Senin, 07 Sep 2026 09:27 WIB

Pengusaha Tempe dan Tahu Mogok Produksi, Penjual Gorengan Kelimpungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Feb 2022 19:46 WIB
Penjual gorengan di Surabaya. Foto: Ade Risti
Penjual gorengan di Surabaya. Foto: Ade Risti

selalu.id - Penjual gorengan terdampak aksi mogok pengusaha tempe dan tahu lantaran tingginya harga kedelai. Stok tahu dan tempe di pasar kosong.

Salah satu penjual gorengan tempe, Mi'an mengaku tidak menjual tempe goreng, padahal tempe goreng banyak diminati oleh pembeli. Sehingga Mi'an terpaksa harus mengosongkan tempe dari etalase jualan,

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Tempenya gak ada, kosong, pembuatnya mogok katanya. Saya juga gak nyetok, kalau tahu masih ada, saya nyetok kemarin," tuturnya, saat ditemui Selau.id, Senin (21/2/2022).

Ditempat yang berbeda, Sindi, salah satu pedagang gorengan di Jalan Kampung Malang, Surabaya masih menjual tempe goreng, namun tempe tersebut adalah stok yang sudah dipersiakanya sejak kemarin.

"Ya itu sisa ini saja tempe, habis itu sudah tidak lagi, apalagi tahu, ini tinggal segitu tahunya, terus habis ini stoknya habis," ungkap Sindi.

Hal yang senada disampaikan ibu rumah tangga di Surabaya, Musrini (51) mengaku tak mendapatkan tahu dan tempe di pasar.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Saya tadi mau beli tahu tempe, tapi tidak ada, kosong kata penjualnya," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha di Kampung Tempe Tenggelis, Ghofur, mengaku hari ini dirinya tidak produksi tempe, hanya sisa stok dua hari sebelumnya.

"Respon pelanggan kecewa, hari ini nggak ada produksi, sekarang yang di pasar juga gak ada," kata Ghofur, saat ditemui selalu.id.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Ghofur mengaku kesal karena harga kedelai setiap tahun naik, Ia menceritakan bahwa sekarang teknologi semakin maju, akan tetapi para petani kedelai seharusnya diajarin oleh pemerintah untuk memproduksi.

"Kesal tiap tahun begini, dulu tahun 1986 kita bisa sembada beli kenapa sekarang ndak bisa wong teknologi lebih maju. Dinas pertanian gimana? Masa ndak bisa ngajarin petani kedelai, untuk apa belajar jauh-jauh?,"ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.