Senin, 02 Feb 2026 04:10 WIB

Geger 15 Siswa Positif Narkoba, Jalan Kunti Jadi Zona Merah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Nov 2025 18:32 WIB
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Temuan 15 siswa SMP di kawasan Jalan Kunti yang positif narkoba menegaskan wilayah tersebut masih menjadi zona rawan peredaran narkotika di Surabaya.

 

Baca Juga: Polres Pasuruan Kota Ungkap Dua Kasus Narkotika Dalam Dua Hari, Amankan Ganja dan Sabu

Pemerintah Kota Surabaya memastikan penanganan tidak berhenti pada hasil tes urine. Intervensi dilakukan di sekolah, keluarga, dan lingkungan permukiman.

 

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan bahwa langkah awal pemerintah adalah memastikan hak pendidikan para siswa tidak terputus.

 

“Anak-anak tetap mendapatkan pendampingan. Ini masa depan mereka, jadi tidak boleh sampai terputus sekolahnya,” ujarnya.

 

Pendampingan dilakukan bersama guru BK, wali kelas, psikolog Unair, dan DP3A. Yusuf menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di kawasan Kunti sudah lama berada dalam pantauan Dispendik dan BNN. Program Sekolah Bersinar, edukasi bahaya narkoba, dan penguatan karakter telah dijalankan secara berkala.

 

“Kawasan itu memang rawan, tapi sekolah sudah mendapat intervensi. Ada penguatan karakter, edukasi gadget sehat, hingga pembiasaan kegiatan positif oleh guru agama dan BK,” terangnya.

 

Ia menyebut tes urine berkala berpotensi diperluas melalui koordinasi BNN.

 

“Itu sudah kami persiapkan. Ada tahapannya. Di beberapa SD dan SMP sudah berjalan melalui program Sekolah Bersinar,” katanya.

 

Yusuf mengingatkan bahwa jam rawan justru berada di rumah.

 

“Jadi orang tua harus ikut mendampingi,” tegasnya.

 

Baca Juga: Tren Pengungkapan Kasus Narkoba Jatim Naik 6,49 Persen Tahun 2025

Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati, menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dilihat sebagai kesalahan anak semata. Ia menyebut faktor lingkungan rumah dan pola asuh dapat ikut berpengaruh.

 

“Bisa jadi ada faktor lingkungan rumah atau pola asuh. Jadi pendekatannya tidak menyalakan anak, tapi memulihkan,” ujar Ida.

 

Hasil asesmen menunjukkan satu siswa terindikasi menggunakan narkoba secara rutin sehingga harus menjalani rehabilitasi inap.

 

“Yang lainnya masih taraf coba-coba. Tapi satu ini harus direhab inap, treatment-nya berbeda,” jelasnya.

 

DP3A memastikan proses belajar siswa tetap diatur melalui sistem daring maupun antar jemput.

 

Baca Juga: Jelang Nataru, Polda Jatim Musnahkan 9,3 Kg Sabu dari 40 Tersangka

DP3A bersama kelurahan, kecamatan, dan BNN telah menggelar sosialisasi serta patroli edukasi di kawasan Kunti. Intervensi lingkungan akan diperluas dengan melibatkan Kader Surabaya Hebat.

 

“Satu KSH menangani 20 rumah. Dari monitoring mereka bisa terbaca apakah ada indikasi anak terpapar,” katanya.

 

Ida menegaskan pentingnya menjaga identitas siswa dan meningkatkan kewaspadaan keluarga.

 

“BNN sudah menyampaikan tanda-tanda fisik anak pemakai, dan orang tua harus lebih aware,” tegasnya.

 

Ia menambahkan bahwa penyalahgunaan narkoba pada anak termasuk kategori kekerasan nonfisik sehingga penanganannya mengikuti SOP perlindungan anak.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.