga gak nyetok, kalau tahu masih ada, saya nyetok kemarin," tuturnya, saat ditemui Selau.id, Senin (21/2/2022).

Ditempat yang berbeda, Sindi, salah satu pedagang gorengan di Jalan Kampung Malang, Surabaya masih menjual tempe goreng, namun tempe tersebut adalah stok yang sudah dipersiakanya sejak kemarin.

"Ya itu sisa ini saja tempe, habis itu sudah tidak lagi, apalagi tahu, ini tinggal segitu tahunya, terus habis ini stoknya habis," ungkap Sindi.

Hal yang senada disampaikan ibu rumah tangga di Surabaya, Musrini (51) mengaku tak mendapatkan tahu dan tempe di pasar.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

"Saya tadi mau beli tahu tempe, tapi tidak ada, kosong kata penjualnya," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha di Kampung Tempe Tenggelis, Ghofur, mengaku hari ini dirinya tidak produksi tempe, hanya sisa stok dua hari sebelumnya.

"Respon pelanggan kecewa, hari ini nggak ada produksi, sekarang yang di pasar juga gak ada," kata Ghofur, saat ditemui selalu.id.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Ghofur mengaku kesal karena harga kedelai setiap tahun naik, Ia menceritakan bahwa sekarang teknologi semakin maju, akan tetapi para petani kedelai seharusnya diajarin oleh pemerintah untuk memproduksi.

"Kesal tiap tahun begini, dulu tahun 1986 kita bisa sembada beli kenapa sekarang ndak bisa wong teknologi lebih maju. Dinas pertanian gimana? Masa ndak bisa ngajarin petani kedelai, untuk apa belajar jauh-jauh?,"ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.