15 Siswa Positif Narkoba, Dewan Pendidikan Jatim Tekan Pentingnya Rapor Karakter
- Penulis : Dony Maulana
- | Jumat, 14 Nov 2025 17:57 WIB
selalu.id - Temuan BNN Jawa Timur terkait 15 siswa SMP dan SMA yang positif narkoba di kawasan Jalan Kunti, Surabaya, mendapat perhatian Dewan Pendidikan Jawa Timur. Ali Yusa, perwakilan Dewan Pendidikan Jatim, menyebut hasil tes urine tersebut menjadi peringatan serius mengenai penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi
“Ini bukan hal baru, sebenarnya sudah terjadi sejak dekade 1980 an. Namun, skala dan kemudahannya saat ini menjadi perhatian serius,” ujar Ali Yusa kepada selalu.id, Jumat 14 November 2025.
Ia menyatakan temuan itu menunjukkan kemudahan akses narkoba dan rapuhnya karakter sebagian siswa. Sinergi orang tua, sekolah, dan masyarakat dinilai penting untuk memutus rantai penyalahgunaan narkoba melalui langkah pencegahan sejak dini. Peran keluarga disebut sebagai fondasi pembentukan karakter.
“Kehangatan pengasuhan, komunikasi terbuka, dan keteladanan di rumah adalah tameng pertama bagi anak anak,” katanya.
Baca Juga: Mengenal Zangi Messenger, Aplikasi yang Dipakai Kurir Sabu Surabaya untuk Menyamarkan Komunikasi
Ia menambahkan lingkungan sosial dan teman sebaya juga memiliki pengaruh kuat. Pengawasan sebaya dan kelompok positif berbasis komunitas sekolah dapat menjadi strategi untuk membentuk budaya anti narkoba.
Ali Yusa menilai pendidikan karakter harus diperkuat setara dengan pencapaian akademik. Ia mengusulkan agar penilaian rapor tidak hanya berbasis capaian akademis tetapi dialihkan menjadi rapor nilai yang menilai kebiasaan, sikap, dan kesiapan karakter anak.
Baca Juga: BNNP Jatim Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Madura: Sita 5,4 Kg Sabu, Ringkus Dua Kurir
“Rapor value ini dapat menjadi alat komunikasi yang lebih bermakna antara sekolah dan orang tua untuk memastikan bahwa pendidikan karakter benar benar dibangun bersama sebagai benteng utama melawan narkoba di kalangan pelajar,” ujarnya.
Ia mengusulkan penerapan rapor nilai dimulai pada pendidikan dasar kelas 1 hingga kelas 5 dengan penguatan karakter sejak dini. “Dengan menguatkan pendidikan karakter sejak dini, kita berharap dapat mengatasi persoalan narkoba di kalangan pelajar,” pungkasnya.
Editor : Ading