Minggu, 08 Nov 2026 07:54 WIB

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

  • Penulis : Ariyanto
  • | Rabu, 23 Sep 2026 17:55 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi dan Gus Iqdam hadir di tengah ribuan jamaah dalam rangkaian peringatan Sedekah Bumi. (Dok. Pemkab Sidoarjo).
Bupati Sidoarjo Subandi dan Gus Iqdam hadir di tengah ribuan jamaah dalam rangkaian peringatan Sedekah Bumi. (Dok. Pemkab Sidoarjo).

selalu.id - Lapangan Bola Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, dipadati ribuan jamaah saat rangkaian Sedekah Bumi pada Selasa (22/9/2026) malam. 

Kehadiran Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam bersama Hadrah Pusat Sabilu Taubah menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan tersebut.

Baca Juga: Capaian PJPK Sidoarjo Tembus 76,5, Dua Indikator Masih Terkendala Anggaran

Di tengah ramainya kegiatan, tradisi tahunan masyarakat Desa Pabean itu tidak hanya diisi dengan pengajian. Pertemuan warga juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

Bupati Sidoarjo Subandi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.

“Sedekah bumi ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Momentum seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga,” ungkapnya.

Subandi mengatakan, kekuatan kebersamaan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah. 

Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan pembangunan daerah.

Baca Juga: Bukan Cuma Kebakaran, Call Center 112 Sidoarjo Kini Bisa Wadahi Aduan Jalan Rusak hingga PJU Mati

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Ansor, Banser dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk bersama-sama membangun Sidoarjo,” jelas Subandi.

Pihaknya juga berharap tradisi Sedekah Bumi tetap dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, nilai gotong royong, rasa syukur, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang menyertai tradisi tersebut perlu terus tumbuh.

Dalam kegiatan itu, Subandi hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi. Turut hadir Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Infanteri Abraham Priyadi, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, jajaran Forkopimka Kecamatan Sedati, kepala desa se-Kecamatan Sedati, Kepala Desa Pabean bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, RT/RW, serta sahabat Ansor dan Banser.

Baca Juga: PIWK di 18 Kecamatan, Bupati Sidoarjo Subandi Tekankan Kecepatan dan Kualitas Perbaikan Jalan

Sementara itu, Gus Iqdam bersama Hadrah Pusat Sabilu Taubah mengisi pengajian di hadapan ribuan jamaah. Masyarakat mengikuti tausiah tersebut dengan tertib hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Kegiatan Sedekah Bumi Desa Pabean tersebut menjadi pertemuan berbagai unsur masyarakat dalam satu momentum. 

Selain menjaga tradisi desa, kegiatan itu sekaligus mempertemukan warga, pemerintah, tokoh agama, pemuda, dan tokoh masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.