Sabtu, 07 Nov 2026 09:45 WIB

Pemkot Mojokerto Bekali Warga Skill Terampil Demi Kemandirian Ekonomi

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 23 Sep 2026 07:33 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tinjau latihan warga di BLK. (Istimewa)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tinjau latihan warga di BLK. (Istimewa)

selalu.id - Upaya Pemkot Mojokerto menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai terus digencarkan. Lewat program Pelatihan Berbasis Kompetensi, warga dibekali keahlian praktis yang langsung nyambung dengan kebutuhan industri dan usaha.

Bersama Balai Latihan Kerja Mojokerto, pemerintah kota kembali membuka Batch II tahun 2026. Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Wali Kota Ika Puspitasari pada Selasa, (22/9/2026). Dalam kesempatan itu Ning Ita juga menyapa peserta dan mendengar langsung pengalaman mereka selama mengikuti pelatihan.

Baca Juga: Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Untuk gelombang kedua tahun ini, pelatihan diikuti 80 warga. Materinya dibagi ke dalam 5 kejuruan yang tengah banyak dibutuhkan pasar kerja. Lima bidang tersebut adalah Pemasaran Digital, Teknisi AC Rumah Tangga, Pembuatan Batik Tulis, Instalasi Listrik untuk Bangunan Sederhana, dan Administrasi Perkantoran.

Sebelumnya pada Juli 2026, Batch I sudah lebih dulu berjalan dengan 96 peserta. Saat itu ada 6 jenis pelatihan yang dibuka, meliputi Tata Boga, Pengolahan Roti dan Kue, Desain Grafis Pemula, Dukungan Teknis Komputer, Tata Rias Kecantikan atau MUA, serta Servis Sepeda Motor Sistem Injeksi.

Menurut Ning Ita, pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu di kelas. Tujuannya jelas, agar peserta punya bekal nyata untuk melamar kerja, merintis usaha, atau menambah nilai diri.

“Yang kita kejar bukan hanya pengetahuan. Kunci utamanya adalah keterampilan yang bisa dipakai langsung. Bisa dipakai untuk kerja, untuk buka usaha sendiri, atau untuk naik kelas kapasitas dirinya,” ujarnya.

Baca Juga: Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Program ini didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan sudah berjalan sejak 2024. Data menunjukkan hasilnya cukup menjanjikan.

Pada 2024, sebanyak 257 orang ikut pelatihan. Dari jumlah itu, 92 orang terserap kerja dan 107 orang memilih berwirausaha. Setahun kemudian di 2025, jumlah peserta naik jadi 400 orang. Sebanyak 153 orang sudah bekerja dan 102 orang membuka usaha mandiri.

Ning Ita berpesan agar peserta Batch II mengikuti pelatihan dengan serius dan maksimal. Ia berharap setelah lulus nanti, para lulusan bisa segera terserap di dunia kerja atau membangun usaha sendiri.

Baca Juga: Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

“Harapan kami, keterampilan ini benar-benar jadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan. Ada yang bekerja di perusahaan, ada juga yang jadi pelaku UMKM baru di Mojokerto,” pungkasnya.

Dengan pelatihan yang digelar rutin setiap tahun, Pemkot Mojokerto menargetkan semakin banyak warga memiliki kompetensi, produktivitas naik, dan peluang ekonomi masyarakat jadi lebih terbuka luas.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi. 

Kisah Pilu Warga Madiun Bayar Utang Bank Orang Lain Rp170 Juta, Rumah juga Terancam Dilelang

Langkah berat itu terpaksa ia tempuh semata-mata demi pertahankan rumah tinggalnya di Sukomoro, Nganjuk yang ia beli secara sah sejak 13 tahun lalu.