Minggu, 30 Agu 2026 14:55 WIB

BPR IMA Gandeng Dinkes dan Garda Semeru Edukasi HIV/AIDS serta Bahaya Narkoba

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 30 Agu 2026 14:05 WIB
Direktur BPR IMA, Rahmat Kurniawan, saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi edukasi HIV/AIDS dan bahaya narkoba di Ciplaz Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 
Direktur BPR IMA, Rahmat Kurniawan, saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi edukasi HIV/AIDS dan bahaya narkoba di Ciplaz Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

selalu.id - Persoalan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba tidak cukup dihadapi dengan penanganan ketika kasus sudah terjadi. Pengetahuan sejak dini dinilai menjadi salah satu kunci untuk mendorong masyarakat lebih waspada, sekaligus mencegah stigma terhadap orang dengan HIV.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Anak Sehat, Gemar Menabung, Bersih HIV/AIDS & Narkoba” yang digelar BPR IMA di halaman parkir Ciplaz Sidoarjo, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Sikat Peredaran Narkoba di Surabaya, Polres Tanjung Perak Amankan 27 Tersangka dan 1 Kg Sabu

Kegiatan tersebut tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan pelajar melalui edukasi, sesi tanya jawab, serta lomba mewarnai. BPR IMA bersama Dinkes Sidoarjo turut menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah secara gratis bagi masyarakat yang hadir.

Direktur BPR IMA, Rahmat Kurniawan, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam isu HIV/AIDS berangkat dari informasi yang diperolehnya dari seorang rekan di Jakarta. Informasi tersebut kemudian mendorongnya melihat persoalan HIV/AIDS di Sidoarjo sebagai isu yang perlu mendapatkan perhatian lebih luas.

“Saya suka lihat berita. Kebetulan pas saya lihat, teman di Jakarta juga. Saya kan dari Jakarta sebelumnya. Teman di Jakarta bilang, ‘Bro, hati-hati lho. HIV di Sidoarjo merah lho’,” ujarnya.

Rahmat menilai informasi mengenai HIV/AIDS maupun narkoba perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Menurut dia, kepedulian terhadap persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

“Lagi begini, berarti kan pemerintah harusnya peduli,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas, terutama dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Ini kan bermanfaat buat masyarakat banyak,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan, Pengelola Program HIV/AIDS dan IMS Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Unsiyyatul Usriyyah, menyoroti pentingnya pemeriksaan HIV secara dini. Pemeriksaan dinilai bukan sekadar sarana untuk mengetahui seseorang terinfeksi atau tidak, melainkan menjadi pintu masuk untuk memperoleh penanganan lebih cepat.

“Pemeriksaan HIV itu penting untuk mengetahui status kesehatan sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko,” jelasnya.

Baca Juga: Pengedar Sabu di Kawasan Rangkah Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Menurut Unsiyyatul, pemeriksaan juga menjadi penting bagi ibu hamil. Deteksi HIV selama kehamilan memungkinkan kondisi ibu diketahui lebih awal sehingga pemantauan dan penanganan dapat dilakukan untuk menekan risiko penularan HIV dari ibu kepada anak.

Pada saat yang sama, masyarakat diminta tidak membangun ketakutan maupun stigma terhadap orang dengan HIV. Penularan HIV tidak terjadi melalui aktivitas sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, maupun duduk bersama.

“Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan HIV. Status HIV merupakan informasi kesehatan yang harus dijaga kerahasiaannya dan orang dengan HIV juga tidak boleh mendapatkan stigma,” tegasnya.

Sementara itu, pencegahan penyalahgunaan narkotika menjadi materi lain yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Ketua Umum Garda Semeru Nusantara, Dadang Buana, menyampaikan sosialisasi P4GN kepada pelajar dengan menekankan pentingnya mengenali bahaya narkoba, memahami tanda-tanda penyalahgunaan, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menemukan persoalan narkotika.

Edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi. Garda Semeru Nusantara menghadirkan seorang pemuda yang pernah menjadi penyalahguna narkoba untuk membagikan pengalaman hidupnya. Pemuda tersebut menceritakan proses hingga mampu terbebas dari penyalahgunaan narkotika setelah memperoleh penanganan dan pendampingan, termasuk melalui Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca Juga: Jejak "Koki" Tembakau Sintetis dan Langkah Polisi Membongkar Jaringan Narkoba di Sidoarjo

Pengalaman tersebut menjadi gambaran nyata bagi pelajar mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus pentingnya keberanian mencari pertolongan.

“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan anak bangsa. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus dilakukan sejak dini,” katanya.

Dadang juga mengingatkan pelajar agar berani menolak narkoba dan membangun lingkungan pergaulan yang positif. Jika menemukan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, masyarakat diminta tidak tinggal diam dan segera menyampaikannya kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang.

“Bersatu menyelamatkan anak bangsa. Pelajar harus berani mengatakan tidak pada narkoba dan jangan takut melapor jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkotika,” tegas Dadang.

Kolaborasi BPR IMA, Dinas Kesehatan Sidoarjo, dan Garda Semeru Nusantara tersebut menunjukkan bahwa pencegahan HIV/AIDS dan narkoba membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Edukasi yang dilakukan sejak anak-anak dan pelajar diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk keberanian untuk melakukan pemeriksaan, menolak narkoba, serta menghapus stigma terhadap orang dengan HIV.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Enam Bangunan Dibongkar, Lahan 1.210 meter di Margorejo Bakal Punya Wajah Baru

Menurut Rizal, penertiban tersebut telah melalui proses sosialisasi dan pemberitahuan.

Lewat Job Fair, 5.120 Pencari Kerja Surabaya Sudah Ditempatkan hingga Juli 2026

Pada 2025, TPT Surabaya tercatat 4,84 persen. Tahun ini, angkanya ditargetkan turun menjadi 4,47 persen.

Setelah Voting, Pemilihan Ketum PBNU Berubah ke Mekanisme AHWA

Perubahan itu diberlakukan setelah 552 suara voting dilakukan. Hasilnya, 401 peserta menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.

Kejurnas Sprint Rally 2026 Hadir di Pasuruan, Sirkuit Astrojoyo Tawarkan Lintasan Menantang

Ajang ini juga diharapkan membawa pesan tentang pentingnya disiplin dan kepatuhan berlalu lintas.

TPST Berbek Sidoarjo Genap 10 Tahun, Sampah Rumah Tangga Disulap jadi Sumber Cuan Warga

Pengelolaan fasilitas telah melibatkan 22 orang pengurus. Sekitar 60 persen di antaranya merupakan warga lokal, sedangkan lainnya merupakan pendatang.

Kick Off Mini Soccer Golkar Jatim Digelar Besok, 176 Tim Berebut Piala Bahlil Lahadalia

Ketua Pelaksana Bahlil Minisoccer Asyik Menuju Puncak, Arif Fathoni mengatakan turnamen ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT Golkar ke-62.