Sabtu, 19 Sep 2026 21:52 WIB

Jejak Gelap Perempuan asal Jombang dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Surabaya

Tersangka RA, perempuan asal Jombang yang jadi pengedar narkoba saat diamankan bersama barang bukti. (Dok. Satresnarkoba Polrestabes Surabaya).
Tersangka RA, perempuan asal Jombang yang jadi pengedar narkoba saat diamankan bersama barang bukti. (Dok. Satresnarkoba Polrestabes Surabaya).

selalu.id - Mengelak dari intaian keluarga di Jombang, RA, memilih Surabaya sebagai tempat pelarian barunya.

Perempuan 34 tahun berparas tenang yang pernah mendekam di penjara hingga 2017 ini sengaja merantau jauh-jauh ke Kota Pahlawan.

Baca Juga: Akhir Pelarian Pengedar Pil Koplo di Surabaya Setelah Diteriaki Copet

Namun, pelariannya bukan untuk memulai hidup baru secara bersih, melainkan untuk membangun bisnis haram yang lebih rapi: mengedarkan sabu dan ekstasi.

Petualangan RA terhenti pada Selasa malam (18/8/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Pintu kamar kosnya di kawasan Jalan Simo Sidomulyo mendadak digedor.

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya yang bergerak cepat usai mendapat laporan, langsung merangsek masuk dan melakukan penggeledahan.

Ruang sempit di kamar kos itu rupanya menjadi markas kecil RA menimbun barang haram. Petugas menemukan 13 kantong plastik berisi kristal putih sabu dengan berat bersih 9,64 gram, serta 30 butir tablet ekstasi seberat 12,38 gram.

Tak hanya itu, sebuah timbangan elektrik, alat Isap, hingga uang tunai Rp5,8 juta yang diduga hasil jualan hari itu disita sebagai barang bukti.

Baca Juga: Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

"Tersangka ini residivis kasus serupa yang bebas tahun 2017. Ia sengaja memilih merantau ke Surabaya untuk menjual sabu dan ekstasi agar aksinya tidak terendus keluarga," ungkap Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama, Sabtu (19/9/2026).

Dari balik dinding kos Simo Sidomulyo, RA menjalin jaringan dengan dua sosok misterius. Untuk pasokan sabu, ia mengandalkan pria berinisial DN alias Boyo, yang sudah tiga kali bertransaksi dengannya.

Sementara untuk ekstasi, ia disuplai oleh NR yang telah mendistribusikan barang kepadanya sebanyak enam kali.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Motif RA menjalankan bisnis terlarang ini sederhana, mengejar margin keuntungan sekaligus memenuhi kecanduannya sendiri.

"Dari setiap penjualan sabu, RA mengantongi keuntungan sekitar Rp250 ribu hingga Rp400 ribu. Untuk ekstasi, ia mengambil untung Rp150 ribu per transaksi. Selain dapat uang, ia juga memanfaatkan bisnis ini agar bisa memakai sabu secara gratis," jelas Dodi.

Kini, langkah RA harus kembali terhenti di balik jeruji besi. Sementara itu, dua nama penyuplai utamanya, DN alias Boyo dan NR, resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dan tengah diburu oleh tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tega, Ibu Ajak Anak Kandung Threesome Sama Kekasihnya di Sidoarjo

Tak hanya Mawar yang menjadi korban threesome, keponakan dari MT juga dijadikan pelampiasan seksual tak biasa ini.

Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

Petugas melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk melacak pelaku serta keberadaan motor korban.

HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

Peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.

Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menyebut usia daerah yang sudah melewati satu milenium adalah tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilanjutkan.

Arus Peti Kemas Tumbuh 10,65 Persen, TPK Merauke Perkuat Sinergi Stakeholder Pelabuhan

TPK Merauke terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Merauke.

900 Warga Kelurahan Patrang Jember Terima Bantuan Beras, Total Sasaran 1.553 KPM

Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi warga, khususnya keluarga miskin.